Prodi Teknologi Informasi UIB Tingkatkan Kesadaran Keamanan Siber Mahasiswa Lewat Webinar Cybersecurity

Penulis: Zaynulia Afifa (2331033) | Editor: Ambarwulan, S.T.

Batam, 18 Oktober 2025 – Program Studi Teknologi Informasi Universitas Internasional Batam (UIB) kembali menggelar kegiatan edukatif melalui webinar bertajuk “Mengasah Keahlian Cybersecurity untuk Masa Depan Digital”. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Webex Meeting ini berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober 2025 pukul 14.00–16.30 WIB dan diikuti oleh mahasiswa UIB serta peserta umum yang antusias memperdalam wawasan seputar keamanan siber di era digital.

Acara menghadirkan dua narasumber berpengalaman dari lingkungan akademik UIB, yaitu Bapak Stefanus Eko Prasetyo, S.Kom., M.MSI., Dosen Program Studi Teknologi Informasi, dan Bapak Haeruddin, S.Kom., M.MSI., selaku Kepala Program Studi Teknologi Informasi. Webinar ini dipandu oleh Zaynulia Afifa, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UIB, yang membawakan acara dengan suasana interaktif dan informatif.

Webinar dibuka dengan pengantar yang menekankan bahwa keamanan digital bukan hanya tanggung jawab ahli IT, melainkan bagian penting dari setiap aktivitas online masyarakat modern.
Dalam sesi pembuka, para narasumber menyampaikan fakta menarik bahwa rata-rata mahasiswa memiliki lebih dari lima akun digital yang rentan terhadap ancaman siber seperti phishing, peretasan, hingga kebocoran data pribadi. Melalui pembahasan yang interaktif, peserta diajak untuk memahami konsep Zero Trust Mindset sebuah pendekatan yang menekankan sikap verifikasi, selektif, dan waspada dalam aktivitas digital. Menurut Stefanus Eko Prasetyo, Zero Trust bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan membangun kebiasaan digital yang cerdas dan terukur.

Pada sesi berikutnya, Haeruddin membahas secara mendalam praktik nyata dalam menanggulangi serangan ransomware, khususnya Hildacrypt. Beliau menjelaskan bagaimana ransomware dapat terinjeksi ke dalam laptop atau komputer pribadi, yang dapat terjadi melalui klik pada situs web yang terinfeksi atau instalasi aplikasi bajakan. Beliau, juga memberikan panduan praktis mengenai deteksi virus, menggunakan command prompt dan autoruns, yang dapat membantu mendeteksi dan mengatasi ancaman lebih awal. Selain itu, beliau turut membagikan tata cara dekripsi data yang terinfeksi ransomware, memberikan solusi untuk pemulihan setelah serangan.

Selain itu, peserta diperkenalkan pada berbagai bentuk ancaman phishing dan social engineering yang kerap digunakan untuk mencuri data pribadi melalui pesan atau tautan palsu. Dalam paparannya, beliau juga menjelaskan prinsip 3L (Lihat, Lindungi, Lapor) sebagai langkah sederhana namun efektif untuk menghadapi potensi serangan siber. Beliau juga menegaskan bahwa OTP (One-Time Password) tidak boleh dibagikan dalam kondisi apa pun, karena menjadi target utama dalam banyak kasus phishing.

Menariknya, kedua narasumber juga mengulas bagaimana perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini dapat memengaruhi pola ancaman digital. Serangan berbasis AI seperti deepfake dan voice scam menjadi tantangan baru di era modern. Untuk itu, mahasiswa diimbau agar tidak hanya memahami sisi teknis, tetapi juga mengembangkan soft skill berupa berpikir kritis, skeptis terhadap informasi, dan bijak dalam berinternet.

A screenshot of a computer

AI-generated content may be incorrect.

Acara semakin menarik dengan sesi tanya jawab yang dipenuhi pertanyaan dari peserta.
Beberapa di antaranya menanyakan cara mengatasi serangan phishing, pencegahan ransomware, hingga fungsi antivirus premium dalam melindungi sistem operasi. Para narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan demonstrasi kasus dan contoh konkret yang mudah dipahami oleh peserta. Webinar ditutup dengan kesimpulan bahwa keamanan siber bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kesadaran dan kebiasaan pengguna. Para narasumber menegaskan bahwa Zero Trust adalah mitra kecerdasan digital, bukan rasa takut terhadap dunia maya. Langkah-langkah sederhana seperti menggunakan password unik, menerapkan MFA, dan berhati-hati terhadap tautan mencurigakan menjadi dasar penting untuk menjaga keamanan digital.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknologi Informasi UIB berharap mahasiswa dapat meningkatkan literasi keamanan digital dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi.
Webinar ini juga menjadi bentuk nyata komitmen UIB dalam mendukung pembentukan generasi digital yang cerdas, tangguh, dan beretika di dunia maya.

🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi  UIB dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftran Program Sarjana Teknologi Informasi.

Program Sarjana Teknologi Informasi

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri