Webinar Series #3 Pancasila: Jika Pancasila adalah Jangkar yang Menjaga Kapal Besar Indonesia dari Badai Sejarah, Apakah Kita Masih Menghidupi Nilai-Nilainya atau Hanya Menjadikannya Teks Bisu?

Penulis: Fatimah Azzahra Firstarida Aghata (2512029) | Editor: Sari Tilawah, S.T.

Batam, 25 Februari 2026 – Pada hari Senin, 23 Februari 2026, Universitas Internasional Batam (UIB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menyelenggarakan Webinar Series #3 dengan tema “Pancasila: Sekadar Hafalan atau Pegangan?”. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Microsoft Teams yang menghadirkan Dr. Windi Afdal, S.H., M.H., sebagai narasumber serta mahasiswa dari berbagai program studi.

Kegiatan dimulai dengan penyampaian secara singkat topik yang akan dibahas oleh Dr. Windi Afdal, S.H., M.H., selaku narasumber, berjudul “Pancasila antara Teks & Konteks”. Fokus utama dalam pemaparan ini adalah Pancasila sebagai sistem nilai yang meliputi nilai dasar, nilai praksis, serta aktualisasi nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beliau menekankan pentingnya memahami Pancasila tidak hanya sebagai hafalan formal semata, melainkan sebagai pedoman hidup dan tindakan nyata dalam konteks sosial dan kebangsaan yang terus berkembang.

Gambar 1. Judul mata kuliah Pancasila.

Dalam paparannya, narasumber mengulas proses sejarah perumusan Pancasila, mulai dari dinamika perjuangan kemerdekaan hingga penetapan Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila ditempatkan sebagai Grundnorm atau norma hukum tertinggi yang melandasi seluruh aturan perundang-undangan, sehingga berperan sebagai perisai hukum yang menjamin keadilan dan kemanusiaan. Beliau menekankan Pancasila sebagai fondasi pemersatu bangsa di tengah keberagaman ekstrem yang ada di Indonesia.

Gambar 2. Stufenbau Theory.

Lebih lanjut, Dr. Windi Afdal, S.H., M.H., menjelaskan sinergi nilai-nilai Pancasila dengan ajaran dua organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Konsep Darul Mitsaq dan Darul Ahdi wa Syahadah menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka yang menyatukan nilai ketuhanan dan kesetiaan kebangsaan, sehingga mencegah konflik identitas dan memperkuat kerukunan masyarakat.

Narasumber juga mengingatkan tantangan era modern, khususnya disrupsi digital yang membawa polarisasi dan disinformasi. Pancasila harus berfungsi sebagai filter ideologi dan standar etika publik yang menjaga ruang siber dari radikalisme dan kebencian. Pendidikan karakter berbasis praktik, literasi digital ideologis, dan regulasi berkeadilan menjadi strategi utama agar Pancasila tidak sekadar teks formal, tetapi nyata diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Di tengah semua pemaparan tersebut, terlihat jelas bahwa Pancasila adalah Volksgeist—jiwa bangsa Indonesia yang telah teruji oleh badai sejarah. Ia bukan sekadar simbol yang dipajang di dinding kantor, melainkan sumber legitimasi hukum dan perekat jutaan perbedaan yang ada. Keberhasilan Indonesia bertahan sebagai satu bangsa di tengah keberagaman ekstrem bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari pilihan sadar kita untuk tetap berpegang pada jangkar yang sama.

Gambar 3. Desain infografis “The Impossible Nation”.

Selama kegiatan berlangsung, suasana webinar berjalan dengan tertib, kondusif, dan penuh keseriusan. Para peserta mengikuti jalannya pemaparan materi dengan fokus dan antusias hingga akhir sesi. Narasumber menyampaikan materi secara sistematis, reflektif, dan mendalam, sehingga menciptakan atmosfer akademik yang hangat serta mendukung proses pembelajaran yang efektif. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini pun berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti.

Sebagai penutup, Webinar Series #3 ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam memperkuat pemahaman serta kesadaran mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang unggul, berintegritas, dan mampu mengaktualisasikan Pancasila dalam sikap, pemikiran, maupun tindakan nyata. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, tetapi benar-benar hidup dan memberi arah bagi perjalanan bangsa Indonesia ke depan.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri