Menguatkan Implementasi Nilai Pancasila dalam Perspektif HAM dan Keadilan Sosial di Era Digital

Penulis: Rendi Maulana Dly (2541368), Fatimah Azzahra Firstarida Aghata (2512029) | Editor: Sari Tilawah, S.T.

Batam, 10 April 2026 – Universitas Internasional Batam (UIB) kembali menyelenggarakan Webinar Series Pendidikan Pancasila #7 melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Internasional Batam (LPPM UIB) dengan mengangkat tema “Pancasila: Sekadar Hafalan atau Pegangan?”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026 pukul 20.30 WIB hingga selesai secara daring melalui platform Microsoft Teams dan diikuti oleh mahasiswa serta sivitas akademika UIB. Webinar ini menghadirkan Febri Jaya, S. H., M.H. sebagai narasumber utama. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai peran Pancasila sebagai landasan nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus mendorong kemampuan peserta dalam mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut secara kritis dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Pada kegiatan ini, Febri Jaya, S. H., M.H. sebagai narasumber utama memaparkan materi dengan tajuk Pancasila, HAM, dan Keadilan Sosial. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sumber nilai dalam menjamin dan melindungi HAM. “Pancasila mengandung nilai-nilai fundamental yang sejalan dengan prinsip Hak Asasi Manusia, terutama dalam sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab, yang menegaskan bahwa setiap manusia memiliki martabat dan hak yang harus dihormati,” ujarnya.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa implementasi HAM di Indonesia harus berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila agar tidak bertentangan dengan kepribadian bangsa. Narasumber menekankan bahwa kebebasan dalam HAM bukanlah kebebasan yang tanpa batas, melainkan kebebasan yang bertanggung jawab. “HAM dalam perspektif Pancasila bukan hanya tentang hak, tetapi juga tentang kewajiban untuk menghormati hak orang lain serta menjaga harmoni sosial,” tegasnya.

Pada bagian pembahasan mengenai keadilan sosial, narasumber menyoroti bahwa sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, merupakan tujuan akhir dari penyelenggaraan negara. Keadilan sosial tidak hanya dimaknai sebagai pemerataan ekonomi, tetapi juga mencakup akses yang adil terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan hidup yang layak. “Keadilan sosial harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama kelompok yang rentan dan kurang beruntung,” jelas Febri.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta mengajukan pertanyaan terkait isu pelanggaran HAM, diskriminasi, serta peran negara dalam menjamin keadilan sosial. Interaksi ini menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam memahami relevansi Pancasila di tengah dinamika sosial saat ini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami keterkaitan antara Pancasila, HAM, dan keadilan sosial, tetapi juga mampu menginternalisasikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang unggul, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam karakter, integritas, serta kepekaan sosial. Dengan pemahaman yang komprehensif terhadap nilai-nilai Pancasila, mahasiswa diharapkan mampu menjadi individu yang adaptif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri