Penulis: Sheila Septiany, S.Ak, M.M. | Editor: Sari Tilawah, S.T.
Batam, 24 April 2026 – Seminar Nasional bertajuk Strategi Nasional Penguatan Publikasi Bereputasi dan Daya Saing Global Perguruan Tinggi sukses diselenggarakan oleh Universitas Internasional Batam (UIB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) pada Kamis, 23 April 2026 pukul 09.00-12.00 WIB secara hybrid di Aula Lantai 2 Gedung Fakultas Kedokteran UIB serta melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber nasional, yaitu Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi KEMENDIKTISAINTEK RI, serta Dr. H. Nopriadi, S.K.M., M.Kes. selaku Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, dan dimoderatori oleh Prof. Rina Shahriyani Shahrullah, S.H., MCL., Ph.D selaku Dosen Program Magister Hukum Universitas Internasional Batam. Seminar ini diikuti oleh dosen, peneliti, dan sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang antusias untuk memperkuat kapasitas publikasi ilmiah bereputasi.

(Dari Kiri ke Kanan: Dr. Meiliana, Dr. Hari Sutra Disemadi, Dr. Iskandar Itan, Dr. M. Samsuri, Dr. H. Nopriadi, Prof. Rina Shahriyani Shahrullah)
Kegiatan seminar diawali dengan pembukaan oleh MC dan menyambut peserta yang hadir secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting. Acara dilanjutkan dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Rektor Universitas Internasional Batam, Dr. Iskandar Itan, S.E., M.M. yang menegaskan pentingnya penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah bereputasi bagi daya saing perguruan tinggi. Selanjutnya, dilakukan penyerahan cenderamata secara simbolis kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi. Setelah itu, sesi inti seminar dimulai dengan penyampaian materi oleh para narasumber yang dipandu oleh Prof. Rina selaku moderator.

(Dokumentasi Secara Luring)
Dalam pemaparannya, Samsuri menegaskan bashwa publikasi ilmiah nasional perlu mengalami transformasi dari orientasi kuantitas menuju kualitas yang lebih unggul dengan menjunjung tinggi integritas akademik sebagai fondasi utama dalam menghasilkan karya ilmiah bereputasi. Beliau menjelaskan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 13.664 jurnal terakreditasi per Maret 2026 dan jumlah tersebut terus bertambah sebagai bentuk kemajuan ekosistem publikasi nasional. Namun demikian, kualitas tata kelola jurnal, integritas akademik, serta kepercayaan terhadap jurnal nasional tetap menjadi perhatian utama.
Beliau juga menyoroti berbagai langkah strategis pemerintah melalui sinkronisasi sistem ARJUNA, GARUDA, SINTA, dan ANJANI, serta revisi kebijakan akreditasi jurnal ilmiah nasional. Integritas akademik menjadi fondasi utama dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Menurutnya, penguatan tata kelola jurnal dan penegakan etika publikasi menjadi syarat mutlak agar jurnal Indonesia mampu bersaing secara global.

(Dokumentasi Secara Daring via Zoom Meetings)
Sementara itu, Nopriadi menyampaikan bahwa peningkatan publikasi bereputasi harus dibangun melalui strategi yang sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan. Indonesia tercatat memiliki 63.737 publikasi Scopus pada tahun 2024 dengan belanja riset mencapai Rp50,27 triliun, di mana 71% berasal dari perguruan tinggi . Menurut beliau, tren ini menunjukkan pergeseran dari kuantitas ke kualitas, namun masih menghadapi tantangan seperti rendahnya sitasi, dominasi prosiding berdampak rendah, dan keterbatasan kolaborasi internasional.
“Perguruan tinggi perlu mendorong publikasi ilmiah yang tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas, relevansi, dan dampak nyata bagi masyarakat. Publikasi bereputasi harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kontribusi akademik sekaligus memperkuat daya saing institusi di tingkat global,” tegasnya. Ia juga menjelaskan pentingnya strategi seperti pemilihan jurnal yang tepat, penguatan kemampuan teknis penulisan, penggunaan AI secara etis, klinik manuskrip berkelanjutan, hingga respon profesional terhadap reviewer untuk menembus jurnal Scopus.
Diskusi berlangsung sangat interaktif, terutama dari peserta yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Banyak dosen dan peneliti memanfaatkan sesi tanya jawab untuk membahas strategi menembus jurnal bereputasi seperti Scopus, pemilihan jurnal yang tepat, kolaborasi internasional, serta penggunaan AI dalam publikasi ilmiah yang tetap sesuai dengan prinsip integritas akademik. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan pendampingan publikasi ilmiah berkelanjutan. Kegiatan kemudian diakhiri oleh moderator dengan penyampaian rangkuman hasil seminar, dilanjutkan dengan penutupan resmi oleh MC.

(Foto Bersama Secara Luring)
Melalui seminar nasional ini, LPPM UIB berharap seluruh sivitas akademika semakin memahami pentingnya publikasi bereputasi sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus indikator daya saing institusi. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong perguruan tinggi yang unggul, bereputasi, dan berdampak, dengan riset yang tidak hanya terpublikasi secara global tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, penguatan inovasi, serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Internasional Batam


