Penulis: Nafa Indah Sasmi, S.Pd. | Editor: Ambarwulan, S.T.

Batam, 24 April 2026 – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Internasional Batam (UIB) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik internasional melalui ELE Visiting Lecturer pada mata kuliah Curriculum and Design in ELT dengan tema “From Rote to Rethink: The Great Revamp of Malaysian ESL Education” pada Jumat (24/04/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, melalui Zoom Meeting dan Ruangan Video Conference Gedung A Lantai 2 UIB, sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan kurikulum pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat internasional, khususnya di Malaysia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran pada mata kuliah Curriculum and Design in ELT, yang bertujuan untuk memberikan mahasiswa pemahaman nyata mengenai transformasi kurikulum pendidikan Bahasa Inggris sebagai respons terhadap tantangan global. Acara dibuka oleh moderator, Maya Marsevani, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut, yang memandu jalannya kegiatan sekaligus menghubungkan materi dengan konteks pembelajaran mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIB. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Pandu Prasodjo, S.Pd., M.Pd.

Pada sesi utama, materi disampaikan oleh Dr. Bharathi Mutty dari Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR), Malaysia, yang membahas perubahan besar dalam sistem pendidikan ESL (English as a Second Language) di Malaysia, mulai dari era KBSR (Kurikulum Bersepadu Sekolah Rendah) dan KBSM (Kurikulum Bersepadu Sekolah Menengah) yang cenderung berfokus pada tata bahasa dan pembelajaran berbasis hafalan, hingga transformasi menuju KSSR (Kurikulum Standard Sekolah Rendah) dan KSSM (Kurikulum Standard Sekolah Menengah) yang lebih menekankan penggunaan Bahasa Inggris secara aktif dalam konteks kehidupan nyata. Materi ini menunjukkan bagaimana sistem lama membuat siswa mampu lulus ujian, tetapi belum tentu mampu berkomunikasi secara efektif dalam Bahasa Inggris.

Dr. Bharathi juga menjelaskan tiga pilar utama reformasi kurikulum Malaysia, yaitu curriculum, pedagogy, dan assessments. Salah satu perubahan penting adalah pergeseran dari konsep “Learning English” menjadi “Learning in English”, di mana Bahasa Inggris tidak lagi hanya dipelajari sebagai mata pelajaran, tetapi digunakan sebagai alat untuk memahami ilmu pengetahuan, budaya, dan isu sosial. Contohnya, siswa tidak lagi hanya mempelajari struktur if clauses, tetapi diajak berdiskusi dan berdebat mengenai isu nyata seperti larangan penggunaan plastik di sekolah.
Selain itu, sistem evaluasi juga mengalami perubahan besar melalui penerapan School-Based Assessment (SBA) sebesar 50% dan ujian pusat sebesar 50%, sehingga guru tidak hanya berperan sebagai penilai hasil akhir, tetapi juga sebagai fasilitator perkembangan belajar siswa secara berkelanjutan. Pemateri juga membahas tantangan yang masih dihadapi, seperti teacher burnout, kesenjangan digital, serta pendekatan kurikulum yang belum sepenuhnya kontekstual bagi semua siswa.
Diskusi berlangsung interaktif ketika sesi tanya jawab dibuka. Pada kesempatan ini, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UIB, Dr. Pandu Prasodjo, S.Pd., M.Pd., turut memberikan pandangan mengenai relevansi transformasi kurikulum Malaysia terhadap pengembangan kurikulum pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan calon pendidik yang adaptif dan inovatif.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIB, yaitu Tasya Meylarisman (2361019), Inne Dasilva Angel (2361011), Nasya Amelia Putri (2461025), dan Nur Saskia (2461011), juga aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi pembelajaran berbasis komunikasi, tantangan penerapan kurikulum kontekstual, serta strategi guru dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa masa kini.

Kemudian kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada Dr. Bharathi Mutty sebagai penghargaan karena telah memberikan pemahaman baru terkait kurikulum pembelajaran bahasa inggris di Malaysia. Melalui kegiatan visiting lecturer ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIB berharap mahasiswa dapat memiliki perspektif yang lebih luas mengenai desain kurikulum Bahasa Inggris di tingkat global, serta mampu mengambil inspirasi dari praktik pendidikan internasional untuk diterapkan dalam konteks pembelajaran di Indonesia.
“A world-class framework is useless if it doesn’t speak to a student’s actual world.”

Kegiatan ELE Visiting Lecturer ini berjalan dengan lancar dan memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam memahami transformasi kurikulum ESL di Malaysia. Melalui pembahasan mengenai perubahan dari pembelajaran berbasis hafalan menuju pembelajaran berbasis pemahaman dan komunikasi, mahasiswa memperoleh gambaran nyata tentang pentingnya desain kurikulum yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Kehadiran Dr. Bharathi Mutty dari UTAR, Malaysia, sebagai pembicara utama semakin memperkaya perspektif internasional mahasiswa dalam memahami praktik pendidikan global.
Program Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris
Universitas Internasional Batam


