Penulis: Fajar Gumanty (2542105), Fatimah Az Zahra Firstarida Aghata (2512029) | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M

Batam, 10 Juli 2026 – Universitas Internasional Batam (UIB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UIB) kembali menyelenggarakan Webinar Kewarganegaraan Series #4 sebagai bagian dari pelaksanaan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Microsoft Teams pada Kamis (9/7) pukul 18.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa UIB yang mengambil mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
Mengusung tema “Bela Negara dalam Konteks Kekinian”, webinar menghadirkan Dedi Jaya, S.H., M.H. sebagai narasumber. Materi yang disampaikan bertujuan menanamkan pemahaman bahwa bela negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara yang dapat diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan kontribusi positif dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan perkembangan zaman.
Dalam pemaparannya, Dedi Jaya menjelaskan bahwa konsep bela negara tidak lagi terbatas pada upaya mempertahankan negara melalui kekuatan fisik. Bela negara pada era modern diwujudkan melalui rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut melalui integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kontribusi nyata di lingkungan akademik maupun masyarakat.
“Bela negara sejati bukan dimulai dari mengangkat senjata, melainkan dari mengangkat derajat kemanusiaan dan martabat sesama warga negara yang tertindas,” ujar Dedi Jaya, S.H., M.H.

Gambar 1. Dedi Jaya, S.H., M.H. membuka materi Bela Negara dalam Konteks Kekinian.
Materi webinar kemudian membahas lima unsur dasar bela negara, yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban demi bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara baik secara fisik maupun psikis. Kelima unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter warga negara yang tangguh, berintegritas, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kebangsaan di era global.

Gambar 2. Penjelasan mengenai lima unsur dasar bela negara sebagai fondasi karakter warga negara.
Selain membahas konsep dasar, narasumber juga menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan kampus, mahasiswa dapat menunjukkan semangat bela negara melalui budaya belajar yang disiplin, menjunjung tinggi kejujuran akademik, serta menghargai keberagaman. Sementara itu, di era digital, bela negara diwujudkan melalui peningkatan literasi digital, penyebaran informasi yang benar, serta penggunaan media sosial secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Tidak hanya itu, penerapan bela negara juga tercermin dalam kehidupan bermasyarakat melalui kepedulian terhadap sesama, perlindungan terhadap kelompok rentan, serta keberanian membela nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Menurut Dedi Jaya, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya bergantung pada sistem pertahanan, tetapi juga pada karakter masyarakat yang menjunjung tinggi integritas dan nilai kebangsaan.

Gambar 3. Kesimpulan materi yang menekankan bela negara sebagai gaya hidup.
Pada sesi penutup, narasumber menegaskan bahwa bela negara harus menjadi gaya hidup generasi muda. Kedaulatan Indonesia di masa depan akan ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Webinar berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai implementasi bela negara di lingkungan kampus, tantangan menjaga persatuan di era digital, hingga kontribusi generasi muda dalam menghadapi ancaman nonmiliter. Diskusi tersebut semakin memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya bela negara sebagai bagian dari tanggung jawab setiap warga negara Indonesia.
Melalui Webinar Kewarganegaraan Series #4, Universitas Internasional Batam menegaskan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, jiwa kepemimpinan, serta kesadaran kebangsaan yang kuat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh LPPM UIB ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Internasional Batam


