Kewarganegaraan Series #13 UIB Bahas Bela Negara, HAM, dan Kebhinekaan

Penulis: Fatimah Az Zahra Firstarida Aghata (2512029) | Editor : Gilang Ananda, S.Kom.,M.M

Batam, 14 Agustus 2026 – Universitas Internasional Batam (UIB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menyelenggarakan Webinar Series Mata Kuliah Kewarganegaraan. Memasuki pertemuan ke-13, kegiatan ini membahas integrasi nilai kebangsaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Webinar berlangsung secara daring melalui Microsoft Teams pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 18.00–19.20 WIB. Mahasiswa dari berbagai program studi yang mengambil mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan mengikuti kegiatan tersebut. Sementara itu, Dedi Jaya, S.H., M.H. hadir sebagai narasumber.

Nilai Kebangsaan sebagai Perekat Masyarakat

Pada awal sesi, Dedi Jaya menjelaskan pentingnya nilai kebangsaan bagi kehidupan masyarakat. Nilai tersebut menjadi unsur yang menyatukan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nilai kebangsaan Indonesia bersumber dari empat konsensus nasional. Keempatnya meliputi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, nilai kebangsaan berperan sebagai perekat sosial di tengah keberagaman masyarakat. Indonesia memiliki beragam suku, agama, ras, dan golongan. Oleh karena itu, masyarakat perlu menjaga nilai kebangsaan untuk mencegah konflik serta memperkuat persatuan.

(Slide Pembuka: Integrasi Nilai Kebangsaan dalam Kehidupan)

Sinergi Bela Negara, HAM, dan Kebhinekaan

Materi selanjutnya membahas hubungan antara Bela Negara, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Kebhinekaan. Ketiga unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan NKRI.

Bela Negara berperan dalam memperkuat pertahanan dan ketahanan nasional. Sementara itu, HAM memberikan jaminan terhadap keadilan serta martabat setiap individu. Kebhinekaan juga memiliki peran penting karena mampu menyatukan perbedaan melalui semangat persaudaraan dan gotong royong.

Dengan demikian, Bela Negara dan HAM tidak seharusnya dipertentangkan. Negara memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat. Di sisi lain, warga negara juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan negara.

Pelaksanaan Bela Negara tetap perlu memperhatikan prinsip HAM. Hal tersebut penting agar upaya menjaga keamanan tidak menimbulkan diskriminasi maupun tindakan sewenang-wenang.

Dedi Jaya juga membahas berbagai tantangan dalam penerapan nilai kebangsaan. Beberapa di antaranya adalah apatisme sosial dan penyalahgunaan wewenang. Karena itu, pendidikan kewarganegaraan, penguatan supremasi hukum, dan dialog antarumat beragama menjadi bagian dari solusi yang diperlukan.

(Pemaparan Materi: Sinergi Tiga Pilar Kebangsaan – Bela Negara, HAM, dan Kebhinekaan)

Pancasila sebagai Pedoman Etika Profesi

Webinar Kewarganegaraan Series #13 UIB juga membahas penerapan Pancasila dalam kehidupan profesional. Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga dapat menjadi pedoman moral dalam menjalankan pekerjaan.

Setiap profesi memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Prinsip tersebut berlaku bagi akademisi, praktisi hukum, tenaga medis, birokrat, maupun wirausahawan.

Dalam penerapannya, sila pertama mendorong integritas serta penolakan terhadap korupsi, kolusi, dan penipuan. Selanjutnya, sila kedua mengajarkan perlakuan yang adil dan manusiawi kepada setiap orang.

Sila ketiga mendorong masyarakat untuk mengutamakan kepentingan bersama. Sementara itu, sila keempat menekankan penyelesaian persoalan melalui musyawarah. Adapun sila kelima mengarahkan masyarakat pada produktivitas yang berkeadilan dan mendukung kesejahteraan bersama.

(Pemaparan Materi: Implementasi Sila 1 dan 2 Pancasila dalam Etika Profesi)

Peran Akademisi dalam Pembangunan Bangsa

Pada bagian berikutnya, Dedi Jaya menjelaskan peran akademisi melalui Tridharma Perguruan Tinggi. Akademisi memiliki posisi strategis sebagai kekuatan moral sekaligus pemikir kritis dalam pembangunan bangsa.

Melalui pendidikan dan pengajaran, perguruan tinggi dapat membentuk generasi yang memiliki kesadaran kebangsaan. Kemudian, melalui penelitian, akademisi dapat menghasilkan kajian dan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Selain itu, pengabdian kepada masyarakat menjadi sarana untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung. Dengan cara tersebut, perguruan tinggi dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kualitas kehidupan masyarakat.

Namun, akademisi juga menghadapi berbagai tantangan pada era globalisasi. Beberapa di antaranya adalah komersialisasi pendidikan, individualisme akademik, serta rendahnya kepekaan terhadap persoalan masyarakat. Oleh sebab itu, akademisi perlu terus memperkuat perannya sebagai intelektual yang memberikan manfaat nyata bagi publik.

(Pemaparan Materi: Implementasi Sila 1 dan 2 Pancasila dalam Etika Profesi)

Membangun Generasi Berintegritas dan Berjiwa Kebangsaan

Melalui Kewarganegaraan Series #13, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis. Mereka juga diharapkan mampu menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Integrasi antara Bela Negara, HAM, Kebhinekaan, dan Pancasila menjadi bekal penting bagi generasi muda. Nilai-nilai tersebut dapat membantu mahasiswa menjadi pribadi yang kritis, berintegritas, menghargai perbedaan, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen LPPM Universitas Internasional Batam dalam membangun karakter mahasiswa. Melalui pendidikan kewarganegaraan, UIB terus mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga persatuan Indonesia.

(Pemaparan Materi: Tridharma Perguruan Tinggi – Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat)

Jadilah Bagian dari Universitas Internasional Batam

Ingin kuliah di lingkungan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan wawasan kebangsaan? Universitas Internasional Batam siap menjadi tempat untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depanmu.

Temukan berbagai pilihan program studi dan kesempatan untuk berkembang bersama UIB. Daftar sekarang melalui pendaftaran.uib.ac.id dan jadilah bagian dari generasi yang siap memberikan dampak positif bagi Indonesia.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri