Student Satisfaction and Continuance Intention of E-learning System: University Student Perspective

Penulis: Heru Wijayanto Aripradono, S.Kom., M.M., M.MT | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M

Sumber: ChatGPT

Artikel penelitian berjudul “Student Satisfaction and Continuance Intention of E-learning System: University Student Perspective” merupakan karya Bapak Heru Wijayanto Aripradono, S.Kom., M.M., M.MT., Bapak Surya Tjahyadi, dan Saudara Winson Kennedy dari Program Studi Teknologi Informasi, Universitas Internasional Batam. Penelitian ini diterbitkan dalam Jurnal Teknologi dan Open Source, Vol. 8, No. 1, June 2025, halaman 16–26.

Penelitian ini membahas kepuasan mahasiswa dan keinginan untuk terus menggunakan sistem e-learning dalam mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi. Perkembangan teknologi serta perubahan sistem pembelajaran setelah pandemi COVID-19 membuat penggunaan e-learning semakin berkembang. Melalui sistem ini, mahasiswa dapat mengakses materi, mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas, dan memperoleh berbagai sumber pembelajaran secara lebih fleksibel tanpa terbatas oleh waktu dan lokasi.

Namun, keberhasilan penerapan e-learning tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi. Interaktivitas, kualitas materi pembelajaran, kualitas desain pembelajaran, persepsi manfaat, kesesuaian pengalaman dengan harapan, dan kepuasan mahasiswa menjadi faktor yang dapat memengaruhi keinginan mahasiswa untuk terus menggunakan sistem e-learning. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan dan continuance intention mahasiswa di Kota Batam.

Penelitian menggunakan Expectation Confirmation Model (ECM) untuk menganalisis hubungan antara pengalaman mahasiswa dalam menggunakan e-learning dengan keinginan mereka untuk terus menggunakan sistem tersebut. Model penelitian mencakup tujuh variabel utama, yaitu interactivity, course content quality, course design quality, perceived usefulness, confirmation, satisfaction, dan continuance intention.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner Google Forms. Sebanyak 443 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Batam menjadi responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antarvariabel dalam model penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa interactivity berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived usefulness, confirmation, dan satisfaction. Semakin baik interaksi yang diberikan oleh sistem e-learning, semakin besar manfaat yang dirasakan mahasiswa, kesesuaian pengalaman dengan harapan, serta tingkat kepuasan mereka. Pengaruh interaktivitas terhadap satisfaction tercatat sebesar 0,341 dengan p-value 0,000, sedangkan terhadap perceived usefulness sebesar 0,234 dengan p-value 0,000.

Selain interaktivitas, course content quality juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap confirmation, perceived usefulness, dan satisfaction. Materi pembelajaran yang berkualitas, relevan, dan mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa dapat meningkatkan manfaat yang dirasakan dari penggunaan e-learning.

Selanjutnya, course design quality terbukti memberikan pengaruh positif terhadap perceived usefulness, confirmation, dan satisfaction. Desain pembelajaran yang terstruktur, mudah dipahami, dan memiliki navigasi yang baik dapat memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman bagi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh course design quality terhadap confirmation sebesar 0,274, perceived usefulness sebesar 0,225, dan satisfaction sebesar 0,259, dengan p-value masing-masing 0,000.

Penelitian juga menunjukkan bahwa confirmation berpengaruh positif terhadap perceived usefulness dan satisfaction. Ketika pengalaman mahasiswa dalam menggunakan e-learning sesuai atau melebihi harapan awal, mahasiswa cenderung memiliki penilaian yang lebih positif terhadap manfaat sistem dan merasa lebih puas dalam menggunakannya.

Temuan penting lainnya berkaitan dengan perceived usefulness dan satisfaction terhadap continuance intention. Perceived usefulness memiliki pengaruh positif terhadap continuance intention dengan koefisien 0,462 dan p-value 0,000. Sementara itu, satisfaction juga memberikan pengaruh positif terhadap continuance intention dengan koefisien 0,362 dan p-value 0,000. Dengan demikian, semakin besar manfaat yang dirasakan dan semakin tinggi kepuasan mahasiswa, semakin besar pula keinginan mereka untuk terus menggunakan e-learning.

Selain pengaruh langsung, penelitian menemukan bahwa interactivity, course content quality, dan course design quality juga dapat memengaruhi continuance intention secara tidak langsung melalui perceived usefulness, confirmation, dan satisfaction. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pengalaman mahasiswa dalam menggunakan sistem memiliki peran penting dalam membangun keberlanjutan penggunaan e-learning.

Berdasarkan penelitian terhadap 443 mahasiswa, e-learning dinilai memberikan manfaat dan mampu mendukung kebutuhan pembelajaran mahasiswa di Kota Batam. Persepsi manfaat dan kepuasan tersebut kemudian mendorong mahasiswa untuk tetap menggunakan sistem e-learning. Meskipun demikian, pengembangan sistem tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi dan kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna.

Secara keseluruhan, penelitian “Student Satisfaction and Continuance Intention of E-learning System: University Student Perspective” menunjukkan bahwa interactivity, course content quality, dan course design quality merupakan faktor penting dalam meningkatkan perceived usefulness, confirmation, dan satisfaction mahasiswa, yang selanjutnya berkontribusi terhadap continuance intention. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas sistem e-learning agar lebih interaktif, mudah digunakan, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran digital.

🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi  Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftran Program Sarjana Teknologi Informasi.
Note : mohon untuk hyperlink narasi tersebut dengan website prodi, peminatan TI & Pendaftaran Universitas Internasional Batam.

Referensi

  • Bismala, L., & Manurung, Y. H. (2021). Student satisfaction in e-learning during the COVID-19 pandemic in Indonesia. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 10(3), 753–759. DOI: 10.11591/ijere.v10i3.21467.
  • Baber, H. (2020). Determinants of students’ perceived learning outcome and satisfaction in online learning during the pandemic of COVID-19. Journal of Education and e-Learning Research, 7(3), 285–292. DOI: 10.20448/JOURNAL.509.2020.73.285.292.
  • Sholikah, M., & Sutirman, S. (2020). The factors influencing students’ satisfaction in e-learning using technology acceptance model. TEM Journal, 9(3), 1221–1226. DOI: 10.18421/TEM93-50.
  • Hamzah, M. I., et al. (2022). The influence of website functionality and perceived usefulness on e-learning satisfaction. Journal of System and Management Sciences, 12(5), 252–267. DOI: 10.33168/JSMS.2022.0515.
  • Maphalala, M. C., & Adigun, O. T. (2020). Academics’ experience of implementing e-learning in a South African higher education institution. International Journal of Higher Education, 10(1), 1–13. DOI: 10.5430/ijhe.v10n1p1.
  • Nur Fitria. (2021). Institution e-learning platform: Information technology and student satisfaction. EDUTEC, 4(3), 493–503. DOI: 10.29062/edu.v4i3.157.
  • Giannakos, M. N., et al. (2022). A systematic review of e-learning capabilities and learning technologies. Information Systems Frontiers, 24(2), 619–635. DOI: 10.1007/s10796-020-10097-2.
  • Yawson, D. E., & Yamoah, F. A. (2020). Understanding satisfaction essentials of e-learning in higher education. Heliyon, 6(11), e05519. DOI: 10.1016/j.heliyon.2020.e05519.
  • Cheng, Y. M. (2020). The roles of interactivity and course quality in cloud-based e-learning satisfaction and continuance intention. Education and Training, 62(9), 1037–1059. DOI: 10.1108/ET-10-2019-0245.
  • Suzianti, A., & Paramadini, S. A. (2021). Continuance intention of e-learning systems. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 7(1), 97. DOI: 10.3390/JOITMC7010097.
  • Ab Hamid, M. R., et al. (2022). Student satisfaction and intention to continue online learning during COVID-19. Malaysian Journal of Social Sciences and Humanities, 18(3). DOI: 10.17576/geo-2022-1803-09.
  • Wang, Y., et al. (2021). University students’ online learning experience based on a modified Expectation Confirmation Model. Sustainability, 13(8), 4586. DOI: 10.3390/su13084586.
  • Rabaa’i, A. A., et al. (2021). Moodle continuance intention based on the Expectation Confirmation Model. Interdisciplinary Journal of Information, Knowledge, and Management, 16, 397–434. DOI: 10.28945/4842.
  • Al-Adwan, A. S., et al. (2021). A holistic model of sustainable e-learning success. Sustainability, 13(16), 1–25. DOI: 10.3390/su13169453.
  • Amka, A., & Dalle, J. (2022). E-learning satisfaction among students with special needs in Indonesia. Contemporary Educational Technology, 14(1), 1–19. DOI: 10.30935/cedtech/11371.
  • AlMulhem, A. (2020). The impact of quality and organizational factors on e-learning satisfaction. Cogent Education, 7(1). DOI: 10.1080/2331186X.2020.1787004.
  • Nikou, S., & Maslov, I. (2023). University students’ satisfaction and e-learning outcomes. International Journal of Educational Management, 37(1), 1–21. DOI: 10.1108/IJEM-04-2022-0166.

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri