Webinar Sociopreneurship UIB Bahas Problematika Sosial Kota Batam

 

Penulis: Riven Verandi (2541369) | Rendi Maulana Dly(2541368) | Editor: Annisa Muasrani, S.I.Kom, M.I.Kom

Batam, 26 September 2026 – Universitas Internasional Batam (UIB) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa, Yayasan Embun Pelangi, dan Aktivis Kepulauan Riau menggelar Webinar Sociopreneurship UIB bertema “Gen Z dan Problematika Sosial Kota Batam”. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Microsoft Teams dan diikuti oleh ratusan mahasiswa UIB. Webinar tersebut menghadirkan Didik Supriyanto, Wulan Rahmadani, Kasiyanto, dan Efrizal sebagai narasumber.

Webinar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai ketimpangan sosial di Kota Batam. Selain itu, peserta diajak memahami pendekatan sociopreneurship dan etika keterlibatan saat berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Webinar Sociopreneurship UIB Mengungkap Dua Wajah Kota Batam

Dalam sesi pemaparan, narasumber membahas fenomena “Dua Wajah Kota Batam (Paradoks Perkotaan)”. Di satu sisi, Batam berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri modern, dan perdagangan internasional. Namun, perkembangan tersebut juga berdampingan dengan persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian.

Persoalan tersebut antara lain kondisi permukiman informal, kehidupan masyarakat di wilayah hinterland, serta keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Melalui pembahasan ini, mahasiswa diajak melihat realitas sosial yang mungkin luput dari perhatian di tengah pembangunan kota.

Narasumber menekankan bahwa sense of empathy atau kepekaan terhadap kondisi orang lain dimulai dengan kesediaan melihat dan memahami pengalaman masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mengenali persoalan dari luar, tetapi juga belajar memahami kehidupan warga berdasarkan pengalaman mereka sendiri.

Narasumber turut membagikan pengalaman pemberdayaan masyarakat di Sidomulyo. Dalam sesi tersebut, mereka mengangkat filosofi “It takes a village to raise a child”, yang menekankan pentingnya peran bersama dalam mendukung tumbuh kembang seseorang. Sebelum menawarkan pengetahuan atau perubahan, mahasiswa perlu membangun kepercayaan (trust) dan rasa aman bersama warga.

Etika Lapangan Menjadi Bekal Mahasiswa UIB

Selain membahas ketimpangan sosial, Webinar Sociopreneurship UIB memberikan pemahaman mengenai Kompas Etika Lapangan (Field Engagement). Materi ini menekankan pentingnya kerendahan hati sosial (social humility) ketika mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat.

Mahasiswa diharapkan hadir sebagai pembelajar, bukan sebagai pihak yang merasa lebih tahu atau lebih mampu. Karena itu, mahasiswa perlu mendengarkan cerita dan pengalaman warga secara utuh sebelum menyimpulkan masalah atau merancang kegiatan.

Narasumber juga menekankan prinsip do no harm, yaitu menghindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat. Prinsip ini mencakup penghormatan terhadap norma, adat, tradisi, dan privasi warga. Pengambilan foto atau video yang menampilkan kondisi kemiskinan juga perlu mendapat izin agar tidak mengabaikan martabat masyarakat.

Selanjutnya, mahasiswa didorong menerapkan riset partisipatif dan wawancara empatis. Masyarakat perlu dilibatkan sejak awal dalam proses memahami masalah dan merancang gagasan kegiatan. Pendekatan ini dilakukan melalui dialog terbuka serta kesediaan mendengarkan aspirasi warga.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak datang membawa solusi yang sudah ditentukan sebelumnya. Mereka juga perlu menghindari janji yang tidak dapat dipenuhi. Sebaliknya, mahasiswa dapat membangun hubungan berdasarkan rasa saling menghormati dan kepercayaan.

Kolaborasi Lintas Disiplin untuk Sociopreneurship Berdampak

Pada akhir sesi, Narasumber menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang akan terlibat dalam kegiatan lapangan.

“Ketika nanti ditugaskan ke lapangan, lepaskan dulu semua atribut akademis. Buka mata dan telinga lebar-lebar. Dengarkan cerita warga sebelum merancang solusi bisnis sosial apapun.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat perlu menjadi dasar dalam merancang inisiatif bisnis sosial. Mahasiswa perlu membuka ruang dialog agar gagasan yang dikembangkan sesuai dengan kondisi dan aspirasi warga.

Narasumber juga menekankan bahwa persoalan sosial tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan saja. Oleh sebab itu, kolaborasi lintas disiplin dari berbagai program studi diperlukan untuk membangun ekosistem sociopreneurship yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata.

Melalui Webinar Sociopreneurship UIB, mahasiswa memperoleh perspektif mengenai ketimpangan sosial, etika lapangan, dan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Pemahaman tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan gagasan sosial yang berangkat dari empati, partisipasi, serta penghormatan terhadap martabat manusia.

Ingin Mengembangkan Kompetensi Bersama UIB?

Bergabunglah dengan Universitas Internasional Batam (UIB) dan kembangkan kompetensi melalui pembelajaran, kolaborasi, serta berbagai kegiatan pengembangan diri. Informasi penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui pendaftaran Universitas Internasional Batam.

Daftar sekarang dan mulai perjalananmu menjadi bagian dari generasi global bersama UIB!

 

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri