Penulis: Romario Galiano (2432085) | Editor: Annisa Muasrani, S.I.Kom, M.I.Kom

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Internasional Batam (UIB) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kurikulum Program Studi Teknologi Informasi dan Program Studi Sistem Informasi pada Kamis, 24 September 2026 pukul 14.00 WIB melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi dan pengembangan kurikulum agar pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia industri. FGD melibatkan dosen, mitra industri, alumni, dan mahasiswa yang memberikan perspektif berdasarkan pengalaman masing-masing.
Diskusi membahas berbagai aspek pembelajaran. Topik yang dibahas meliputi kompetensi mahasiswa, metode pembelajaran, pengalaman praktis, kebutuhan dunia kerja, hingga perkembangan teknologi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum.
Penguatan Fundamental dan Problem Solving
Salah satu perhatian dalam FGD adalah penguatan kemampuan fundamental Teknologi Informasi dan problem solving. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami materi berdasarkan contoh, tetapi juga mampu berpikir analitis, melakukan troubleshooting, dan mencari solusi ketika menghadapi permasalahan yang berbeda.
Untuk mendukung kemampuan tersebut, pembelajaran dapat diperkuat melalui studi kasus, kegiatan praktik, challenge, serta latihan pemecahan masalah. Pendekatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dalam menghadapi permasalahan yang lebih beragam.
Selain kompetensi teknis, kemampuan komunikasi dan public speaking juga menjadi perhatian. Mahasiswa perlu mampu menyampaikan ide, mempresentasikan hasil pekerjaan, berdiskusi, serta menjelaskan solusi secara baik sebagai bagian dari persiapan menghadapi lingkungan profesional.
Perkembangan Artificial Intelligence (AI), termasuk Agentic AI, turut menjadi pembahasan. Pesatnya perkembangan teknologi mendorong kurikulum untuk terus beradaptasi. Namun, penguasaan fundamental Computer Science tetap perlu dipertahankan sebagai dasar dalam mempelajari dan menerapkan teknologi baru.
Pengalaman Praktis dan Keterlibatan Industri
Dari sisi pembelajaran, peserta FGD menekankan pentingnya pengalaman praktis melalui laboratorium, proyek, studi kasus, dan implementasi secara langsung. Pendekatan tersebut dapat membantu mahasiswa menghubungkan materi perkuliahan dengan kondisi nyata.
Selain itu, bidang Cybersecurity dapat dikembangkan secara bertahap, mulai dari pemahaman dasar hingga kompetensi tingkat lanjut. Pengembangan tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan dalam pembelajaran bidang Teknologi Informasi.
Keterlibatan industri juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pembelajaran. Mitra industri dan praktisi dapat dilibatkan dalam kegiatan seperti review proyek, Expo, guest lecture, Capstone, studi kasus, maupun evaluasi hasil pembelajaran.
Expo juga dapat terus dikembangkan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil karya. Kegiatan tersebut sekaligus membuka peluang talent scouting dan kolaborasi dengan industri.

Sertifikasi dan Student Engagement
Peserta FGD turut memberikan perhatian terhadap sertifikasi profesional. Pilihan sertifikasi dapat diperluas pada berbagai bidang, seperti Network, Cloud, Cybersecurity, AI/Data, dan System Administration.
Dengan pilihan tersebut, mahasiswa memiliki lebih banyak alternatif untuk mendukung pengembangan kompetensi dan rencana karier. Di sisi lain, kondisi mahasiswa yang bekerja juga perlu diperhatikan dengan mempertimbangkan latar belakang dan kondisi masing-masing mahasiswa.
Dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, student engagement juga menjadi salah satu perhatian. Proses perkuliahan dapat dikembangkan melalui metode yang lebih interaktif, seperti diskusi terbuka, pertanyaan kontekstual, studi kasus, ice breaking, serta pendekatan yang menyesuaikan karakteristik mahasiswa.
Hasil FGD Menjadi Bahan Evaluasi Kurikulum
Secara keseluruhan, hasil FGD menunjukkan bahwa kurikulum Program Studi Teknologi Informasi telah mengalami perkembangan dan menjadi semakin terstruktur. Ke depan, pengembangan kurikulum tidak hanya berfokus pada teknologi terbaru, tetapi juga tetap memperkuat fundamental, problem solving, troubleshooting, komunikasi profesional, pembelajaran praktis, keterlibatan industri, dan sertifikasi.
Hasil diskusi selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam evaluasi RPS, metode pembelajaran, sistem asesmen, fasilitas laboratorium, serta Continuous Quality Improvement (CQI) di Program Studi Teknologi Informasi.
Ingin Kuliah dengan Pengalaman Internasional Bersama UIB?
Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendalami bidang Teknologi Informasi, informasi mengenai Program Studi Teknologi Informasi Universitas Internasional Batam dapat menjadi referensi untuk mengenal program studi dan bidang yang dipelajari.
Mahasiswa juga dapat memilih berbagai peminatan sesuai minat dan pengembangan kompetensi, seperti Cloud Engineering, Smart Systems, dan Cyber Intelligence.
Bergabunglah dengan UIB dan dapatkan kesempatan mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran, kolaborasi, serta berbagai kegiatan internasional. Informasi penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui pendaftaran Universitas Internasional Batam.
Daftar sekarang dan mulai perjalananmu menjadi bagian dari generasi global bersama UIB!
Program Sarjana Teknologi Informasi
Universitas Internasional Batam

