Dosen Gizi UIB Teliti Potensi Madu Lebah Tanpa Sengat

 

Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan dan Sains Universitas Internasional Batam (UIB), Honey Yahdillah dan Miftahul Jannah, mempublikasikan penelitian mengenai madu lebah tanpa sengat atau madu kelulut. Penelitian tersebut berkolaborasi dengan Ayu Nirmala Sari dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dan terbit dalam AcTion: Aceh Nutrition Journal Volume 11 Nomor 3 Tahun 2026 pada 15 September 2026.

Jurnal tersebut saat ini berstatus Sinta 2 berdasarkan data SINTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Artikel berjudul “From bioactive evidence to functional food development: barriers to the commercial translation of stingless bee honey: a narrative review” diterbitkan pada halaman 1154–1167 dengan DOI 10.30867/action.v11i3.3456.

Penelitian Madu Lebah Tanpa Sengat UIB

Penelitian ini bertujuan merangkum bukti mengenai sifat bioaktif, faktor penentu mutu, serta hambatan komersialisasi madu lebah tanpa sengat. Tim peneliti menggunakan metode narrative review dengan pencarian literatur melalui PubMed dan ScienceDirect.

Pencarian terakhir dilakukan pada 2 September 2026 dan mencakup publikasi sejak Januari 2015 hingga Agustus 2026. Dalam proses tersebut, peneliti mengidentifikasi 2.595 rekaman dari kedua basis data.

Setelah melalui proses penyaringan, penghapusan duplikasi, dan penilaian kelayakan, sebanyak 25 penelitian masuk dalam sintesis akhir. Kajian tersebut mencakup penelitian laboratorium, penelitian praklinis pada hewan, serta penelitian terkait aplikasi pascapanen dan pengembangan produk pangan.

Hasil kajian menunjukkan bahwa madu lebah tanpa sengat memiliki potensi antioksidan dan antimikroba berdasarkan bukti eksperimental. Namun, bukti mengenai efek antidiabetes, antiobesitas, dan penyembuhan luka masih didominasi penelitian praklinis. Dari 25 penelitian yang dianalisis, belum terdapat penelitian klinis pada manusia.

Hambatan Standardisasi dan Komersialisasi Madu Kelulut

Selain mengkaji potensi bioaktif, penelitian ini menyoroti tantangan dalam pengembangan madu kelulut sebagai pangan fungsional. Perbedaan spesies lebah, sumber botani, wilayah geografis, musim panen, penanganan pascapanen, dan metode analisis dapat memengaruhi karakteristik madu.

Kondisi tersebut membuat proses standardisasi mutu dan pengembangan produk komersial menjadi lebih kompleks. Di Indonesia, penelitian mencatat bahwa SNI 8664:2018 telah mengakui madu lebah tanpa sengat sebagai kategori tersendiri.

Namun, peneliti menilai masih diperlukan evaluasi terhadap penerapan kriteria mutu berdasarkan variasi spesies, wilayah, dan kondisi produksi. Selain itu, validasi metode autentikasi juga menjadi perhatian karena sejumlah metode yang tersedia belum diuji secara luas pada berbagai spesies dan jenis pemalsuan.

(Sumber: LPPM UIB)

Pengembangan Produk Perlu Berbasis Bukti

Melalui penelitian ini, tim peneliti menekankan pentingnya pengembangan produk madu lebah tanpa sengat yang berbasis bukti. Penelitian lanjutan perlu memperkuat studi dosis-respons, uji klinis pada manusia, validasi metode autentikasi, serta pengujian formulasi pangan.

Selain itu, kajian merekomendasikan pengembangan produk berbasis fermentasi karena memiliki bukti awal yang relatif lebih konsisten. Dengan demikian, hasil penelitian dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kajian lanjutan mengenai madu kelulut sebagai bagian dari pengembangan pangan fungsional.

Ketua LPPM UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, menyampaikan bahwa capaian publikasi dosen pada jurnal ilmiah menjadi bagian penting dalam memperkuat budaya penelitian di lingkungan Universitas Internasional Batam.

Penelitian mengenai madu lebah tanpa sengat menunjukkan bahwa kajian dosen UIB terus diarahkan pada isu yang relevan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang gizi, pangan fungsional, dan kesehatan. Publikasi ilmiah juga membuka peluang bagi pengembangan kajian lanjutan yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

(Sumber: LPPM UIB)

UIB Dorong Penguatan Riset dan Publikasi Ilmiah

UIB berkomitmen untuk terus mendorong penguatan penelitian dan publikasi ilmiah berkualitas melalui dukungan terhadap sivitas akademika dalam menghasilkan karya berbasis bukti.

Melalui LPPM, UIB mendorong dosen untuk mengangkat isu strategis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian juga diarahkan untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah sehingga dapat diakses oleh komunitas akademik yang lebih luas.

Capaian publikasi ini menjadi bagian dari upaya UIB dalam memperkuat produktivitas riset, meningkatkan kualitas publikasi dosen, serta memperluas kontribusi universitas terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Ingin Mengembangkan Kompetensi Bersama UIB?

Bergabunglah dengan Universitas Internasional Batam (UIB) dan kembangkan kompetensi melalui pembelajaran, kolaborasi, serta berbagai kegiatan pengembangan diri. Informasi penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui pendaftaran Universitas Internasional Batam. Daftar sekarang dan mulai perjalananmu menjadi bagian dari generasi global bersama UIB!

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Penulis: Amelia Asadi, S.M | Editor: Annisa Muasrani, S.I.Kom, M.I.Kom

Dosen Gizi UIB Teliti Potensi Madu Lebah Tanpa Sengat

Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan dan Sains Universitas Internasional Batam (UIB), Honey Yahdillah dan Miftahul Jannah, mempublikasikan penelitian mengenai madu lebah tanpa sengat atau madu kelulut. Penelitian tersebut berkolaborasi dengan Ayu Nirmala Sari dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dan terbit dalam AcTion: Aceh Nutrition Journal Volume 11 Nomor 3 Tahun 2026 pada 15 September 2026.

Jurnal tersebut saat ini berstatus Sinta 2 berdasarkan data SINTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Artikel berjudul “From bioactive evidence to functional food development: barriers to the commercial translation of stingless bee honey: a narrative review” diterbitkan pada halaman 1154–1167 dengan DOI 10.30867/action.v11i3.3456.

Penelitian Madu Lebah Tanpa Sengat UIB

Penelitian ini bertujuan merangkum bukti mengenai sifat bioaktif, faktor penentu mutu, serta hambatan komersialisasi madu lebah tanpa sengat. Tim peneliti menggunakan metode narrative review dengan pencarian literatur melalui PubMed dan ScienceDirect.

Pencarian terakhir dilakukan pada 2 September 2026 dan mencakup publikasi sejak Januari 2015 hingga Agustus 2026. Dalam proses tersebut, peneliti mengidentifikasi 2.595 rekaman dari kedua basis data.

Setelah melalui proses penyaringan, penghapusan duplikasi, dan penilaian kelayakan, sebanyak 25 penelitian masuk dalam sintesis akhir. Kajian tersebut mencakup penelitian laboratorium, penelitian praklinis pada hewan, serta penelitian terkait aplikasi pascapanen dan pengembangan produk pangan.

Hasil kajian menunjukkan bahwa madu lebah tanpa sengat memiliki potensi antioksidan dan antimikroba berdasarkan bukti eksperimental. Namun, bukti mengenai efek antidiabetes, antiobesitas, dan penyembuhan luka masih didominasi penelitian praklinis. Dari 25 penelitian yang dianalisis, belum terdapat penelitian klinis pada manusia.

Hambatan Standardisasi dan Komersialisasi Madu Kelulut

Selain mengkaji potensi bioaktif, penelitian ini menyoroti tantangan dalam pengembangan madu kelulut sebagai pangan fungsional. Perbedaan spesies lebah, sumber botani, wilayah geografis, musim panen, penanganan pascapanen, dan metode analisis dapat memengaruhi karakteristik madu.

Kondisi tersebut membuat proses standardisasi mutu dan pengembangan produk komersial menjadi lebih kompleks. Di Indonesia, penelitian mencatat bahwa SNI 8664:2018 telah mengakui madu lebah tanpa sengat sebagai kategori tersendiri.

Namun, peneliti menilai masih diperlukan evaluasi terhadap penerapan kriteria mutu berdasarkan variasi spesies, wilayah, dan kondisi produksi. Selain itu, validasi metode autentikasi juga menjadi perhatian karena sejumlah metode yang tersedia belum diuji secara luas pada berbagai spesies dan jenis pemalsuan.

(Sumber: LPPM UIB)

Pengembangan Produk Perlu Berbasis Bukti

Melalui penelitian ini, tim peneliti menekankan pentingnya pengembangan produk madu lebah tanpa sengat yang berbasis bukti. Penelitian lanjutan perlu memperkuat studi dosis-respons, uji klinis pada manusia, validasi metode autentikasi, serta pengujian formulasi pangan.

Selain itu, kajian merekomendasikan pengembangan produk berbasis fermentasi karena memiliki bukti awal yang relatif lebih konsisten. Dengan demikian, hasil penelitian dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kajian lanjutan mengenai madu kelulut sebagai bagian dari pengembangan pangan fungsional.

Ketua LPPM UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, menyampaikan bahwa capaian publikasi dosen pada jurnal ilmiah menjadi bagian penting dalam memperkuat budaya penelitian di lingkungan Universitas Internasional Batam.

Penelitian mengenai madu lebah tanpa sengat menunjukkan bahwa kajian dosen UIB terus diarahkan pada isu yang relevan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang gizi, pangan fungsional, dan kesehatan. Publikasi ilmiah juga membuka peluang bagi pengembangan kajian lanjutan yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

(Sumber: LPPM UIB)

UIB Dorong Penguatan Riset dan Publikasi Ilmiah

UIB berkomitmen untuk terus mendorong penguatan penelitian dan publikasi ilmiah berkualitas melalui dukungan terhadap sivitas akademika dalam menghasilkan karya berbasis bukti.

Melalui LPPM, UIB mendorong dosen untuk mengangkat isu strategis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian juga diarahkan untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah sehingga dapat diakses oleh komunitas akademik yang lebih luas.

Capaian publikasi ini menjadi bagian dari upaya UIB dalam memperkuat produktivitas riset, meningkatkan kualitas publikasi dosen, serta memperluas kontribusi universitas terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Ingin Mengembangkan Kompetensi Bersama UIB?

Bergabunglah dengan Universitas Internasional Batam (UIB) dan kembangkan kompetensi melalui pembelajaran, kolaborasi, serta berbagai kegiatan pengembangan diri. Informasi penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui pendaftaran Universitas Internasional Batam. Daftar sekarang dan mulai perjalananmu menjadi bagian dari generasi global bersama UIB!

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Penulis: Amelia Asadi, S.M | Editor: Annisa Muasrani, S.I.Kom, M.I.Kom

 

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri