Dosen Akuntansi UIB Tembus Jurnal Q2 lewat Riset Sustainability Disclosure

 

Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Internasional Batam (UIB) berhasil mempublikasikan penelitian pada jurnal internasional bereputasi Q2, Studies in Business and Economics, Volume 21(2) Tahun 2026. Penelitian tersebut mengkaji hubungan remunerasi eksekutif dengan sustainability disclosure pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penelitian berjudul “Does CEO Gender and Independent Commissioner Moderate Executive Remuneration on Sustainability Disclosure? Evidence from Indonesia” ditulis oleh Meiliana Suparman, Ria Karina, Teddy Jurnali, Sheila Septiany, dan Nelson Ng dari Universitas Internasional Batam.

Penelitian UIB Mengkaji Sustainability Disclosure di Indonesia

Tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling. Dari 938 perusahaan yang terdaftar di BEI, sebanyak 164 perusahaan ditetapkan sebagai sampel penelitian.

Data awal mencakup 984 observasi perusahaan-tahun selama enam tahun. Setelah mengeluarkan 76 data outlier, penelitian menggunakan 908 observasi sebagai sampel akhir.

Dalam penelitian ini, sustainability disclosure diukur berdasarkan informasi ekonomi, lingkungan, dan sosial yang mengacu pada kerangka Global Reporting Initiative (GRI). Sementara itu, remunerasi eksekutif diukur menggunakan logaritma natural dari total remunerasi eksekutif.

Peneliti juga mengukur CEO gender berdasarkan gender direktur utama. Adapun komisaris independen diukur berdasarkan proporsinya dalam dewan komisaris.

Remunerasi Eksekutif Berhubungan dengan Sustainability Disclosure

Hasil penelitian menunjukkan bahwa remunerasi eksekutif memiliki hubungan positif dan signifikan dengan sustainability disclosure. Model utama menghasilkan koefisien sebesar 0,056 dengan tingkat signifikansi p < 0,01.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dengan remunerasi eksekutif yang lebih tinggi cenderung mengungkapkan informasi keberlanjutan secara lebih luas.

Selain itu, penelitian menemukan adanya peran moderasi CEO gender. Interaksi antara remunerasi eksekutif dan CEO gender menghasilkan koefisien 0,084 dengan p < 0,05.

Hasil tersebut mendukung hipotesis penelitian bahwa CEO gender memperkuat hubungan antara remunerasi eksekutif dan sustainability disclosure.

Analisis berdasarkan gender CEO juga menunjukkan bahwa pengaruh remunerasi eksekutif terhadap sustainability disclosure tetap positif dan signifikan pada perusahaan yang dipimpin CEO laki-laki maupun perempuan.

Koefisien pada perusahaan dengan CEO perempuan mencapai 0,196, sedangkan pada perusahaan dengan CEO laki-laki sebesar 0,053. Namun, penelitian mencatat bahwa observasi CEO perempuan hanya berjumlah 53 dari 908 observasi. Karena itu, temuan tersebut perlu dibaca dengan mempertimbangkan keterbatasan jumlah sampel.

(Sumber: LPPM UIB)

Komisaris Independen Perkuat Pengungkapan Keberlanjutan

Peran moderasi juga ditemukan pada komisaris independen. Interaksi antara remunerasi eksekutif dan komisaris independen menghasilkan koefisien 0,054 dengan p < 0,01.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengawasan independen menjadi salah satu faktor yang memperkuat hubungan antara kebijakan remunerasi dan sustainability disclosure.

Temuan ini memberikan kontribusi akademik dalam memahami hubungan antara remunerasi eksekutif, pengungkapan keberlanjutan, keberagaman gender CEO, dan tata kelola perusahaan dalam konteks perusahaan Indonesia.

Penelitian juga memberikan implikasi bagi perusahaan dalam merancang skema remunerasi yang dapat mengaitkan insentif eksekutif dengan tujuan keberlanjutan.

(Sumber: LPPM UIB)

Riset UIB Perkuat Kajian Tata Kelola Perusahaan

Melalui penelitian tersebut, tim peneliti UIB memperkaya kajian mengenai tata kelola perusahaan dan keberlanjutan di pasar negara berkembang. Studi ini juga membuka peluang penelitian lanjutan mengenai kualitas laporan keberlanjutan, desain kontrak remunerasi, serta keberagaman gender pada jajaran manajemen dan dewan perusahaan.

Ketua LPPM UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, menyampaikan bahwa publikasi pada jurnal Q2 internasional menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dosen UIB dalam memperkuat reputasi akademik melalui penelitian yang relevan dengan perkembangan tata kelola perusahaan dan keberlanjutan.

Ia menilai, temuan mengenai peran remunerasi eksekutif, CEO gender, dan komisaris independen dalam memperkuat sustainability disclosure memberikan nilai akademik sekaligus memperkaya pemahaman mengenai praktik tata kelola perusahaan di Indonesia.

Capaian tersebut sejalan dengan komitmen UIB melalui LPPM untuk terus mendorong produktivitas dan kualitas penelitian dosen. Dengan demikian, publikasi ilmiah diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus kebutuhan dunia usaha.

UIB juga terus mendorong penelitian yang mengangkat isu strategis, termasuk tata kelola perusahaan, keberlanjutan, dan perkembangan praktik bisnis. Melalui LPPM, hasil penelitian dosen diharapkan tidak hanya memperkaya literatur akademik, tetapi juga memberikan pemahaman yang relevan bagi dunia usaha dan pemangku kepentingan.

Publikasi pada jurnal internasional Q2 ini menjadi bagian dari upaya UIB memperkuat kontribusi penelitian dan meningkatkan visibilitas akademik di tingkat internasional.

Ingin Mengembangkan Kompetensi Bersama UIB?

Bergabunglah dengan Universitas Internasional Batam (UIB) dan kembangkan kompetensi melalui pembelajaran, kolaborasi, serta berbagai kegiatan pengembangan diri. Informasi penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui pendaftaran Universitas Internasional Batam. Daftar sekarang dan mulai perjalananmu menjadi bagian dari generasi global bersama UIB!

Lembaga Penelitian dan Pengambian kepada Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Penulis: Amelia Asadi, S.M | Annisa Muasrani, S.I.Kom, M.I.Kom

 

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri