
Sumber: Hasil Olahan menggunakan AI
Ribuan CCTV terhubung real time mulai menjadi bagian penting dalam sistem keamanan publik. Kamera tidak lagi hanya merekam kejadian, tetapi dapat mengirimkan informasi visual ke pusat pemantauan untuk membantu merespons kecelakaan, kemacetan, gangguan keamanan, hingga situasi darurat.
Pada Mei 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut terdapat 7.314 titik CCTV di area publik yang berpotensi diintegrasikan. Sebanyak 3.362 CCTV dapat dimanfaatkan oleh Polda Metro Jaya dan Polri pada tahap awal. Integrasi ditargetkan selesai pada akhir 2026, dengan potensi penambahan 16.781 CCTV pada 2027.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi keamanan publik semakin membutuhkan sistem yang terintegrasi. Di balik ribuan kamera tersebut, terdapat kebutuhan terhadap jaringan, cloud computing, artificial intelligence (AI), data analytics, dan cybersecurity.
CCTV Terhubung Real Time Membutuhkan Sistem Teknologi yang Kompleks
Masyarakat mungkin hanya melihat kamera yang terpasang di jalan, gedung, atau fasilitas publik. Namun, CCTV terhubung real time membutuhkan infrastruktur teknologi yang jauh lebih kompleks.
Kamera harus terhubung dengan jaringan. Data video perlu dikirim dan disimpan. Server harus mampu menangani data dalam jumlah besar, sementara pusat kendali harus dapat mengakses informasi dari berbagai lokasi.
Pada 2026, Kementerian Pekerjaan Umum juga menetapkan spesifikasi layanan pemantauan CCTV yang memungkinkan data visual kondisi lapangan diakses dan diintegrasikan dengan platform sistem informasi berbasis web maupun mobile secara real time.
Karena itu, pengembangan sistem CCTV membutuhkan kompetensi networking, cloud computing, database, system integration, dan software development.
AI Membuat CCTV Semakin Cerdas
Perkembangan teknologi juga membuat kamera tidak hanya berfungsi sebagai alat perekam. Sistem komputer dapat membantu menganalisis informasi yang terdapat dalam rekaman.
Pada Agustus 2026, Korlantas Polri mulai menerapkan face recognition pada sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk membantu mengidentifikasi pelanggaran lalu lintas. Pada semester pertama 2026, kamera ETLE mencatat 16.812 pelanggaran terkait pelat nomor.
Dalam pengembangan yang lebih luas, computer vision dan artificial intelligence dapat digunakan untuk mengenali objek, menghitung kendaraan atau manusia, mendeteksi pola tertentu, hingga memberikan notifikasi ketika ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian.
Teknologi tersebut membutuhkan kemampuan machine learning, computer vision, pengolahan citra, data analytics, dan pemrograman.
Semakin Banyak CCTV, Semakin Penting Cybersecurity
Integrasi ribuan kamera juga menghadirkan tantangan baru. Semakin banyak perangkat yang terhubung ke jaringan, semakin banyak pula perangkat, akun, server, dan data yang harus dilindungi.
Selain cybersecurity, persoalan privasi juga menjadi perhatian. CCTV dapat merekam wajah, kendaraan, aktivitas, hingga pergerakan seseorang. Karena itu, sistem harus memperhatikan keamanan penyimpanan, hak akses, serta tujuan penggunaan data.
Pemprov DKI Jakarta menekankan bahwa integrasi CCTV membutuhkan mekanisme akses yang jelas, standar keamanan data, SOP, koordinasi antarinstansi, dan perlindungan privasi masyarakat.
Artinya, cybersecurity bukan sekadar fitur tambahan, tetapi harus menjadi bagian dari perancangan sistem sejak awal.
Dari CCTV ke Smart City, Talenta TI Semakin Dibutuhkan
CCTV modern pada akhirnya menjadi bagian dari ekosistem smart city yang menghubungkan perangkat fisik, jaringan, aplikasi, data, dan manusia.
Pemerintah Kota Jambi, misalnya, pada 2026 meluncurkan program CCTV tingkat RT yang terintegrasi dengan Jambi City Operation Center (JCOC) sebagai pusat pemantauan. Sementara itu, masyarakat juga dapat mengakses CCTV publik DKI Jakarta melalui portal resmi.
Perkembangan tersebut membuka ruang bagi berbagai kompetensi Teknologi Informasi. Di Program Studi Teknologi Informasi Universitas Internasional Batam, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan Web Development, Cloud Computing, IoT, Artificial Intelligence, Machine Learning, dan Cybersecurity.
Satu sistem CCTV bahkan dapat menjadi contoh nyata penerapan berbagai bidang teknologi sekaligus.
Peluang Karier di Balik Perkembangan Teknologi CCTV
Perkembangan sistem pemantauan publik membutuhkan talenta yang mampu membangun sekaligus mengamankan infrastrukturnya.
Lulusan Teknologi Informasi dapat mengembangkan karier sebagai IoT Engineer, Cloud Engineer, Network Engineer, Cybersecurity Specialist, AI/ML Engineer, Data Engineer, maupun Software/Web Developer.
Kompetensi tersebut dapat diterapkan untuk membangun dashboard monitoring real time, menghubungkan perangkat IoT dengan server, mengelola layanan cloud, mengembangkan model AI untuk analisis video, hingga menguji keamanan jaringan dan perangkat.
Dengan demikian, CCTV bukan sekadar kamera di pinggir jalan. Teknologi tersebut menjadi bagian dari perkembangan smart city dan sekaligus ruang nyata bagi talenta digital untuk menciptakan solusi teknologi.
Tertarik Mengembangkan Keahlian Teknologi Informasi?
Ketika ribuan CCTV mulai terhubung dan teknologi AI semakin digunakan dalam keamanan publik, kebutuhan terhadap talenta Teknologi Informasi juga semakin berkembang.
Pertanyaannya bukan hanya siapa yang menggunakan teknologi, tetapi siapa yang mampu merancang, mengelola, menganalisis, dan mengamankan teknologi tersebut?
🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftran Program Sarjana Teknologi Informasi.
Penulis: Romario Galiano (2432085) | Editor: Annisa Muasrani, S.I.Kom, M.I.Kom
Referensi
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (2026). Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya Integrasikan CCTV, Perkuat Respons Cepat dan Keamanan Jakarta.
https://www.jakarta.go.id/siaran-pers/6714-SP-HMS-05-2026 - ANTARA News. (2026). Korlantas terapkan teknologi “face recognition” pada ETLE.
https://megapolitan.antaranews.com/berita/543788/korlantas-terapkan-teknologi-face-recognition-pada-etle - Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. (2026). Spesifikasi Khusus Interim Penyediaan dan Layanan Pemantauan CCTV Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.
https://binamarga.pu.go.id/index.php/nspk/detail/skh1124-spesifikasi-khusus-interim-penyediaan-dan-layanan-pemantauan-cctv-pengawasan-pelaksanaan-pekerjaan-konstruksi- - Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. (2026). Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 09/SE/Db/2026 tentang Penggunaan Remote Construction Monitoring System (RCMS) di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga.
https://binamarga.pu.go.id/index.php/peraturan/detail/surat-edaran-direktur-jenderal-bina-marga-nomor-09sedb2026-tentang-penggunaan-remote-construction-monitoring-system-rcms-di-lingkungan-direktorat-jenderal-bina-marga - Pemerintah Kota Jambi. (2026). Tingkatkan Ketertiban dan Keamanan Lingkungan, Pemkot Jambi Resmi Luncurkan CCTV RT Program Kampung Bahagia.
https://jambikota.go.id/berita/tingkatkan-ketertiban-dan-keamanan-lingkungan-pemkot-jambi-resmi-luncurkan-cctv-rt-program-kampung-bahagia - Witak Keluli, V. D., Lumban Gaol, F., & Matsuo, T. (2026). AI-based cyber risk profiling of public IoT devices in Indonesia with blockchain logging mechanism. Discover Internet of Things, 6, Article 68. Springer Nature.
https://link.springer.com/article/10.1007/s43926-026-00337-3


