Dosen Biologi UIB berkolaborasi dengan UGM Ungkap Profil Kimia Biji Nyamplung lewat Riset Metabolomik Terindeks Scopus Q3

Dosen Program Studi Biologi Universitas Internasional Batam (UIB) bersama tim kolaborator berhasil mengidentifikasi 362 fitur metabolit pada tepung biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) melalui penelitian metabolomik. Hasil penelitian ini terindeks Scopus Q3 dan dipublikasikan dalam Tropical Journal of Natural Product Research pada 1 September 2026. Studi tersebut memetakan metabolit yang terdeteksi ke sejumlah jalur metabolisme yang berpotensi berkaitan dengan gut–brain axis, yaitu sistem komunikasi dua arah antara saluran pencernaan dan otak.

Penelitian berjudul “Untargeted LC–HRMS Metabolomic Characterization of Freeze–Dried Calophyllum inophyllum L. Seed Flour Reveals Putatively Annotated Gut–Brain Axis–Related Metabolites” ini melibatkan lima penulis dari dua perguruan tinggi, yaitu Universitas Internasional Batam (UIB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim peneliti terdiri atas Azizul Berlyansah dari UIB sebagai penulis korespondensi, Andreanyta Meliala dari Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, serta Wira Mondana, Eva M. Fitri, dan Wardatul Aini dari UIB.

Keterlibatan peneliti dari kedua institusi tersebut menunjukkan kolaborasi akademik dalam kajian metabolomik tanaman tropis. Penelitian ini juga melibatkan bidang Biologi serta bidang kedokteran, khususnya fisiologi dan pediatri, untuk memperluas perspektif dalam karakterisasi metabolit dan pemetaan jalur metabolisme yang berpotensi berkaitan dengan komunikasi usus dan otak.

Penelitian UIB Mengungkap Profil Metabolit Biji Nyamplung

Tim peneliti menggunakan metode untargeted liquid chromatography–high-resolution mass spectrometry (LC–HRMS) untuk menganalisis kandungan metabolit dalam tepung biji nyamplung yang telah dikeringbekukan. Metode tersebut memungkinkan peneliti mendeteksi beragam fitur metabolit tanpa membatasi analisis pada senyawa target tertentu sejak awal.

Sampel buah nyamplung matang dikumpulkan pada 2 Mei 2026 di Kebun Raya Batam, Kota Batam, Kepulauan Riau. Peneliti mengambil sampel dari tiga pohon dewasa yang sehat. Selanjutnya, biji dibersihkan, dipotong, dibekukan pada suhu −40°C selama 24 jam, lalu dikeringbekukan pada suhu −50°C selama 48 jam.

Setelah proses persiapan sampel, tim mengekstraksi tepung biji menggunakan metanol 80%. Ekstrak kemudian dianalisis dengan sistem UHPLC yang terhubung ke spektrometer massa resolusi tinggi Orbitrap. Peneliti juga mengukur komposisi proksimat, kandungan fenolik total, dan tanin total untuk melengkapi karakterisasi kimia sampel.

Hasil analisis menunjukkan bahwa tepung biji nyamplung mengandung lemak sebesar 65,26 ± 0,13% dan kadar air 2,64 ± 0,03%. Selain itu, penelitian mencatat kandungan karbohidrat sebesar 21,92 ± 0,10% dan protein sebesar 8,39 ± 0,02%.

Metabolit Berpotensi Berkaitan dengan Komunikasi Usus dan Otak

Dari 362 fitur metabolit yang terdeteksi dan dianotasi secara tentatif, peneliti menemukan berbagai kelompok senyawa. Kelompok tersebut mencakup metabolit asam amino, lipid, purin, flavonoid, dan triptofan. Beberapa senyawa yang tercatat antara lain D-(+)-tryptophan, kynurenic acid, indole-3-carboxaldehyde, oleamide, oleoyl ethanolamide, choline, adenosine, luteolin, dan quercetin.

Selanjutnya, tim memetakan senyawa tersebut menggunakan basis data Kyoto Encyclopedia of Genes and Genomes (KEGG). Hasil pemetaan menunjukkan keterkaitan potensial dengan sejumlah jalur metabolisme, termasuk pensinyalan serotonergik, metabolisme kolinergik, metabolisme indol oleh mikroba, dan regulasi neuroinflamasi.

Temuan ini memberikan gambaran awal mengenai keragaman kimia tepung biji nyamplung. Namun, peneliti menegaskan bahwa hasil anotasi tersebut belum membuktikan aktivitas biologis senyawa ataupun pengaruhnya terhadap komunikasi usus dan otak. Identifikasi metabolit masih bersifat tentatif sehingga memerlukan pengujian lanjutan.

LPPM UIB Dorong Kolaborasi dan Pengembangan Riset

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, menegaskan pentingnya pengembangan penelitian dan kolaborasi akademik dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan. Kolaborasi penelitian yang melibatkan perguruan tinggi, seperti UIB dan Universitas Gadjah Mada, menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi akademisi melalui penelitian yang relevan dan berbasis bukti ilmiah.

UIB berkomitmen untuk terus mendorong pelaksanaan penelitian berkualitas, memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi, serta mendukung publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui dukungan terhadap kegiatan penelitian, UIB berharap sivitas akademika dapat terus menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat dan membuka peluang kerja sama lintas disiplin maupun antarlembaga.

 

Penulis: Amelia Asadi,S.M  || Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,,M.M

 

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri