Kolaborasi Dosen Manajemen UIB dan Universitas Ciputra Surabaya Teliti Keuangan Hijau dan Risiko Saham Indonesia

Dosen Program Studi Manajemen Universitas Internasional Batam (UIB) mengkaji pengaruh keuangan hijau dan intensitas karbon terhadap kinerja saham perusahaan di Indonesia. Penelitian ini melibatkan Isnaini Nuzula Agustin, Hendra Wijaya, Yuli Kartika Dewi, dan Johny Budiman. Artikel tersebut terbit pada 30 September 2026 dalam Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Volume 13 Nomor 2, halaman 261–278.

Penelitian berjudul Firm-Level Green Finance and the Pricing of Carbon Intensity: Evidence from Indonesia membahas hubungan antara risiko lingkungan dan respons pasar modal. Kajian ini menjadi relevan seiring meningkatnya perhatian terhadap perubahan iklim, investasi berkelanjutan, serta risiko bisnis akibat emisi karbon.

Penelitian UIB Mengkaji Keuangan Hijau dan Risiko Saham

Penelitian ini melibatkan empat penulis dari dua perguruan tinggi. Isnaini Nuzula Agustin, Hendra Wijaya, dan Johny Budiman berasal dari Department of Management, Universitas Internasional Batam. Sementara itu, Yuli Kartika Dewi berasal dari School of Business and Management, Universitas Ciputra Surabaya.

Tim peneliti menggunakan data perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016–2024. Mereka mengolah 470 observasi dari 75 perusahaan untuk menguji hubungan intensitas karbon dengan imbal hasil saham (stock return) dan volatilitas saham (stock volatility).

Selain itu, penelitian ini menguji peran keuangan hijau (green finance) dalam hubungan tersebut. Keuangan hijau diukur melalui pengeluaran perusahaan untuk investasi lingkungan, pencegahan dan pengendalian polusi, perlindungan lingkungan, serta kegiatan remediasi.

Untuk menganalisis data, para peneliti menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Stata. Mereka juga menerapkan metode Coarsened Exact Matching (CEM) untuk menguji konsistensi temuan setelah menyeimbangkan karakteristik keuangan perusahaan yang dapat diamati.

Intensitas Karbon Berkaitan dengan Imbal Hasil dan Volatilitas Saham

Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas karbon memiliki hubungan positif dengan imbal hasil dan volatilitas saham. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan risiko karbon lebih tinggi cenderung menawarkan imbal hasil saham lebih tinggi, sekaligus mengalami fluktuasi harga saham yang lebih besar.

Namun, hasil tersebut tidak berarti bahwa perusahaan dengan emisi tinggi selalu menghasilkan keuntungan lebih besar. Imbal hasil yang lebih tinggi dapat mencerminkan kompensasi yang diminta investor atas risiko iklim, tekanan regulasi, dan biaya transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Di sisi lain, penelitian menemukan bahwa keuangan hijau memiliki hubungan negatif dengan imbal hasil saham, tetapi tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap volatilitas saham. Artinya, pengeluaran lingkungan tidak serta-merta memberikan dampak yang sama pada setiap indikator kinerja pasar.

Temuan lainnya memperlihatkan bahwa interaksi antara keuangan hijau dan intensitas karbon memperkuat hubungan intensitas karbon dengan kedua indikator tersebut. Dengan demikian, pengeluaran lingkungan dapat menjadi sinyal komitmen perusahaan terhadap pengelolaan risiko lingkungan. Akan tetapi, pengeluaran yang sama juga dapat mencerminkan besarnya beban kepatuhan, remediasi, dan penyesuaian operasional yang harus ditanggung perusahaan.

Implikasi bagi Investor dan Kebijakan Keberlanjutan

Hasil pengujian CEM memperkuat temuan utama penelitian. Setelah karakteristik keuangan perusahaan diseimbangkan, perusahaan dengan risiko karbon tinggi tetap menunjukkan imbal hasil dan volatilitas saham yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan dengan risiko karbon lebih rendah.

Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan intensitas karbon bersama tujuan dan jenis pengeluaran lingkungan perusahaan. Investor tidak cukup hanya melihat besarnya anggaran lingkungan. Mereka juga perlu memahami apakah dana tersebut mendukung investasi proaktif atau digunakan untuk memenuhi kewajiban regulasi dan menangani masalah lingkungan yang sudah terjadi.

Selanjutnya, perusahaan perlu menyampaikan informasi pengeluaran lingkungan secara lebih transparan. Pengungkapan mengenai sumber pendanaan, tujuan penggunaan dana, dan perkembangan program lingkungan dapat membantu investor menilai risiko secara lebih tepat. Regulator juga dapat mendorong standardisasi pelaporan agar informasi keberlanjutan lebih mudah dibandingkan ant perusahaan.

Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya mencakup 75 perusahaan dengan data yang memenuhi kriteria penelitian. Karena itu, hasilnya tidak dapat langsung digeneralisasi ke seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Melalui kajian ini, para peneliti UIB memberikan kontribusi pada pengembangan literatur keuangan berkelanjutan, khususnya mengenai cara pasar modal menilai risiko karbon. Penelitian tersebut juga membuka peluang kajian lanjutan mengenai investasi lingkungan dan respons investor di berbagai sektor maupun negara.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Internasional Batam (UIB), Dr. Hari Sutra Disemadi, menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam mendorong pengembangan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia usaha. Kolaborasi antara UIB dan Universitas Ciputra Surabaya dalam penelitian mengenai keuangan hijau dan risiko saham perusahaan di Indonesia menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik untuk memperluas pemahaman mengenai praktik keuangan berkelanjutan.

UIB berkomitmen untuk terus mendorong penelitian kolaboratif, memperkuat jejaring akademik, serta menghasilkan publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik bisnis berkelanjutan.

Melalui sinergi antar perguruan tinggi, UIB berupaya mendukung pengembangan riset yang tidak hanya memperkaya kajian akademik, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi perusahaan, investor, dan pemangku kepentingan dalam memahami hubungan antara risiko karbon, keuangan hijau, dan kinerja pasar modal.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya UIB dalam memperluas dampak penelitian melalui kolaborasi lintas institusi dan publikasi ilmiah. Ke depan, kerja sama penelitian diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menjawab tantangan keberlanjutan serta mendukung praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab.

 

Penulis: Amelia Asadi,S.M  || Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,,M.M

 

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri