Penulis: Amelia Asadi, S.M. | Editor: Ambarwulan, S.T.
Universitas Internasional Batam (UIB) kembali mencatatkan capaian publikasi ilmiah melalui karya Shelvi Rusdiana, S.H., M.H., bersama tim peneliti yang terdiri atas Hanifah Ghafila Romadona, Ampuan Situmeang, Winda Fitri (Universitas Internasional Batam), serta Mimi Sintia Mohd Bajury dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Kolaborasi internasional tersebut menghasilkan artikel ilmiah berjudul “Environmental Governance under Decentralization: A Comparative Legal Analysis” yang diterbitkan dalam Syura: Journal of Law, Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026. Jurnal ini telah terakreditasi SINTA 2, sehingga menjadi salah satu media publikasi ilmiah bereputasi nasional.

(Sumber: Biro Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIB)
Penelitian tersebut mengkaji tata kelola lingkungan hidup dalam sistem desentralisasi di Indonesia, Thailand, dan Filipina melalui pendekatan hukum normatif komparatif. Fokus utama penelitian adalah menilai sejauh mana kerangka hukum desentralisasi di ketiga negara mampu mendukung perlindungan hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ketiga negara telah memberikan kewenangan tertentu kepada pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan, praktiknya masih didominasi oleh kontrol pemerintah pusat. Kondisi tersebut berdampak pada efektivitas penegakan hukum lingkungan, koordinasi antarlembaga, serta partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan lingkungan hidup.
Dari aspek kebaruan, penelitian ini menawarkan analisis komparatif yang menghubungkan isu desentralisasi pemerintahan dengan perlindungan hak atas lingkungan hidup yang sehat, suatu perspektif yang masih terbatas dalam kajian hukum di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini tidak hanya membandingkan regulasi yang berlaku di masing-masing negara, tetapi juga mengidentifikasi kecenderungan sentralisasi yang masih menghambat optimalisasi kewenangan pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pendekatan tersebut memberikan kontribusi baru bagi pengembangan kajian hukum lingkungan dan tata kelola pemerintahan di tingkat regional.

(Sumber: Biro Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIB)
Dari sisi kemanfaatan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembentuk kebijakan, akademisi, serta praktisi hukum dalam merumuskan model tata kelola lingkungan yang lebih efektif, kolaboratif, dan berorientasi pada perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat. Selain memperkaya literatur hukum lingkungan, temuan penelitian ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan regulasi mengenai hubungan kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia maupun negara-negara ASEAN.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Internasional Batam, Dr. Hari Sutra Disemadi, menyampaikan apresiasi atas capaian publikasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi riset dengan mitra internasional menjadi salah satu strategi penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas, memiliki perspektif global, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian isu-isu strategis di tingkat regional.
Universitas Internasional Batam terus berkomitmen mendorong dosen untuk menghasilkan penelitian yang inovatif, memperluas jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi dan peneliti internasional, serta meningkatkan publikasi pada jurnal bereputasi. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya UIB dalam memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas luaran akademik, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan kebijakan yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Internasional Batam

