
Universitas Internasional Batam (UIB) terus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan melalui pengalaman belajar di luar kelas. Kali ini, dua mahasiswa Darmasiswa UIB, Sayaka Takada dari Jepang dan Hassan Alvarez Soberano dari Filipina, berpartisipasi dalam Game Showcase 2026 yang menghadirkan seminar bersama pengembang gim dan pameran karya dari program The Games Institute oleh Infinite Learning.
Kegiatan ini berlangsung dalam dua agenda utama, yaitu Sharing Session pada pukul 08.30–10.30 dan Game Showcase pada pukul 10.30–13.30. Melalui rangkaian tersebut, peserta berkesempatan mengenal perjalanan para pengembang gim, memahami proses pembuatan permainan digital, serta mencoba berbagai gim yang dikembangkan selama program berlangsung.
Berbagi Pengalaman Bersama Enam Pengembang Gim
Kegiatan diawali dengan seminar yang menghadirkan enam pengembang gim. Para pembicara berbagi pengalaman mengenai perjalanan mereka dalam mengembangkan gim, baik secara mandiri maupun bersama tim melalui studio pengembangan.
Pembahasan mencakup awal ketertarikan mereka terhadap dunia gim, jumlah dan proses pengembangan karya yang telah dihasilkan, hingga pengalaman membangun studio sendiri. Selain itu, peserta juga mendapatkan gambaran mengenai jenjang karier dan peluang profesional di industri gim.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab bersama keenam pengembang. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih jauh pengalaman para praktisi, tantangan dalam proses pengembangan, serta perjalanan mereka hingga menekuni industri tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Politeknik Negeri Batam (Polibatam), Institut Teknologi Batam (ITEBA), dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Kehadiran mahasiswa dari berbagai kampus menambah ruang pertukaran wawasan bagi peserta yang tertarik pada teknologi dan pengembangan gim.
Salah satu hal menarik dari sesi tersebut adalah latar belakang para pengembang yang beragam. Tidak semuanya berasal dari jurusan teknologi informasi atau bidang yang secara khusus mempelajari pengembangan gim. Sebagian memulai perjalanan dari ketertarikan terhadap permainan digital dan rasa ingin tahu tentang cara pembuatannya, hingga akhirnya menjadi pengembang profesional bahkan mendirikan studio sendiri.
Pameran Gim The Games Institute Hadirkan Karya Peserta
Setelah seminar, peserta berkesempatan mengunjungi pameran gim dari program The Games Institute yang diselenggarakan oleh Infinite Learning. Pameran ini menampilkan berbagai gim hasil karya peserta program yang dikembangkan selama beberapa bulan.
Pengunjung dapat mencoba gim secara langsung, mengeksplorasi konsep permainan, dan memahami alur yang dirancang oleh pengembangnya. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana ide dan kreativitas diwujudkan menjadi sebuah produk digital yang dapat dimainkan.
Bagi peserta, pameran tersebut menjadi salah satu bagian menarik karena setiap gim menawarkan konsep dan pengalaman bermain yang berbeda. Mereka tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga dapat merasakan langsung bagaimana permainan dirancang untuk memberikan pengalaman tertentu kepada pemain.
Pengalaman ini juga memperlihatkan bahwa proses pengembangan gim memadukan kreativitas, pemahaman terhadap pengalaman pengguna, serta kemampuan untuk mengembangkan ide menjadi karya yang utuh.

Mahasiswa UIB Peroleh Wawasan dan Pengalaman Baru
Pengalaman mengikuti kegiatan ini turut dibagikan oleh enam mahasiswa prodi Sistem Informasi UIB, yaitu Putri Amalia (2531093), Aulia Nurul Afiza (2531118), Sri Zaskiya Ayla Saputri (2531179), Alexa Nethania Cyesya (2531145), Magdalena Silaban (2531131), dan Saskia May Nanda (2531176).
Mereka menilai kegiatan tersebut menarik karena menggabungkan seminar yang menambah wawasan dengan pameran yang memungkinkan peserta mencoba berbagai gim secara langsung. Kesempatan berinteraksi dengan karya yang dikembangkan peserta The Games Institute juga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan hanya mempelajari pengembangan gim melalui teori.
Selain memperkenalkan proses pembuatan gim, kegiatan ini membuka wawasan mengenai beragam jalur untuk memasuki industri tersebut. Kisah para pengembang yang memulai dari ketertarikan pribadi menunjukkan bahwa eksplorasi dan kemauan untuk belajar dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan keterampilan di bidang kreatif dan teknologi.
Pada akhir acara, peserta juga mendapatkan informasi mengenai peluang rekrutmen program Infinite Learning, termasuk Academy dan The Games Institute, dengan durasi program sekitar enam hingga delapan bulan. Informasi ini memberikan gambaran mengenai kesempatan bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut bidang teknologi dan pengembangan gim.
Partisipasi mahasiswa Darmasiswa UIB dalam Game Showcase 2026 menjadi salah satu kesempatan untuk mengenal perkembangan industri kreatif sekaligus memperluas pengalaman lintas budaya dan bidang keilmuan. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa dapat menemukan inspirasi baru, mengeksplorasi minat, dan mengenal berbagai peluang pengembangan diri.
Ingin mendapatkan pengalaman belajar dan kesempatan pengembangan diri dengan wawasan global? Bergabunglah bersama Universitas Internasional Batam dan daftar sekarang melalui pendaftaran.uib.ac.id.
Penulis: Duke Paopathon Pardede (2461001) | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M


