Kolaborasi Dr. Triana Dewi Seroja, S.H., M.Hum. Dosen Fakultas Hukum UIB dan Monash University Hasilkan Publikasi tentang Mens Rea dalam Hukum Anti-Korupsi

Penulis: Amelia Asadi, S.M. | Editor: Ambarwulan, S.T.

Universitas Internasional Batam (UIB) kembali mencatatkan prestasi akademik melalui publikasi ilmiah dosennya. Dr. Triana Dewi Seroja, S.H., M.Hum., dosen Fakultas Hukum UIB, bersama Vicko Taniady dari Monash University, Australia, berhasil menerbitkan artikel ilmiah berjudul “Mens Rea in Anti-Corruption Law: Challenges and Approaches in Regional Legal Frameworks” pada Syura: Journal of Law Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026 yang telah terindeks SINTA 2.

Penelitian tersebut mengkaji penerapan konsep mens rea atau unsur kesalahan dalam tindak pidana korupsi melalui studi komparatif terhadap kerangka hukum di Indonesia, Thailand, dan Filipina. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian ini menganalisis bagaimana pengaturan unsur niat atau kesengajaan dalam peraturan anti-korupsi di ketiga negara memengaruhi efektivitas penegakan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing negara memiliki pendekatan yang berbeda dalam merumuskan unsur mens rea, sehingga masih terdapat berbagai tantangan berupa inkonsistensi norma, perbedaan standar pembuktian, serta belum optimalnya pengaturan mengenai unsur kesengajaan dalam tindak pidana korupsi.

(Sumber: Biro Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UIB)

Dari aspek kebaruan, penelitian ini menawarkan perspektif baru melalui analisis komparatif terhadap sistem hukum anti-korupsi di tiga negara ASEAN dengan mengintegrasikan pendekatan filsafat hukum melalui teori kontrak sosial (social contract theory). Pendekatan tersebut menempatkan korupsi tidak hanya sebagai pelanggaran hukum pidana, tetapi juga sebagai bentuk pelanggaran terhadap kepercayaan publik yang menjadi dasar legitimasi pemerintahan. Kajian ini turut mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada kerugian negara dibandingkan analisis terhadap unsur kesalahan batin pelaku korupsi.

Dari sisi kemanfaatan, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, praktisi hukum, dan pembentuk kebijakan dalam menyusun regulasi anti-korupsi yang lebih komprehensif, khususnya terkait perumusan unsur mens rea yang lebih jelas dan konsisten. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu hukum pidana komparatif serta mendukung upaya penguatan tata kelola pemerintahan yang berintegritas di kawasan ASEAN.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Internasional Batam, Dr. Hari Sutra Disemadi, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas capaian publikasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi penelitian dengan akademisi dari perguruan tinggi luar negeri merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas riset serta memperluas jejaring akademik internasional.

(Sumber: Biro Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UIB)

“Kolaborasi internasional menjadi salah satu strategi penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memiliki dampak yang lebih luas. Publikasi ini menunjukkan bahwa dosen UIB mampu berkontribusi dalam pengembangan kajian hukum yang relevan dengan tantangan global, khususnya dalam penguatan sistem pemberantasan korupsi,” ujar Dr. Hari Sutra Disemadi.

Sebagai institusi yang berorientasi pada pengembangan riset berkualitas, Universitas Internasional Batam berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi penelitian dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui publikasi ilmiah bereputasi, UIB terus berupaya menghasilkan penelitian yang inovatif, memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, serta mendukung penyusunan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri