Penulis: Fatimah Az Zahra Firstarida Aghata (2512029) | Editor: Sari Tilawah, S.T.
Batam, 21 Mei 2026 – Pada hari Senin, 18 Mei 2026 Universitas Internasional Batam melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Webinar Series Mata Kuliah Pancasila dengan tema “Pancasila: Sekadar Hafalan atau Pegangan?”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Microsoft Teams, pukul 20.30 WIB, dan diikuti oleh mahasiswa serta sivitas akademika Universitas Internasional Batam.

(Pemaparan Materi: Konsep Deradikalisasi)
Webinar ini menghadirkan narasumber Antony, S.H., M.H. yang membawakan materi bertajuk “Radikalisme, Ekstremisme, dan Deradikalisasi”. Antony menjelaskan bahwa radikalisme berasal dari kata Latin radix yang berarti akar, yakni paham yang menginginkan perubahan mendasar secara cepat, dan dapat menjadi berbahaya ketika menolak demokrasi, pluralisme, serta menghalalkan kekerasan. Sementara itu, ekstremisme digambarkan sebagai sikap keras yang melampaui batas moderasi dengan pola pikir “kami vs. mereka”. Antony turut menyoroti peran media sosial seperti TikTok, Telegram, dan Discord yang kini menjadi sarana utama penyebaran propaganda ekstrem, sehingga kelompok muda menjadi pihak yang paling rentan.
Antony juga memaparkan landasan hukum penanganan radikalisme di Indonesia, mulai dari Pasal 28E dan 28J UUD NRI 1945, UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, hingga Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme. Adapun konsep deradikalisasi dijelaskan sebagai proses sistematis mengubah pemahaman radikal menjadi moderat melalui pendekatan edukatif, sosial, psikologis, keagamaan, dan digital, dengan tujuan tidak sekadar menghukum, melainkan mengembalikan individu menjadi bagian konstruktif masyarakat.

(Pemaparan Materi: Prinsip Negara Hukum dan HAM dalam Penanganan Radikalisme)
Selama kegiatan berlangsung, suasana webinar berjalan dengan tertib, kondusif, dan penuh keseriusan. Para peserta mengikuti jalannya pemaparan materi dengan fokus dan antusias hingga akhir sesi. Antony menyampaikan materi secara sistematis, reflektif, dan mendalam, sehingga menciptakan atmosfer akademik yang hangat serta mendukung proses pembelajaran yang efektif. Menutup pemaparannya, Antony menegaskan bahwa mahasiswa sejati harus mampu bersikap “kritis tanpa membenci, berani berbeda tanpa merusak, dan aktif berdiskusi tanpa menggunakan kekerasan” sebagai wujud nyata pengamalan nilai Pancasila.

(Slide Penutup: Kutipan Inspiratif Nelson Mandela untuk Para Peserta)
Melalui webinar ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menghadapi ancaman radikalisme dan ekstremisme di era digital. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen LPPM Universitas Internasional Batam dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kesadaran kebangsaan yang kuat.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Internasional Batam


