Underrated Destination Tourism: Pulau Abang di Batam dan Keindahan Laut yang Belum Banyak Diketahui

Penulis: Sze Qi Kwok (2546022), Chindi Desya Putri (2546030), Zahra Hanifah Nabilla (2546034), Claudie Angelina (2546002), Meylinda Azzahra (2546006)

Ilustrasi Pulau Abang (Sumber Foto: melayupedia)

Di tahun 2026, banyak orang lebih suka liburan yang murah tapi tetap seru, seperti ibu rumah tangga yang rutin memantau produk buy one get two. Hal ini memang lumayan sulit ditemukan di era sekarang, tetapi bukan berarti itu mustahil. Nah, sekarang pertanyaannya adalah: destinasi liburan mana yang bisa memberi kita paket lengkap, yang di dalamnya terdapat alam asri, laut jernih dengan banyak terumbu karang⎯terutama blue coral yang menjadi ikon destinasi ini, serta ikan-ikan cantik dengan harga yang worth it? Seperti yang kita ketahui, Raja Ampat dikenal sebagai destinasi impian dengan keindahan bawah laut yang luar biasa. Namun, karena lokasinya yang cukup jauh, waktu perjalanan yang relatif panjang, serta biaya yang tergolong tinggi, hal ini menjadikannya destinasi yang tidak bisa dikunjungi oleh semua orang.

Sampai saat ini, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) masih berupaya mengembangkan marine tourism sebagai strategi untuk mendorong pariwisata Indonesia agar semakin populer dan mampu bersaing ditingkat global. Indonesia, yang memiliki kekayaan laut yang melimpah, tentu memiliki peluang besar untuk menghadirkan destinasi bahari unggulan yang tidak hanya indah, tetapi juga lebih terbuka bagi semua segmen wisatawan.

Saat ini, tren backpacker semakin populer, terutama di kalangan Gen Z yang lebih mementingkan pengalaman daripada kemewahan. Liburan bukan lagi soal hotel fancy, melainkan tentang kebebasan, keseruan, dan cerita yang bisa dibawa pulang. Di situlah Pulau Abang menjadi opsi yang relevan. Dengan akses yang mudah dari Batam dan biaya yang lebih ramah di kantong, wisatawan tetap bisa mendapatkan pengalaman laut yang menarik. Jadi, tanpa harus pergi jauh atau mengeluarkan budget besar seperti ke destinasi lainnya, wisatawan tetap dapat merasakan vibes bawah laut yang tidak kalah indah seperti Raja Ampat.

Pernah tidak sih merasa bosan melihat feed instagram yang isinya tempat wisata itu-itu saja? Saat semuanya terasa overrated dan tidak ada yang spesial, di situlah destinasi underrated menjadi penyelamat bagi kita yang ingin liburan dengan suasana yang berbeda. Underrated Destination Tourism adalah tren wisata yang mengajak wisatawan untuk mengunjungi destinasi yang belum populer atau jarang dikunjungi, padahal menawarkan banyak keindahan alam, budaya, dan pengalaman yang berbeda. Singkatnya, ini adalah destinasi hidden gem yang memiliki pemandangan estetik, tetapi belum banyak diketahui oleh banyak orang.

Mungkin kalian akan bertanya-tanya mengapa sebuah destinasi bisa underrated, padahal pemandangan yang ditawarkan sama bagusnya dengan destinasi wisata ternama lainnya. Salah satu alasannya, yaitu yang pertama ialah kurangnya promosi. Promosi di sini memiliki peran yang sangat penting dalam suatu destinasi wisata, terutama destinasi yang baru dibuka. Dengan minimnya promosi, sebuah tempat wisata akan sulit dikenal oleh masyarakat. Akibatnya, cenderung hanya berkunjung ke destinasi yang sudah terkenal atau sedang viral.

Kedua, akses menuju destinasi wisata yang sulit. Hal ini menjadi alasan masuk akal karena ketika suatu destinasi terletak di lokasi yang sulit dijangkau, ditambah dengan sarana transportasi yang belum memadai untuk menuju lokasi tersebut, maka minat wisatawan untuk berkunjung cenderung menurun. Tak hanya itu, keterbatasan akses juga menjadi faktor yang

mendorong wisatawan lebih memilih destinasi yang lebih mudah dijangkau. Hal ini karena kenyamanan dan efisiensi merupakan aspek penting yang juga perlu dipertimbangkan sebelum mengunjungi sebuah destinasi.

Ketiga, wisatawan cenderung lebih berfokus pada destinasi yang viral. Hingga saat ini, banyak wisatawan lebih tertarik mengunjungi tempat yang sedang populer di media sosial. Mereka cenderung mencari lokasi yang “instagramable” untuk diposting ke story atau reels, dibandingkan memilih destinasi yang memberikan suasana rileks atau pengalaman yang lebih bermakna. Hal ini dipengaruhi oleh fenomena FOMO (fear of missing out), yaitu kondisi ketika seseorang tidak ingin ketinggalan tren yang sedang ramai. Dampaknya, destinasi yang belum viral atau kurang terekspos sering kali terabaikan, padahal sebenarnya memiliki potensi dan daya tarik yang tidak kalah menarik.

Pulau Abang, Dekat Tapi Sering Dilewatkan

Nggak perlu pergi jauh atau keluar biaya mahal untuk menikmati laut yang indah karena Pulau Abang bisa jadi salah satu pilihan buat kamu yang mau menikmati pemandangan laut yang jernih dan menenangkan dengan biaya yang tetap ramah di kantong. Destinasi ini terletak di Kecamatan Galang, Kota Batam, tepatnya di sebelah selatan Pulau Batam, sehingga masih cukup mudah untuk dijangkau. Biasanya, wisatawan akan menuju dermaga di Jembatan Barelang 6 terlebih dahulu. Dari pusat Kota Batam, perjalanan darat ini memakan waktu sekitar 1,5 jam. Selanjutnya, perjalanan akan dilanjutkan dengan perahu bermotor (pompong) menuju Pulau Abang.

Menariknya, walaupun lokasinya tidak terlalu jauh dari Batam, Pulau Abang masih belum sepopuler destinasi lainnya. Hal ini kemudian memunculkan sebuah pertanyaan: mengapa kita perlu mulai melirik destinasi seperti ini?

Salah satu daya tarik utama dari Pulau ini adalah keindahan bawah lautnya. Airnya yang sangat jernih memungkinkan kita melihat langsung terumbu karang serta ikan-ikan kecil yang cantik, bahkan dari permukaan. Oleh karena itu, bagi kalian yang menyukai aktivitas snorkeling atau diving, tempat ini jelas bisa menjadi spot favorit.

Yang membuatnya semakin menarik, pengalaman tersebut dapat dinikmati tanpa harus pergi jauh atau mengeluarkan biaya besar. Dengan anggaran yang lebih ramah, kita tetap bisa

merasakan keindahan laut yang jernih dan suasana yang masih asri. Tempat ini sangat cocok bagi siapa saja yang ingin sejenak melepas penat dari kehidupan kota yang padat.

Nggak hanya itu, Pulau Abang juga cocok buat gaya liburan backpacker. Aksesnya yang tergolong mudah membuat destinasi ini tidak memerlukan perencanaan yang rumit dan dapat dijadikan pilihan untuk perjalanan singkat bersama teman atau keluarga. Biasanya, wisatawan akan membeli paket one day trip Pulau Abang yang sudah mencakup satu set alat snorkeling, makan siang, pemandu (guide), foto underwater, transportasi laut dan darat, serta minuman kopi/teh dan air mineral. Paket ini ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari sekitar Rp330.000 per orang, bahkan bisa lebih murah jika datang dalam rombongan. Konsep liburan seperti ini justru sedang diminati banyak orang, terutama oleh Gen Z, karena terkesan sederhana, fleksibel, tetapi tetap seru tanpa harus repot mengatur banyak hal.

Secara umum, periode antara Maret hingga Oktober (musim kemarau) dianggap sebagai waktu yang paling ideal. Pada bulan-bulan ini, angin biasanya lebih tenang dan kondisi laut cenderung teduh, sehingga visibilitas di bawah air menjadi sangat jernih. Kondisi ini memungkinkan Anda untuk melihat hamparan terumbu karang blue coral yang langka serta beragam jenis ikan hias dengan lebih jelas. Selain itu, waktu kunjungan yang tepat dilakukan pada saat weekend dengan cuaca yang cerah pada pagi hari, sekitar pukul 08:00 atau 09:00 WIB. dengan demikian, Anda memiliki waktu yang cukup panjang untuk mengeksplorasi beberapa titik penyelaman sekaligus sebelum matahari terlalu terik atau arus mulai berubah di sore hari.

Pada akhirnya, Pulau Abang membuktikan bahwa liburan yang berkesan tidak harus selalu mahal atau jauh. Di tengah tren wisata yang serba viral, destinasi seperti ini justru menawarkan pengalaman yang lebih tenang, alami, dengan feeling yang lebih “dapet”. Dengan akses yang cukup mudah, biaya yang ramah di kantong, serta keindahan laut yang tidak kalah menarik seperti destinasi kelas atas, Pulau Abang layak dan bisa jadi pilihan pas untuk kamu yang pengen menikmati liburan sederhana nan hemat tapi tetap dapetin pengalaman yang menyenangkan.

Editor: Ambarwulan, S.T.

Referensi:

Galang Bahari. (2025). Paket day trip snorkeling Batam Travel wisata Galang Bahari. https://paket-travel.galangbahari.com/paket-day-trip-snorkelling-batam-travel-wisata-galang-bahari/

PKS Batam. (2023, Juni 3). Melihat Pulau Abang, keindahan wisata bawah laut Batam dengan warna-warni blue coral. https://batam-pks-id.pksbatam.com/ragam-batam/melihat-pulau-abang-keindahan-wis ata-bawah-laut-batam-dengan-warna-warni-blue-coral/

Shin. f. (2023, Juli 5). 5 alasan destinasi wisata sepi dikunjungi turis. IDN Times. https://www.idntimes.com/travel/destination/destinasi-wisata-sepi-dikunjungi-turis-c1 c2-01-rh22t-fc2wm1

Supriyanto, E. E. (2022). Blue tourism: Treating marine ecosystems and increasing the potential of maritime tourism in Indonesia. Jurnal Kepariwisataan Indonesia. https://ejournal.kemenpar.go.id/index.php/jki/article/download/313/72/2194

Traveloka. (2023, Mei 19). Apa yang dimaksud dengan hidden gem? https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/apa-yang-dimaksud-dengan-hidd en-gem-acc/232345

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri