Penulis: Agus Torisman Giawa (2551190) | Editor: Sari Tilawah, S.T.
Batam, 3 Juni 2026 – Universitas Internasional Batam melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sukses menyelenggarakan Webinar Series #14 dengan tema “Pancasila: Sekadar Hafalan atau Pegangan?” bertajuk “Pancasila dan Kewarganegaraan Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Microsoft Teams pada Jumat, 29 Mei 2026 pukul 20.30 WIB dan diikuti oleh mahasiswa Universitas Internasional Batam yang menunjukkan ketertarikan besar terhadap pembahasan peran Pancasila dalam menghadapi tantangan era digital.
Webinar tersebut menghadirkan Yusra Yulia Sari, S.T., M.URP., Ph.D. sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari cara berkomunikasi, mengakses informasi, hingga berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Di tengah perubahan tersebut, nilai-nilai Pancasila tetap memiliki peran penting sebagai pedoman dalam membentuk karakter warga negara yang bertanggung jawab di ruang digital.

(Sumber: Biro LPPM UIB)
Dalam pemaparan materi, Yusra menjelaskan konsep kewarganegaraan digital sebagai kemampuan individu untuk menggunakan teknologi secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab. Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, serta rendahnya literasi digital. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai Pancasila menjadi sangat penting dalam membangun budaya digital yang sehat dan produktif.
Melalui materi yang disampaikan, peserta diajak memahami bagaimana setiap sila dalam Pancasila dapat diterapkan dalam aktivitas digital sehari-hari. Sikap menghormati perbedaan pendapat, menjaga etika dalam berkomunikasi, menyaring informasi sebelum membagikannya, serta menggunakan teknologi untuk tujuan yang bermanfaat merupakan beberapa bentuk implementasi nilai Pancasila di era digital. “Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga harus menjadi pedoman dalam berinteraksi di ruang digital agar tercipta lingkungan yang aman, inklusif, dan saling menghargai,” ujar Yusra.
Selain itu, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital sebagai bekal untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin kompleks. Kemampuan berpikir kritis, bertanggung jawab terhadap jejak digital, serta menjaga keamanan data pribadi menjadi aspek yang perlu dimiliki oleh setiap warga negara digital. Dengan memahami hal tersebut, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.

(Sumber: Biro LPPM UIB)
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan peserta. Berbagai pertanyaan mengenai tantangan penerapan nilai Pancasila di media sosial, peran mahasiswa dalam menangkal disinformasi, serta upaya membangun budaya digital yang positif menjadi topik yang banyak dibahas dalam webinar tersebut. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya mahasiswa dalam menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat semakin memahami bahwa Pancasila bukan sekadar materi yang dihafalkan, melainkan pedoman yang relevan dalam menghadapi dinamika kehidupan modern, termasuk di ruang digital. Webinar ini juga menjadi sarana edukatif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi warga negara digital yang cerdas, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Internasional Batam


