UIB dan Yuan Ze University Taiwan Jajaki Program Gelar Bersama untuk Mahasiswa Bisnis dan Akuntansi

Penulis: Duke Paopathon Pardede (2461001) | Editor: Ambarwulan, S.T.

(Sumber: International Relation Office)

Universitas Internasional Batam (UIB) menerima kunjungan delegasi Yuan Ze University (YZU) dari Taiwan pada 17 Juli 2026 dalam sesi diskusi kerja sama akademik selama dua jam yang berlangsung di Grand Center, Gedung A UIB. Pertemuan yang difasilitasi oleh Kantor Urusan Internasional UIB ini mempertemukan perwakilan YZU dengan Fakultas Business and Management (FBM) UIB untuk membahas peluang kerja sama di bidang mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, hingga program akademik bersama, dengan potensi relevansi khusus bagi program studi Akuntansi FBM.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UIB memperluas jaringan mitra internasional sebagai bagian dari strategi internasionalisasi yang terus didorong universitas, melalui berbagai kunjungan dan pertemuan kelembagaan dengan universitas di kawasan Asia. Yuan Ze University, salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Taiwan, dinilai memiliki potensi besar untuk kerja sama akademik dan pengembangan program internasional, mendorong UIB membuka diskusi langsung mengenai bentuk kolaborasi yang dapat memberi manfaat bagi mahasiswa dan dosen di kedua kampus. Sesi ini dihadiri sekitar lima belas orang, terdiri atas delegasi YZU, perwakilan UIB, dan staf FBM, yang oleh kedua pihak dipandang sebagai langkah awal yang konkret menuju kemitraan jangka panjang.

Inti dari pertemuan ini adalah pemaparan dari YZU mengenai sejumlah program jalur studi yang dirancang khusus dengan mempertimbangkan mahasiswa Akuntansi FBM. Di antara program reguler yang diperkenalkan adalah program Sarjana English Bachelor of Business Administration (EBBA), yang dapat ditempuh melalui skema 3+1 atau 2+2 dengan konsentrasi International Finance and Global Management, serta program Magister EMS yang tersedia melalui skema 1+1. Sebuah skema 3+2 yang dalam diskusi disebut sebagai jalur 3+1+1 turut dibahas, meski YZU menegaskan bahwa jalur ini baru dapat diimplementasikan setelah kedua institusi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) secara resmi.

(Sumber: International Relation Office)

Selain jalur akademik reguler, YZU juga memaparkan jalur kerja sama industri yang secara khusus ditujukan bagi mahasiswa asing dengan kemampuan bahasa Mandarin. Melalui skema ini, mahasiswa yang telah menyelesaikan syarat kelulusan atau memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL) hingga semester tujuh dapat mengikuti program secara penuh waktu dan wajib tinggal langsung (offline) di Taiwan. Mereka yang menyelesaikan komponen magang dalam program ini berpeluang langsung bekerja di kantor akuntan publik di Taiwan, sebuah skema yang oleh YZU digambarkan mirip dengan ikatan dinas, di mana mahasiswa menerima Letter of Acceptance (LoA) untuk kuliah lebih dulu, kemudian dapat langsung bekerja setelah lulus.

Ketentuan pendaftaran dan persyaratan bahasa turut dibahas secara mendetail dalam sesi ini. Pendaftaran untuk periode Fall Intake maupun intake lainnya dilakukan melalui portal admisi YZU, dengan jalur kerja sama industri membuka pendaftaran setiap tahun pada periode Oktober hingga November. Calon mahasiswa yang mendaftar ke kelas internasional berbahasa Inggris diwajibkan menyertakan skor TOEFL iBT atau IELTS, sementara mereka yang masuk ke kelas reguler berbahasa Mandarin, serta seluruh pendaftar jalur kerja sama industri tanpa terkecuali, diwajibkan memiliki sertifikat TOCFL sebagai bukti kemampuan bahasa Mandarin. Untuk mahasiswa yang mengikuti program pertukaran jangka pendek (student exchange), YZU menjelaskan bahwa biaya SKS dibebaskan, meski biaya asrama tetap menjadi tanggungan mahasiswa, dan program pertukaran ini tidak dapat dilakukan secara daring karena mahasiswa wajib hadir langsung di Taiwan.

(Sumber: International Relation Office)

Diskusi tidak hanya berfokus pada peluang bagi mahasiswa UIB untuk berkuliah di Taiwan. Perwakilan YZU turut menyampaikan ketertarikan untuk mengirimkan mahasiswanya melakukan magang di Batam, mengingat banyaknya perusahaan yang beroperasi di kota tersebut sebagai nilai tambah praktis bagi penempatan mahasiswa asing. Di sisi lain, diskusi juga menyinggung secara terbuka salah satu tantangan yang diamati YZU pada mahasiswanya sendiri, yaitu kemampuan komunikasi bahasa Inggris mahasiswa Taiwan yang relatif masih perlu ditingkatkan, sebuah faktor yang menurut kedua pihak perlu dipertimbangkan dalam merancang program pertukaran maupun magang timbal balik. Selain program akademik formal, kemungkinan kunjungan lapangan dan study tour antar kedua institusi turut diusulkan sebagai cara yang lebih sederhana untuk menjaga keberlanjutan hubungan antara staf dan mahasiswa kedua kampus.

Diskusi pada sesi ini dipimpin oleh Theodesia Lady Pratiwi, S.Pd., M.Hum. dari pihak UIB selaku ketua pelaksana kegiatan, dengan Robin Chen tampil sebagai narasumber dari Yuan Ze University. Pertemuan ditutup dengan penyambutan hangat dari UIB, termasuk penyediaan konsumsi dan pemberian paket suvenir kepada delegasi tamu, sebagai bentuk apresiasi yang lazim diberikan kepada tamu internasional. Dengan sejumlah opsi kerja sama konkret yang muncul dari diskusi ini, termasuk salah satu jalur yang masih menunggu penandatanganan Memorandum of Agreement, kedua institusi menyatakan keinginan untuk melanjutkan pembicaraan, dengan FBM diproyeksikan mengkaji lebih lanjut bagaimana jalur-jalur berbasis Akuntansi ini dapat dikembangkan menjadi kerja sama resmi dalam beberapa bulan mendatang.

International Relation Office

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri