Penulis & Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M
Spider-Man: Brand New Day tidak hanya menarik dari sisi cerita dan aksi. Film ini juga menawarkan ruang yang menarik untuk membahas sinematografi. Kamera, pencahayaan, warna, komposisi, dan pergerakan gambar memiliki peran penting dalam membangun pengalaman penonton.
Film ini disutradarai oleh Destin Daniel Cretton. Sementara itu, Brett Pawlak dipercaya sebagai director of photography. Keduanya membawa pendekatan visual yang menarik untuk perjalanan baru Peter Parker sebagai Spider-Man.

Sumber: Tech Radar
Dunia Spider-Man yang Lebih Dewasa
Peter Parker telah mengalami banyak perubahan. Pada film-film sebelumnya, Peter masih sering digambarkan sebagai remaja yang berusaha membagi waktu antara sekolah, keluarga, pertemanan, dan kehidupan sebagai superhero.
Kini, situasinya berbeda.
Peter harus menjalani kehidupannya sebagai Spider-Man setelah kehilangan banyak hal. Karena itu, dunia yang ditampilkan dalam Brand New Day terasa lebih serius.
Dari sisi sinematografi, perubahan tersebut dapat terlihat melalui suasana kota, pencahayaan, dan pilihan warna. Lingkungan yang lebih gelap dapat memberikan kesan bahwa Peter sedang memasuki fase kehidupan yang baru.
Selain itu, New York tidak hanya berfungsi sebagai tempat terjadinya cerita. Kota tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan emosional Peter.
Kamera Membawa Penonton Lebih Dekat
Salah satu elemen penting dalam film Spider-Man adalah pergerakan kamera. Karakter ini memiliki gaya gerak yang sangat dinamis. Ia dapat melompat, berlari di dinding, dan berayun dari satu gedung ke gedung lainnya.
Karena itu, kamera harus mampu mengikuti gerakan tersebut dengan baik.
Dalam adegan aksi, kamera dapat bergerak mengikuti arah tubuh Spider-Man. Pendekatan seperti ini membuat penonton merasa lebih dekat dengan karakter.
Sebaliknya, shot yang lebih lebar dapat digunakan untuk menunjukkan skala kota. Penonton dapat melihat posisi Spider-Man di antara gedung-gedung tinggi.
Dengan perpaduan tersebut, adegan aksi tidak hanya terlihat spektakuler. Penonton juga dapat memahami ruang dan arah gerakan karakter.

Sumber: TheGWW
Pergerakan Kamera Membangun Emosi
Pergerakan kamera juga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi emosional Peter.
Saat Peter berada dalam situasi tenang, kamera dapat bergerak lebih stabil. Adegan seperti ini memberikan ruang bagi penonton untuk memperhatikan ekspresi dan kondisi karakter.
Namun, ketika konflik meningkat, gerakan kamera dapat menjadi lebih cepat dan dinamis. Perubahan tersebut membuat adegan terasa lebih intens.
Dengan demikian, camera movement bukan hanya digunakan untuk memperindah gambar. Pergerakan kamera juga membantu menyampaikan emosi tanpa harus selalu menggunakan dialog.
Aspect Ratio dan Ruang Vertikal
Sinematografi Spider-Man memiliki tantangan yang cukup unik. Karakter ini banyak bergerak secara vertikal.
Gedung pencakar langit, rooftop, jembatan, dan jalanan New York menjadi bagian penting dalam adegan. Oleh sebab itu, ruang vertikal dalam frame memiliki fungsi yang besar.
Spider-Man: Brand New Day menggunakan format gambar yang berbeda sesuai dengan kebutuhan penayangan. Penggunaan aspect ratio tersebut membantu memberikan pengalaman visual yang sesuai dengan format layar.
Ruang yang lebih tinggi juga dapat membantu menampilkan Spider-Man saat bergerak dari bawah ke atas gedung. Penonton dapat merasakan ketinggian dan skala kota dengan lebih baik.
Kamera dengan Resolusi Tinggi
Dari sisi teknis, Spider-Man: Brand New Day menggunakan ARRI Alexa 265 dan Sony CineAlta Venice 2. Produksi film ini juga menggunakan berbagai lensa Panavision untuk mendapatkan kebutuhan gambar yang berbeda.
Teknologi kamera tersebut memberikan banyak pilihan bagi tim sinematografi.
Adegan dialog membutuhkan gambar yang mampu menangkap ekspresi wajah dengan jelas. Sementara itu, adegan aksi membutuhkan kamera dan lensa yang dapat mengikuti gerakan dengan cepat.
Namun, kualitas kamera bukan satu-satunya faktor penting.
Cara kamera digunakan tetap menjadi bagian utama dari proses sinematografi. Teknologi yang baik harus mampu mendukung cerita dan karakter.
Lighting Membentuk Suasana
Pencahayaan atau lighting juga menjadi bagian penting dalam membangun identitas visual film.
Peter Parker berada dalam kondisi kehidupan yang berbeda. Ia harus menghadapi berbagai konsekuensi dari masa lalunya. Situasi tersebut dapat diterjemahkan melalui pencahayaan yang lebih kontras.
Cahaya dari lampu jalan, gedung, kendaraan, dan berbagai sumber cahaya di kota dapat menciptakan suasana yang lebih dramatis.
Di sisi lain, penggunaan bayangan dapat memberikan kesan bahwa Peter sedang menghadapi konflik yang lebih personal.
Karena itu, lighting tidak hanya membuat sebuah adegan terlihat jelas. Pencahayaan juga dapat membantu membangun suasana dan emosi.

Sumber: ScreenRant
Warna yang Lebih Tenang
Warna juga memiliki peran dalam membangun karakter visual film.
Film Spider-Man sebelumnya sering menggunakan warna yang cerah untuk menggambarkan sisi muda Peter Parker. Sementara itu, pendekatan yang lebih tenang dapat memberikan kesan bahwa karakter tersebut telah berkembang.
Warna lingkungan yang lebih netral juga dapat membuat kostum Spider-Man menjadi lebih menonjol.
Warna merah dan biru pada kostum dapat menjadi titik perhatian ketika Spider-Man berada di tengah lingkungan perkotaan. Teknik tersebut membantu mata penonton mengikuti karakter di dalam frame.
Dengan begitu, warna tidak hanya menjadi elemen dekorasi. Warna juga membantu mengarahkan perhatian penonton.
Spider-Man dan Arsitektur New York
New York memiliki hubungan yang sangat kuat dengan karakter Spider-Man.
Berbeda dari superhero yang banyak bertarung di permukaan tanah, Spider-Man memanfaatkan seluruh ruang kota. Ia menggunakan gedung sebagai tempat bergerak, berlindung, bahkan bertarung.
Karena itu, komposisi gambar menjadi sangat penting.
Spider-Man yang terlihat kecil di antara gedung tinggi dapat menunjukkan betapa besarnya kota tersebut. Sebaliknya, close-up wajah Peter dapat membuat penonton fokus pada sisi manusianya.
Perubahan ukuran objek di dalam frame tersebut menciptakan kontras yang menarik.
Spider-Man dapat terlihat sangat kuat ketika sedang beraksi. Namun, Peter Parker tetap merupakan manusia biasa yang harus menghadapi masalah kehidupan.

Sumber: Reddit
Aksi Tidak Hanya tentang Efek Visual
Film superhero membutuhkan adegan aksi yang menarik. Namun, aksi yang baik tidak hanya bergantung pada efek visual.
Penonton juga perlu memahami posisi setiap karakter.
Karena itu, sinematografi harus membantu penonton mengetahui lokasi, arah, dan jarak dalam sebuah adegan. Wide shot dapat memperlihatkan ruang. Sementara itu, close-up dapat memperlihatkan reaksi karakter.
Selain itu, tracking shot dapat membantu mengikuti pergerakan Spider-Man.
Semua elemen tersebut harus bekerja bersama. Hasilnya, adegan aksi terasa lebih mudah diikuti dan tidak hanya menjadi rangkaian gambar yang cepat.
Kamera Menunjukkan Sisi Manusia Peter Parker
Hal menarik dari Brand New Day adalah kemungkinan penggunaan sinematografi untuk memperkuat sisi manusia Peter Parker.
Peter bukan hanya Spider-Man. Ia juga seseorang yang harus menghadapi kesepian, kehilangan, tanggung jawab, dan pilihan sulit.
Karena itu, close-up wajah dapat menjadi sangat penting.
Ketika kamera berada dekat dengan Peter, penonton dapat melihat ekspresi dan emosinya. Sebaliknya, ketika kamera mengambil gambar yang lebih luas, Peter dapat terlihat kecil di tengah kota.
Perbedaan tersebut membantu menunjukkan dua sisi karakter.
Spider-Man adalah superhero yang kuat, sedangkan Peter Parker tetap manusia yang memiliki keterbatasan.

Sumber: Vague Visages
Sinematografi sebagai Bahasa Cerita
Pada akhirnya, sinematografi Spider-Man: Brand New Day dapat dilihat sebagai bagian dari perkembangan karakter Peter Parker.
Perubahan suasana visual mencerminkan perubahan kehidupan Peter. Pergerakan kamera mengikuti energi Spider-Man. Lighting membangun suasana. Warna membantu mengarahkan perhatian. Sementara itu, komposisi menunjukkan hubungan Peter dengan kota.
Semua elemen tersebut bekerja bersama untuk membangun pengalaman menonton.
Dengan demikian, sinematografi bukan sekadar membuat film terlihat indah. Sinematografi membantu penonton merasakan cerita melalui gambar.
Brand New Day pun menjadi menarik untuk dilihat bukan hanya dari siapa yang menjadi lawan Spider-Man atau bagaimana aksi pertarungannya, tetapi juga dari bagaimana kamera menceritakan perjalanan Peter Parker.
Tertarik Belajar Dunia Kreatif?
Sinematografi menunjukkan bahwa sebuah cerita dapat disampaikan melalui banyak cara. Kamera, desain visual, teknologi, dan kreativitas dapat mengubah sebuah ide menjadi karya yang mampu dinikmati banyak orang.
Jika kamu tertarik mengembangkan kreativitas dan mempelajari berbagai bidang ilmu di lingkungan perguruan tinggi, Universitas Internasional Batam (UIB) dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Melalui lingkungan akademik dan berbagai kegiatan pengembangan diri, mahasiswa UIB memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, menghasilkan karya, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.
Saatnya mulai perjalananmu dan wujudkan potensi terbaik bersama UIB.
Daftarkan dirimu sekarang melalui https://pendaftaran.uib.ac.id dan pilih program studi yang sesuai dengan minat serta cita-citamu.
Referensi:
- Jasmine Valentine (2026). Spider-Man: Brand New Day in ScreenX is a total disappointment — I wish I’d paid out to see the new Marvel movie in 4DX 3D instead. TechRadar.com
- P.M, Charless (2026). Despite Spider-Man: Brand New Day’s success, the MCU is on shaky ground. TheVerge.com
- Coyle, Jake (2026). ‘Spider-Man: Brand New Day’ keeps record pace, ‘The Odyssey’ sets new high for Nolan. Apnews.com
- Spider-Man: Brand New Day Technical Specifications (2026). IMDb.com
- Spider-Man: Brand New Day Synopsis (2026). SonyPictures.com
- Marvel (2026). Check Out the Official ‘Spider-Man: Brand New Day’ Poster. Marvel.com


