Riset Antikorupsi ASEAN UIB dan UITM Terbit di Jurnal SINTA 2

Penulis: Leonardo, S.Ars. | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M

Program Studi Ilmu Hukum Universitas Internasional Batam (UIB) kembali mencatat capaian akademik melalui riset antikorupsi ASEAN. Emiliya Febriyani, S.H., M.H. bersama tim riset berkolaborasi dengan peneliti dari Universiti Teknologi MARA Malaysia (UITM). Hasil penelitian tersebut terbit dalam Syura: Journal of Law, Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026.

Artikel berjudul “Corporate Liability and Human Rights Protection in ASEAN Anti-Corruption Law” tersebut mengangkat isu pertanggungjawaban korporasi dalam tindak pidana korupsi. Publikasi ini juga memperkuat jejaring penelitian internasional UIB dengan institusi pendidikan tinggi di Malaysia.

Data Garuda mencatat artikel tersebut terbit pada 31 Agustus 2026. Sementara itu, Syura: Journal of Law tercatat sebagai jurnal terakreditasi SINTA 2.

C:\Users\Leonardo\Downloads\Emiliya Febriyani cover berita'.png

Riset Antikorupsi ASEAN Bandingkan Tiga Negara

Penelitian ini mengkaji sejauh mana hukum antikorupsi dapat meminta pertanggungjawaban korporasi yang terlibat dalam korupsi sektor publik. Tim peneliti membandingkan kerangka hukum Indonesia, Malaysia, dan Vietnam sebagai studi kasus.

Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan metode penelitian hukum normatif. Selain itu, penelitian menerapkan pendekatan perundang-undangan dan komparatif untuk melihat aturan serta sanksi terhadap pejabat dan korporasi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam pengaturan pertanggungjawaban korporasi di ketiga negara. Menurut temuan penelitian, Indonesia memiliki kesenjangan normatif paling besar. Malaysia memiliki kerangka pertanggungjawaban korporasi yang lebih kuat, sedangkan Vietnam dinilai memiliki pengaturan paling komprehensif.

Penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya kepentingan publik dan hak asasi manusia dalam pengembangan hukum antikorupsi. Karena itu, tim peneliti merekomendasikan penguatan norma antikorupsi, khususnya terkait tanggung jawab korporasi.

(Sumber: LPPM UIB)

Dorong Pengembangan Hukum Berbasis Praktik Internasional

Dari aspek kebaruan, penelitian membandingkan karakter setiap kerangka hukum secara kontekstual. Tim peneliti melihat Malaysia memiliki beberapa pendekatan yang dapat menjadi bahan pembelajaran. Sementara itu, kerangka hukum Vietnam mencakup aktor non-negara serta mengakui kompensasi atas kerugian akibat korupsi.

Temuan tersebut memberi perspektif bagi pembuat kebijakan maupun perancang hukum. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi referensi akademik untuk pengembangan aturan yang lebih memperhatikan kepentingan publik.

Proses publikasi penelitian berlangsung sekitar dua bulan hingga artikel dinyatakan diterima. Capaian ini menunjukkan keseriusan kolaborasi tim dalam mengangkat isu hukum yang relevan dan memiliki dimensi lintas negara.

(Sumber: LPPM UIB)

UIB Perkuat Jejaring Riset Internasional

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, S.H., M.H., mengapresiasi Emiliya Febriyani dan tim atas capaian tersebut.

“Publikasi ilmiah ini menunjukkan kapasitas Emiliya Febriyani beserta dosen-dosen UIB lainnya selaku rekan tim riset dalam menghasilkan penelitian yang mencakup konteks multinasional dan mengangkat isu yang relatif masih minim dikaji. Kolaborasi antara UIB dengan UITM juga mencerminkan komitmen UIB untuk memperluas jejaring akademiknya dan memperkuat eksistensinya di ranah internasional,” ujarnya.

Melalui capaian ini, UIB terus mendorong budaya riset, kolaborasi nasional dan internasional, serta publikasi ilmiah yang memberi manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Ingin mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan yang mendukung kolaborasi internasional? Kenali berbagai program studi UIB dan lakukan pendaftaran UIB untuk memulai perjalanan akademikmu.

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri