Program Studi Akuntansi UIB Gelar Annual Curriculum Review 2025/2026

Penulis: Jonathan – 2231166 | Editor: Annisa Muasrani, S.I.Kom.,M.I.Kom

Program Studi Akuntansi Universitas Internasional Batam (UIB) menggelar Focus Group Discussion Annual Curriculum Review 2025/2026 pada 16 dan 18 September 2026. Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pada Rabu, 16 September 2026 pukul 10.00–12.00 WIB dan Jumat, 18 September 2026 pukul 09.30–11.30 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan di Program Studi Akuntansi UIB. Annual Curriculum Review menjadi forum untuk meninjau pelaksanaan kurikulum, mengevaluasi proses pembelajaran, serta memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan industri, teknologi, serta profesi akuntansi.

Kegiatan melibatkan berbagai stakeholder dari lingkungan akademik, industri, asosiasi profesi, regulator, mahasiswa, dan alumni. Pada sesi pertama, pembahasan difokuskan pada bidang Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen, sedangkan sesi kedua membahas bidang Perpajakan dan Audit. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Program Studi Akuntansi dalam mengembangkan kurikulum dan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

(Sambutan dari Dekan Fakultas Bisnis dan Manajemen)

Evaluasi Kurikulum untuk Memperkuat Pendidikan Akuntanasi

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Bisnis dan Manajemen UIB, Dr. Dewi Khornida Marheni, S.E., M.M. Sambutan menjadi bagian awal kegiatan sebelum peserta memasuki sesi pemaparan dan diskusi mengenai pelaksanaan kurikulum Program Studi Akuntansi.

Annual Curriculum Review menjadi momentum bagi Program Studi Akuntansi untuk melihat kembali pelaksanaan kurikulum yang telah berjalan serta mengidentifikasi aspek pembelajaran yang perlu dipertahankan dan dikembangkan. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan dunia kerja, perubahan teknologi, perkembangan regulasi dan standar profesi, serta kompetensi yang diperlukan oleh lulusan ketika memasuki dunia profesional.

Melalui evaluasi secara berkala dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, kurikulum diharapkan dapat terus disesuaikan dengan perkembangan profesi akuntansi. Perspektif dari industri, asosiasi profesi, regulator, dosen, mahasiswa, dan alumni menjadi bagian penting dalam memperoleh gambaran mengenai kebutuhan kompetensi lulusan serta relevansi pembelajaran yang diberikan di Program Studi Akuntansi UIB.

(Pemaparan Materi oleh Kepala Prodi Akuntansi)

Program Studi Akuntansi UIB Paparkan Kurikulum yang Berjalan

Selanjutnya, Kepala Program Studi Akuntansi UIB, Sari Dewi, S.E., M.Ak., memaparkan kurikulum yang diterapkan sebagai pengantar sebelum sesi diskusi dan evaluasi bersama stakeholder.

Pemaparan mencakup empat bidang peminatan utama, yaitu Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Perpajakan, dan Audit. Keempat bidang tersebut menjadi fokus dalam Annual Curriculum Review 2025/2026 sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa Program Studi Akuntansi.

Melalui sesi ini, stakeholder memperoleh gambaran mengenai kompetensi yang dikembangkan dalam proses pembelajaran. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk memberikan tanggapan dan masukan berdasarkan pengalaman profesional, kebutuhan industri, perkembangan regulasi, serta perubahan teknologi di bidang akuntansi.

(Masukan Stakeholder Sesi Pertama – 16 September 2026)

Penguatan Kompetensi Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

Sesi pertama Annual Curriculum Review dilaksanakan pada 16 September 2026 pukul 10.00–12.00 WIB dengan pembahasan bidang Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen. Diskusi melibatkan stakeholder dari industri, asosiasi profesi, serta perwakilan dosen untuk memberikan masukan terhadap kompetensi dan pembelajaran yang perlu diperkuat dalam kurikulum.

Penguatan Pemahaman Dasar dan Analisis Akuntansi Keuangan

Pada bidang Akuntansi Keuangan, stakeholder menilai mahasiswa dan alumni Program Studi Akuntansi UIB secara umum telah memiliki kemampuan yang baik dalam menjalankan pekerjaan di bidang akuntansi dan keuangan. Namun, pemahaman terhadap konsep dasar akuntansi masih perlu diperkuat agar mahasiswa tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami alasan dan konsep di balik setiap proses akuntansi.

Seiring perkembangan digitalisasi, penggunaan aplikasi seperti Accurate, ERP, dan Xero semakin umum di dunia kerja. Karena itu, pembelajaran komputerisasi akuntansi perlu disesuaikan dengan perangkat lunak yang digunakan industri. Kompetensi mahasiswa juga perlu dikembangkan dari sekadar melakukan input transaksi menuju kemampuan menganalisis laporan keuangan, memahami PSAK, melakukan adjustment, serta menilai kewajaran transaksi dan laporan keuangan.

Stakeholder juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai kerahasiaan dan sensitivitas data, terutama dalam penggunaan AI. Mahasiswa perlu memahami bahwa AI hanya berfungsi sebagai alat bantu dan tidak seharusnya digunakan untuk memasukkan data perusahaan yang bersifat rahasia. Kemampuan verifikasi informasi, skepticism, dan critical thinking juga perlu diperkuat agar informasi dari AI tidak diterima tanpa pemeriksaan.

Selain kompetensi teknis, penguatan integritas, karakter, resilience, sikap profesional, dan tanggung jawab turut menjadi perhatian. Pengalaman learning by doing dinilai penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan industri. Pendekatan Outcome-Based Education (OBE) juga dipandang dapat mendukung pengembangan kompetensi lulusan sesuai capaian pembelajaran yang dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja.

Penguatan Akuntansi Manajemen melalui Praktik dan Studi Kasus

Pada bidang Akuntansi Manajemen, stakeholder menilai materi pembelajaran secara umum telah berjalan baik. Namun, pemahaman konsep dasar dan penerapannya dalam kegiatan laboratorium masih perlu diperkuat. Praktikum diharapkan tidak hanya berfokus pada kasus dan aplikasi, tetapi juga mengaitkannya dengan konsep serta teori yang relevan.

Penggunaan case study disarankan agar mahasiswa mampu menghubungkan teori dengan kondisi nyata di perusahaan. Pendekatan ini juga dapat membantu mahasiswa memahami dasar suatu analisis serta melakukan koreksi ketika memperoleh hasil yang kurang tepat dari AI. Selain itu, pembaruan materi terkait PSAK perlu diperhatikan agar tidak terjadi tumpang tindih dengan mata kuliah lain.

Dalam bidang Sistem Informasi Akuntansi dan teknologi, mahasiswa dapat diperkenalkan dengan perangkat lunak seperti SAP dan Accurate. Kemampuan Microsoft Excel tetap penting sebagai fondasi yang dapat dikembangkan melalui Power BI untuk mendukung data analytics. Materi ESG dan Sustainability Reporting juga perlu mengikuti perkembangan standar SPAK 1 dan SPAK 2 yang mengacu pada IFRS S1 dan IFRS S2.

Pengembangan kompetensi profesional dapat diperkuat melalui kerja sama dengan asosiasi profesi dan program sertifikasi. Mahasiswa juga didorong memanfaatkan kesempatan upskilling, webinar, sertifikasi profesional, dan komunitas akuntan muda untuk memperluas wawasan mengenai akuntansi manajemen, manajemen risiko, AI, serta perkembangan terbaru dalam profesi akuntansi.

(Masukan Stakeholder Sesi Kedua – 18 September 2026)

Penguatan Kompetensi Perpajakan dan Audit

Sesi kedua Annual Curriculum Review dilaksanakan pada 18 September 2026 pukul 09.30–11.30 WIB dengan pembahasan bidang Perpajakan dan Audit. Diskusi pada sesi ini membahas perkembangan regulasi, digitalisasi perpajakan, standar profesi, etika, teknologi, serta kompetensi yang diperlukan mahasiswa untuk menghadapi perubahan dalam dunia profesional.

Penguatan Pembelajaran Praktik dan Digitalisasi Perpajakan

Pada bidang Perpajakan, stakeholder menekankan perlunya integrasi yang lebih kuat antara bidang konsultasi pajak dengan pembelajaran di Program Studi Akuntansi. Pembelajaran perpajakan diharapkan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan lebih banyak pengalaman praktik dan studi kasus yang relevan dengan kondisi di lapangan. Penguatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami persoalan perpajakan secara lebih kontekstual.

Pemahaman mengenai Coretax menjadi salah satu kompetensi yang perlu diperkuat. Mahasiswa perlu memahami penggunaan Coretax sekaligus memahami konsep dan proses perpajakan secara menyeluruh. Selain itu, karakteristik Batam sebagai bagian dari Free Trade Zone (FTZ) menjadi salah satu konteks yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran agar mahasiswa memahami karakteristik perpajakan yang berlaku di wilayah tersebut.

Stakeholder juga memberikan masukan mengenai penguatan materi hukum pajak dan sengketa pajak. Kompetensi perpajakan mahasiswa juga dapat dikembangkan melalui partisipasi dalam kegiatan dan kompetisi perpajakan serta keterlibatan praktisi dan regulator dalam proses pembelajaran. Kerja sama antara Tax Center UIB dan Kanwil DJP juga dapat terus dikembangkan melalui kuliah umum, seminar, sharing session, maupun kegiatan pembelajaran lainnya.

Pengembangan kompetensi perpajakan juga dapat dilakukan secara bertahap melalui pendekatan IRMA (Introduce, Reinforce, Master, Assess). Mahasiswa dapat diperkenalkan pada konsep dasar perpajakan dan tax compliance, kemudian diperkuat melalui pembelajaran yang lebih aplikatif dan dilanjutkan dengan praktik, studi kasus, serta simulasi permasalahan perpajakan.

Penguatan Audit, Etika Profesi, dan Professional Judgement

Pada bidang Audit, stakeholder menyoroti pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap regulasi dan standar yang terus berkembang. Pembelajaran audit diharapkan tidak hanya mengacu pada buku atau e-book, tetapi juga memperhatikan standar dan regulasi terbaru yang berlaku dalam profesi. Mahasiswa perlu dibiasakan untuk mengikuti perkembangan standar dan regulasi karena perubahan tersebut dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan pembaruan buku ajar.

Penguatan kode etik profesi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi Audit. Mahasiswa perlu memiliki pemahaman mengenai kode etik profesi akuntansi, termasuk kode etik yang diterbitkan oleh IAI, IAPI, dan IAMI serta prinsip-prinsip yang mengacu pada IESBA. Pembelajaran etika juga dapat menggunakan contoh kasus sebagai bahan untuk memahami pentingnya perilaku profesional dan kepercayaan publik.

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) turut menjadi bagian dari pembahasan. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan, namun mahasiswa tetap perlu memahami konsep dasar dan proses pekerjaan yang dilakukan. Kemampuan critical thinking, analisis, professional judgement, dan verifikasi informasi menjadi kompetensi yang perlu diperkuat agar AI berfungsi sebagai alat pendukung dan bukan pengganti pemahaman profesional.

Pengembangan kompetensi Audit juga dapat dilakukan secara bertahap melalui pendekatan IRMA. Pada tahap Introduce, mahasiswa memperoleh fondasi melalui Sistem Informasi Akuntansi, Etika Bisnis dan Profesi, serta kompetensi dasar lainnya. Pada tahap Reinforce, kompetensi dapat diperkuat melalui Audit 1 dan Audit 2. Selanjutnya, tahap Master dapat dikembangkan melalui Laboratorium Audit dengan simulasi penugasan dan penyusunan dokumentasi audit.

Stakeholder juga memberikan masukan agar Audit 1 dan Audit 2 memiliki perbedaan kompetensi yang lebih jelas sesuai dengan tingkat kedalaman pembelajarannya. Laboratorium Audit juga dapat menggunakan pendekatan Project-Based Learning sehingga mahasiswa tidak hanya menyelesaikan latihan secara parsial, tetapi memperoleh pengalaman menyelesaikan satu rangkaian penugasan audit secara utuh.

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran Audit juga dapat terus dikembangkan. Penggunaan ATLAS dinilai telah mendukung pembelajaran dan dapat dikembangkan menuju sistem yang lebih terintegrasi. Mahasiswa juga dapat diperkenalkan dengan AI sebagai supporting tools dalam proses audit dengan tetap menekankan pemahaman terhadap dasar, proses, serta professional judgement dari pekerjaan yang dilakukan.

Masukan Stakeholder untuk Penguatan Kurikulum Akuntansi

Diskusi Annual Curriculum Review menghasilkan sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian dalam evaluasi kurikulum Program Studi Akuntansi. Salah satu fokus utama adalah memastikan kesesuaian kompetensi yang dikembangkan melalui pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan profesi akuntansi.

Pada bidang Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen, penguatan konsep dasar, kemampuan analitis, praktik, serta pemanfaatan teknologi menjadi beberapa aspek yang mendapat perhatian. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan untuk memahami konteks bisnis, melakukan analisis, serta mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan yang dilakukan dengan bantuan teknologi.

Pada bidang Perpajakan dan Audit, perkembangan regulasi, digitalisasi, standar profesi, etika, dan pemanfaatan AI menjadi bagian dari aspek yang perlu terus diperbarui dalam pembelajaran. Keterlibatan praktisi, regulator, dan asosiasi profesi juga dapat terus dikembangkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada mahasiswa.

Selain masukan dari stakeholder eksternal dan dosen, mahasiswa juga menyampaikan kebutuhan terhadap akses yang lebih mudah terhadap PSAK sebagai salah satu sumber utama dalam pembelajaran akuntansi. Mahasiswa juga mendukung pemanfaatan berbagai tools dan platform pembelajaran untuk membantu proses pembelajaran serta memperoleh informasi mengenai perkembangan terbaru di bidang akuntansi.

Dari sisi alumni, relevansi antara materi perkuliahan dengan pekerjaan menjadi salah satu aspek yang perlu dipertahankan. Pengalaman alumni menunjukkan bahwa materi yang dipelajari selama perkuliahan memiliki keterkaitan dengan pekerjaan yang dijalankan, sehingga hubungan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan profesional perlu terus diperhatikan dalam pengembangan kurikulum.

Membangun Kurikulum Akuntansi yang Adaptif dan Relevan

Berbagai hasil review dan masukan yang diperoleh melalui Annual Curriculum Review 2025/2026 menjadi bahan evaluasi bagi Program Studi Akuntansi UIB dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan profesi akuntansi.

Pengembangan kurikulum diarahkan untuk memperkuat keterpaduan antara penguasaan konsep dasar, pembelajaran berbasis praktik dan studi kasus, kemampuan analitis, pemanfaatan teknologi, perkembangan Artificial Intelligence, pemahaman regulasi dan standar, serta etika profesi. Integrasi berbagai aspek tersebut diharapkan dapat mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan profesi akuntansi.

Kesesuaian pembelajaran dengan karakteristik dan kebutuhan dunia kerja juga menjadi bagian penting dalam arah pengembangan kurikulum. Masukan dari praktisi, asosiasi profesi, dan regulator memberikan perspektif mengenai perkembangan yang terjadi dalam bidang akuntansi, perpajakan, audit, teknologi, dan tata kelola. Sementara itu, masukan mahasiswa dan alumni memberikan gambaran mengenai kebutuhan sumber pembelajaran serta relevansi materi yang diperoleh selama perkuliahan dengan pengalaman di dunia kerja.

Pengembangan kerja sama dengan industri, asosiasi profesi, dan regulator juga dapat menjadi bagian dari penguatan pengalaman pembelajaran mahasiswa. Kegiatan seperti kuliah umum, seminar, sharing session, kunjungan industri, sertifikasi, serta pembelajaran bersama praktisi dapat mendukung mahasiswa dalam memahami penerapan kompetensi akuntansi dalam kondisi nyata.

(Penutupan Foto Bersama)

Annual Curriculum Review sebagai Langkah Pengembangan Kurikulum Akuntansi

Pelaksanaan Focus Group Discussion Annual Curriculum Review 2025/2026 menjadi bagian dari upaya Program Studi Akuntansi UIB untuk melakukan evaluasi terhadap kurikulum secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, pelaksanaan pembelajaran pada bidang Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Perpajakan, dan Audit dapat ditinjau berdasarkan masukan dari berbagai stakeholder.

Keterlibatan praktisi industri, asosiasi profesi, regulator, dosen, mahasiswa, dan alumni menjadi bagian penting dalam memperoleh perspektif yang relevan terhadap kebutuhan pendidikan dan dunia kerja. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan pembelajaran dan kurikulum Program Studi Akuntansi UIB.

Dengan demikian, FGD Annual Curriculum Review 2025/2026 menjadi salah satu langkah Program Studi Akuntansi UIB dalam memastikan kurikulum terus berkembang sesuai dengan kompetensi lulusan, perkembangan teknologi dan Artificial Intelligence, perubahan regulasi dan standar profesi, serta kebutuhan dunia kerja.

Biro Academic Development Center (ADC) Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri