Penulis: Amelia Asadi,S.M. | Editor: Ambarwulan, S.T.
Universitas Internasional Batam (UIB) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang penelitian. Dr. dr. Fara Fauzia, M.Farm., M.Epid., dosen Fakultas Kedokteran UIB, berhasil mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi Q1, Therapeutic Advances in Musculoskeletal Disease dengan judul Development and Validation of a Clinical Scoring System for the Prediction of Methotrexate Treatment Response in Rheumatoid Arthritis Patients: A Multicenter Real-World Study. Artikel tersebut terbit pada Volume 18 Tahun 2026 dan diterbitkan oleh SAGE Publications.
Dalam penelitian tersebut, Dr. Fara Fauzia bekerja sama dengan Prof. Dr. dr. Rudy Hidayat, Sp.PD-KR, FINASIM, FACR, beserta tim peneliti dari berbagai institusi dan rumah sakit di Indonesia, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Sriwijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Andalas, Universitas Sebelas Maret, Universitas Hasanuddin, serta jejaring Jakarta Rheumatic & Autoimmune Disease Study Group (Jak-RAIDS). Kolaborasi multicenter ini melibatkan data pasien dari sepuluh rumah sakit di Indonesia sehingga menghasilkan penelitian yang memiliki cakupan nasional dan representatif.

(Sumber: Biro LPPM UIB)
Penelitian tersebut mengkaji pengembangan dan validasi sistem penilaian klinis (clinical scoring system) untuk memprediksi keberhasilan terapi methotrexate (MTX) pada pasien rheumatoid arthritis (RA). Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan sendi dan dapat mengakibatkan kecacatan apabila tidak ditangani secara optimal. Melalui analisis terhadap lebih dari seribu pasien rheumatoid arthritis yang berasal dari berbagai rumah sakit di Indonesia, penelitian ini berhasil mengidentifikasi faktor-faktor klinis yang berpengaruh terhadap keberhasilan terapi methotrexate selama enam bulan pertama pengobatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dokter menentukan strategi terapi yang lebih tepat sejak awal penanganan pasien.

(Sumber: Biro LPPM UIB)
Dari aspek kebaruan, penelitian ini berhasil mengembangkan DEAP Score, yaitu sistem skor klinis sederhana yang dibangun berdasarkan empat parameter yang mudah diperoleh dalam praktik pelayanan kesehatan, yakni usia pasien, nilai laju endap darah (ESR), tingkat aktivitas penyakit (DAS28-ESR), serta dosis glukokortikoid yang digunakan. Berbeda dengan berbagai model prediksi sebelumnya yang memerlukan pemeriksaan laboratorium kompleks atau biomarker khusus, DEAP Score dirancang agar dapat diterapkan secara praktis pada fasilitas pelayanan kesehatan sehari-hari, terutama di negara berkembang dengan keterbatasan sumber daya. Model tersebut juga telah melalui proses validasi internal maupun eksternal sehingga menunjukkan performa yang stabil dan layak digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan klinis.
Dari sisi kemanfaatan, hasil penelitian ini memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan kesehatan berbasis bukti (evidence-based medicine). DEAP Score dapat membantu tenaga medis mengidentifikasi pasien yang memiliki peluang tinggi untuk berhasil menjalani terapi methotrexate, sekaligus mengenali pasien yang memerlukan penyesuaian atau eskalasi terapi lebih awal. Dengan demikian, penggunaan sistem skor ini berpotensi meningkatkan efektivitas pengobatan, mengurangi risiko perkembangan penyakit, serta mendukung efisiensi biaya pelayanan kesehatan. Untuk mempermudah implementasi di lapangan, sistem tersebut juga telah dikembangkan dalam bentuk kalkulator berbasis web yang dapat digunakan oleh praktisi kesehatan.

(Sumber: Biro LPPM UIB)
Ketua LPPM UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan publikasi pada jurnal internasional bereputasi Q1 menunjukkan kualitas penelitian yang dihasilkan oleh dosen UIB semakin kompetitif di tingkat global. Capaian ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi penelitian lintas institusi mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik tinggi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu kedokteran dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Ke depan, UIB berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem penelitian yang unggul, kolaboratif, dan berdampak, melalui peningkatan kerja sama dengan berbagai institusi nasional maupun internasional, penguatan kapasitas dosen dalam menghasilkan publikasi bereputasi, serta mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UIB untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang inovatif, berkualitas, dan berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan serta pembangunan bangsa.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Universitas Internasional Batam


