Penulis: Kaila Najira Putri (2432051) | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M

Program Sarjana Gizi Universitas Internasional Batam (UIB) menyelenggarakan FGD Kurikulum Gizi UIB pada 8 September 2026. Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 14.00–16.00 WIB. Forum ini menjadi ruang evaluasi kurikulum setelah Program Sarjana Gizi UIB menjalankan proses pembelajaran selama satu tahun.
Melalui kegiatan tersebut, Program Sarjana Gizi UIB ingin memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Selain itu, evaluasi mempertimbangkan perkembangan terbaru dalam bidang gizi.
FGD melibatkan seluruh dosen dan perwakilan mahasiswa Program Sarjana Gizi UIB. Berbagai mitra dari bidang akademik, pelayanan kesehatan, profesi, dan industri juga mengikuti diskusi.

FGD Kurikulum Gizi UIB Libatkan Akademisi dan Praktisi
Sejumlah akademisi dan praktisi hadir memberikan pandangan dalam forum tersebut. Mereka antara lain Ketua AIPGI Prof. Dr. Budi Setiawan, M.S. dan Ketua AIPGI Regional 2 Dr. Fatmalina Febry, S.K.M., M.Si. Hadir pula Ketua PERSAGI Kepulauan Riau Dr. Muslim, M.PH. serta Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, M.S.
Selain itu, FGD menghadirkan pimpinan program studi gizi dari berbagai universitas di Indonesia. Di antaranya Prof. Dr. Helmizar, S.K.M., M.Biomed, Beti Musparlina, S.Gz., M.Biomed, Yania Febsi, S.Gz., MKM., serta Inna Mukhaira, SKM., M.Si.
Diskusi juga melibatkan ahli gizi dari sejumlah puskesmas di Batam, Bangka Belitung, Belakang Padang, dan Pangkal Pinang. Ahli gizi rumah sakit, perwakilan dan kepala SPPG, serta Martin Simanjuntak, S.Gz., MM dari PT Nauli Gizi Solusindo turut memberikan masukan.

Penguatan Kompetensi dan Nutripreneurship
Pembahasan berfokus pada kesesuaian kompetensi selama tahun pertama perkuliahan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Mitra memberikan berbagai masukan untuk memperkuat kompetensi gizi preventif dan promotif mahasiswa.
Selain itu, peserta menyoroti pentingnya pengetahuan lapangan, keterampilan pengolahan pangan lokal, dan kemampuan komunikasi. Pemahaman terhadap isu gizi terkini serta pengembangan kompetensi nutripreneurship juga menjadi perhatian. Metode pembelajaran dan penilaian turut dibahas agar capaian kompetensi mahasiswa dapat terukur dengan baik.
Martin Simanjuntak menekankan pentingnya mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja yang semakin beragam.
“Keterampilan nutripreneurship penting bagi lulusan Sarjana Gizi karena dapat membuka peluang kerja dan pengembangan diri. Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran juga perlu didorong, salah satunya melalui luaran berupa konten video,” ujar Martin dari PT Nauli Gizi Solusindo.
Evaluasi Kurikulum Dilakukan Secara Berkelanjutan
FGD tidak hanya membahas penambahan atau perubahan materi perkuliahan. Program Sarjana Gizi UIB juga mempertimbangkan beban mahasiswa, metode pembelajaran, serta kesesuaian capaian pembelajaran dengan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.
Dengan demikian, masukan dari akademisi, praktisi, mitra layanan kesehatan, dan industri menjadi bahan penting dalam pengembangan kurikulum. Beragam perspektif tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran agar lulusan Sarjana Gizi UIB memiliki kompetensi yang relevan dan adaptif.
Ingin mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional di bidang gizi melalui pembelajaran yang terus menyesuaikan kebutuhan dunia kerja? Temukan informasi program studi dan daftar di Universitas Internasional Batam untuk memulai perjalanan akademikmu bersama UIB.


