Hukum Archimedes dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Penulis: Michelle Mitha Siby (2511016)

sumber: Google.com

Pernahkah kita bertanya mengapa kapal besar yang terbuat dari baja dapat mengapung di laut, sementara batu kecil justru tenggelam? Fenomena ini dapat dijelaskan melalui Hukum Archimedes dalam mekanika fluida, yaitu ilmu yang mempelajari zat yang dapat mengalir serta tekanan yang dihasilkannya.

Hukum Archimedes menyatakan bahwa benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas (gaya apung) sebesar berat fluida yang dipindahkan. Gaya apung terjadi karena adanya perbedaan tekanan. Tekanan dalam fluida meningkat seiring bertambahnya kedalaman. Hal ini dapat dibayangkan seperti saat menyelam: bagian tubuh yang lebih dalam terasa lebih tertekan. Akibatnya, bagian bawah benda mendapat tekanan lebih besar dibandingkan bagian atas, sehingga muncul dorongan ke atas.

Rumus gaya apung:
F = ρ × g × V

Kondisi benda dalam Fluida:

  • Terapung (gaya apung > berat benda)
  • Melayang (gaya apung = berat benda)
  • Tenggelam (gaya apung < berat benda)

Hal ini juga dipengaruhi oleh massa jenis benda terhadap fluida.

Penerapan dalam Kehidupan sehari-hari

Beberapa contoh penerapan Hukum Archimedes:

  • Kapal laut dapat mengapung karena memindahkan volume air yang besar
  • Kapal selam mengatur kedalaman dengan mengubah jumlah air dalam tangka
  • Balon udara panas dapat terbang karena massa jenis udara di dalamnya lebih kecil
  • Hidrometer digunakan untuk mengukur massa jenis cairan

Hukum Archimedes menjelaskan bahwa gaya apung pada benda dalam fluida terjadi karena perbedaan tekanan akibat kedalaman. Konsep ini mampu menjelaskan berbagai fenomena sehari-hari, seperti benda yang mengapung atau tenggelam, serta memiliki banyak penerapan dalam teknologi.

Editor: Hadijah Aulia Putri (2411075)

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri