Penulis: dr. Chairunnisa | Editor: Ambarwulan, S.T.

(Sumber: Fakultas Kedokteran UIB)
3 Juli 2026 – Dalam rangka memperkuat pemahaman praktis mengenai sistem kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Internasional Batam (FK UIB) melaksanakan kunjungan pembelajaran lapangan ke Kantor Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Kota Batam pada Hari Kamis, 2 Juli 2026. Kunjungan ini merupakan bagian integral dari proses pembelajaran Blok Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa secara langsung pada fungsi strategis BBKK sebagai garda terdepan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit menular di pintu gerbang internasional, sekaligus menjadi implementasi nyata dari pilar keunggulan kurikulum FK UIB, yaitu Kedokteran Kepulauan (Archipelago Medicine).

(Sumber: Fakultas Kedokteran UIB)
Dipimpin oleh dosen pengampu Blok IKM, rombongan mahasiswa FK UIB disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan tim ahli dari BBKK Kota Batam. Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa dibekali wawasan mendalam mengenai struktur organisasi, tugas pokok, serta fungsi-fungsi kekarantinaan kesehatan.
Ranah kerja BBKK yang diobservasi oleh mahasiswa meliputi:
- Pengawasan Pintu Masuk Negara: Tata cara skrining dan pengawasan kesehatan terhadap alat angkut (kapal laut dan pesawat), orang (awak, penumpang, migran), serta barang bawaan yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Batam.
- Respon Kedaruratan Kesehatan Masyarakat: Langkah-langkah kontingensi dan isolasi dalam menghadapi potensi wabah penyakit menular yang menjadi perhatian internasional (Public Health Emergency of International Concern).
- Pengendalian Risiko Lingkungan: Pengawasan sanitasi lingkungan di pelabuhan dan bandara guna memutus rantai penularan vektor penyakit.
Batam, dengan geografisnya yang unik sebagai wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, memerlukan pendekatan medis yang spesifik. Melalui observasi ini, mahasiswa FK UIB belajar bagaimana konsep Kedokteran Kepulauan diaplikasikan pada skala makro.
Mahasiswa berkesempatan melihat langsung fasilitas penunjang di kantor BBKK, mulai dari ruang karantina, alat deteksi suhu tubuh (thermal scanner), hingga alur koordinasi evakuasi medis di wilayah perairan.
dr. Romer Simanungkalit, M.H., selaku Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Alat Angkut dan Barang BBKK Kota Batam, menyampaikan bahwa kunjungan ini membuka mata para mahasiswa bahwa peran seorang dokter tidak hanya berada di dalam ruang praktik rumah sakit. ‘Sebagai calon dokter yang menempuh pendidikan di wilayah kepulauan, mahasiswa FK UIB harus peka terhadap aspek epidemiologi dan geomedis daerah pesisir. Kerja sama dengan BBKK ini memberikan gambaran nyata bagaimana proteksi kesehatan populasi dilakukan,’ ujarnya.”
Melalui kegiatan observasi lapangan ini, FK UIB berharap para mahasiswa mampu mengintegrasikan teori Ilmu Kesehatan Masyarakat yang didapat di ruang kuliah dengan realita di lapangan. Pemahaman yang komprehensif mengenai kekarantinaan kesehatan dan kedokteran kepulauan ini diharapkan dapat membentuk karakter lulusan dokter FK UIB yang tangguh, adaptif, dan siap berkontribusi dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional serta global.
Acara kunjungan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan plakat penghargaan dari FK UIB kepada BBKK Kota Batam sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan yang terjalin, serta foto bersama.
Fakultas Kedokteran
Universitas Internasional Batam


