Penulis: Amelia Asadi, S.M | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M
Dosen Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Internasional Batam (UIB), Suwarno, S.T., M.M., bersama Mangapul Siahaan dan Vincent Lim, berhasil mempublikasikan penelitian berjudul “A Comparative Analysis of the Effectiveness of Hash-Chain-Based and Traditional Logging Audit Trail Systems in Detecting Data Manipulation” pada International Journal on Informatics Visualization (JOIV), Volume 10 Nomor 4 Tahun 2026. Artikel tersebut terbit pada 31 Juli 2026 dengan DOI 10.62527/joiv.10.4.4749 dan tercantum dalam edisi reguler jurnal tersebut.
International Journal on Informatics Visualization merupakan jurnal internasional peer-reviewed yang terindeks Scopus. Berdasarkan informasi pemeringkatan yang tersedia untuk tahun 2025, jurnal ini berada pada kuartil Q2 dengan SJR 0,279.

Mengkaji Keamanan dan Integritas Audit Trail
Penelitian ini mengkaji efektivitas hash-chain-based logging dibandingkan dengan sistem traditional logging dalam mendeteksi manipulasi data pada audit trail. Penelitian dilatarbelakangi oleh persoalan keamanan log digital yang dapat dimodifikasi atau dihapus tanpa meninggalkan jejak yang mudah terdeteksi. Kondisi tersebut dapat mengurangi keandalan log sebagai bukti dalam proses audit, investigasi forensik, maupun penelusuran insiden keamanan.
Dalam penelitian tersebut, peneliti mengembangkan dua sistem logging menggunakan bahasa pemrograman Rust, yaitu sistem traditional logger berbasis berkas teks dan sistem hash-chain logger yang menghubungkan setiap catatan dengan nilai hash dari catatan sebelumnya. Pengujian dilakukan menggunakan 100.000 data log sintetis, dengan sekitar 5% data dimanipulasi melalui perubahan isi baris, timestamp, dan pesan atau parameter log.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hash-chain logger mampu mendeteksi 100% upaya manipulasi, sedangkan traditional logger hanya mendeteksi sekitar 67%. Pada manipulasi tingkat isi pesan, sistem tradisional bahkan tidak mampu mendeteksi perubahan secara efektif, sementara perubahan tersebut dapat teridentifikasi melalui terputusnya rangkaian hash pada sistem hash-chain.

Kebaruan: Alternatif Ringan antara Logging Tradisional dan Blockchain
Dari aspek kebaruan, penelitian ini menawarkan penerapan hash-chain pada tingkat aplikasi sebagai pendekatan yang lebih sederhana untuk menghasilkan audit trail yang tamper-evident, tanpa memerlukan modifikasi kernel, perangkat keras khusus, maupun mekanisme konsensus terdistribusi seperti pada teknologi blockchain. Penelitian juga menempatkan pendekatan tersebut di antara sistem traditional logging yang memiliki perlindungan integritas terbatas dan sistem berbasis blockchain yang memiliki kebutuhan penyimpanan, komputasi, serta infrastruktur lebih besar.
Keunggulan pendekatan tersebut terlihat dari hasil pengujian. Meskipun hash-chain logger membutuhkan waktu verifikasi lebih lama, yaitu 59,15 ms dibandingkan 24,14 ms, penurunan throughput hanya sekitar 4,19%. Penggunaan CPU dan memori juga relatif sama antara kedua sistem. Di sisi lain, kebutuhan penyimpanan meningkat sekitar 135,02% karena setiap catatan menyimpan nilai hash tambahan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa penguatan integritas log tidak selalu harus menggunakan arsitektur blockchain yang kompleks. Hash-chain dapat menjadi pilihan yang lebih ringan dan praktis untuk kebutuhan audit trail yang membutuhkan kemampuan deteksi manipulasi.
Kemanfaatan bagi Keamanan Digital dan Forensik
Dari sisi kemanfaatan, penelitian ini memiliki relevansi bagi organisasi yang mengandalkan audit trail untuk audit kepatuhan, respons insiden, keamanan sistem informasi, dan investigasi forensik digital. Penerapan hash-chain memberikan lapisan verifikasi tambahan untuk memastikan bahwa catatan aktivitas tidak mengalami perubahan tanpa terdeteksi.
Pendekatan tersebut juga memberikan alternatif bagi organisasi yang membutuhkan perlindungan integritas data, tetapi belum memerlukan infrastruktur blockchain. Dengan biaya komputasi yang relatif terkendali dan implementasi pada tingkat aplikasi, teknologi ini berpotensi diterapkan pada berbagai sistem yang membutuhkan audit trail yang dapat diverifikasi.

Ketua LPPM UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, menyampaikan bahwa publikasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi sivitas akademika UIB dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan penguatan keamanan sistem digital. Menurutnya, penelitian yang menghubungkan pengembangan teknologi dengan kebutuhan nyata di bidang keamanan informasi menjadi bagian penting dalam mendorong pemanfaatan hasil penelitian secara lebih luas.
“Publikasi ini menunjukkan bahwa penelitian dosen UIB terus diarahkan untuk menghasilkan solusi yang memiliki nilai akademik sekaligus manfaat praktis. Penguatan integritas data dan keamanan informasi menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya ketergantungan masyarakat dan organisasi terhadap sistem digital.”
Lebih lanjut, UIB berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas penelitian dosen melalui publikasi pada jurnal internasional bereputasi, pengembangan inovasi, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat dan dunia industri.
Publikasi penelitian Suwarno, S.T., M.M. bersama tim juga memperkuat kontribusi UIB dalam pengembangan riset di bidang keamanan informasi dan teknologi digital. Penelitian tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pengembangan teknologi, kebutuhan keamanan data, dan penerapan hasil penelitian untuk mendukung sistem informasi yang lebih terpercaya.
LPPM UIB

