Penulis: dr. Chairunnisa | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M
Batam, 1 September 2026 – Universitas Internasional Batam (UIB) memperkuat kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batam. Kerja sama tersebut dibahas melalui Audiensi dan Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di Kantor Dinas Kesehatan Kota Batam, Sekupang, Selasa (1/9).
Kegiatan ini mempertemukan jajaran Dinas Kesehatan Kota Batam dengan pimpinan dan sivitas akademika UIB. Perwakilan UIB berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan dan Sains, serta Health Technology Development Center (HTDC) UIB.
Melalui FGD tersebut, kedua pihak membahas kebutuhan kesehatan di Kota Batam. Selain itu, mereka memetakan peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan.
CKG, Stunting, serta AKI-AKB Jadi Perhatian
Dalam diskusi, Dinas Kesehatan Kota Batam menyampaikan beberapa masalah kesehatan yang masih membutuhkan perhatian bersama.
Salah satunya adalah program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Saat ini, capaian CKG di Kota Batam tercatat sebesar 19 persen. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Batam mendorong pelaksanaan CKG secara rutin setiap tahun. Program ini penting untuk mendukung deteksi dini dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.
UIB sendiri berada dalam wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru. Dengan demikian, pelaksanaan CKG di lingkungan kampus dapat didukung oleh tim dari Puskesmas Tiban Baru.
Selain CKG, stunting turut menjadi topik penting dalam diskusi. Dinas Kesehatan Kota Batam berharap angka stunting dapat terus ditekan melalui program yang lebih tepat sasaran.
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) juga menjadi perhatian. Untuk menanganinya, kedua pihak melihat pentingnya pemetaan data dan identifikasi penyebab kejadian. Hasil pemetaan tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam merancang langkah penanganan yang sesuai.

UIB Dukung Pemetaan Kompetensi SDM Kesehatan
Pembahasan berikutnya berfokus pada kebutuhan sumber daya manusia kesehatan di Kota Batam. Dinas Kesehatan Kota Batam menyampaikan kebutuhan terhadap beberapa bidang keahlian, termasuk Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), epidemiolog, dan fisioterapis.
Selain itu, masih terdapat perbedaan kompetensi antar-SDM yang bekerja di puskesmas. Pengembangan kompetensi juga menghadapi sejumlah kendala. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan anggaran, motivasi pengembangan diri, serta sarana dan prasarana.
Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Batam telah melakukan berbagai program pengembangan SDM. Program tersebut meliputi orientasi, workshop, dan pelatihan.
Untuk mendukung upaya tersebut, UIB dan Dinas Kesehatan Kota Batam membahas peluang pelaksanaan Training Needs Analysis (TNA). Melalui TNA, kompetensi yang masih perlu ditingkatkan dapat dipetakan secara lebih jelas.
Selanjutnya, hasil TNA diharapkan menjadi dasar penyusunan roadmap peningkatan kompetensi SDM kesehatan Kota Batam. Dalam diskusi tersebut, tim TNA ditargetkan dapat terbentuk sebelum akhir tahun 2026.

HTDC UIB Buka Peluang Pengembangan Pelatihan
Keterbatasan lembaga pelatihan terakreditasi di Kota Batam juga menjadi perhatian. Kondisi tersebut membuka peluang bagi HTDC UIB untuk berkontribusi dalam pengembangan pelatihan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Beberapa pelatihan yang dibahas antara lain Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dan Advanced Cardiovascular Life Support (ACLS). Ke depan, pengembangan kompetensi tersebut diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah di Kota Batam.
Selain bidang kesehatan, kerja sama juga dapat dikembangkan melalui pelatihan teknologi. Salah satu rencana yang dibahas adalah pelatihan penggunaan Microsoft Excel secara efisien bagi lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batam.
Pelatihan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan bidang teknologi informasi UIB. UIB pun menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut.
Dorong Kolaborasi Riset dan Teknologi Kesehatan
Kolaborasi UIB dan Dinas Kesehatan Kota Batam juga berpeluang berkembang dalam bidang penelitian dan teknologi kesehatan.
Salah satu peluangnya adalah pemanfaatan alat sequencing yang dimiliki UIB. Fasilitas tersebut berpotensi mendukung program BGSI dari Kementerian Kesehatan.
Dengan demikian, fasilitas dan kapasitas akademik UIB dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan kesehatan daerah.
Selain itu, kedua pihak turut membahas pengembangan desa binaan. Penetapan lokasi akan dilakukan setelah proses pemetaan dan diskusi lanjutan bersama Dinas Kesehatan Kota Batam.

Menuju Kolaborasi Kesehatan yang Lebih Terarah
Audiensi dan FGD ini menghasilkan beberapa agenda tindak lanjut. Agenda tersebut mencakup pembentukan tim TNA, penyusunan roadmap kompetensi SDM kesehatan, serta pengembangan program pelatihan.
Selain itu, UIB dan Dinas Kesehatan Kota Batam juga membahas pemanfaatan teknologi UIB dan pengembangan desa binaan. Kedua pihak turut membahas perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan kerja sama ke depan.
Melalui kolaborasi ini, UIB berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas SDM kesehatan, penelitian, pendidikan, dan layanan kesehatan di Kota Batam.
Ingin belajar di lingkungan kampus yang aktif berkolaborasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat? Bergabunglah bersama Universitas Internasional Batam. Daftar sekarang melalui pendaftaran.uib.ac.id dan mulai perjalananmu bersama UIB!

