Penulis: Rendi Maulana Dly (2541368) | Editor: Sari Tilawah, S.T.
Batam, 26 Mei 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Internasional Batam (UIB) kembali menyelenggarakan kegiatan Webinar Series #13 dengan tema “Pancasila: Sekadar Hafalan atau Pegangan?” pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 20.30 WIB secara daring melalui platform Microsoft Teams. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Wisnu Yuwono, S.E., M.M. sebagai narasumber dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa Universitas Internasional Batam.
Webinar dengan tajuk “Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat” ini bertujuan untuk mengajak peserta memahami bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara dan materi yang dihafalkan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang perlu diinternalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang muncul di era modern.

Pemaparan materi. (Sumber: Dokumentasi LPPM UIB)
Pada sesi awal, Wisnu menjelaskan kerangka analisis dalam memahami fenomena sosial berdasarkan tiga pendekatan utama, yaitu pendekatan normatif yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, pendekatan empiris yang melihat realitas sosial di Indonesia, serta pendekatan kritis yang digunakan untuk menganalisis akar permasalahan dan merumuskan solusi yang relevan. Pendekatan tersebut menjadi dasar dalam membedah berbagai kasus yang terjadi di masyarakat.
Selanjutnya, peserta diajak menganalisis sejumlah studi kasus terkait implementasi nilai-nilai Pancasila. Salah satu kasus yang dibahas adalah fenomena intoleransi yang masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Melalui pembahasan kasus tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga kerukunan, menghormati perbedaan keyakinan, dan mengedepankan nilai kemanusiaan serta persatuan sebagaimana tercermin dalam sila-sila Pancasila.
Pada sesi berikutnya, narasumber membahas kasus korupsi dan inefisiensi anggaran yang masih menjadi tantangan dalam tata kelola pemerintahan. Dijelaskan bahwa praktik korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencerminkan kegagalan dalam mengimplementasikan nilai keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam sila kelima Pancasila. Melalui pembahasan ini, peserta diajak untuk memahami hubungan antara integritas, tanggung jawab, dan keadilan sosial dalam kehidupan berbangsa.

Pemaparan materi. (Sumber: Dokumentasi LPPM UIB)
Selain itu, Wisnu juga mengangkat isu polarisasi digital, penyebaran hoaks, dan fenomena echo chamber yang semakin berkembang di era media sosial. Narasumber menjelaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak terverifikasi serta politik identitas dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu meningkatkan literasi digital dan mengedepankan sikap kritis dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam webinar, tingginya jumlah temuan konten hoaks di Indonesia menunjukkan bahwa tantangan terhadap persatuan bangsa tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Peserta diajak untuk melihat bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat menjadi filter moral dalam menghadapi arus informasi yang semakin cepat dan kompleks.
Menjelang akhir kegiatan, Wisnu menjelaskan konsep internalisasi nilai Pancasila, yaitu proses transformasi nilai menjadi sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pengamalan Pancasila tidak cukup berhenti pada aspek pengetahuan, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan toleransi, kejujuran, gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian sosia,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Sesi diskusi dimanfaatkan oleh peserta untuk menyampaikan pandangan serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan implementasi nilai Pancasila di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika kehidupan masyarakat modern.

Foto bersama. (Sumber: Dokumentasi LPPM UIB)
Melalui Webinar Series #13 ini, LPPM Universitas Internasional Batam berharap peserta dapat semakin memahami relevansi Pancasila dalam menjawab berbagai persoalan kontemporer. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya UIB dalam membangun karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, wawasan kebangsaan, dan komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Internasional Batam

