Penulis: Fajar Gumanty (2542105), Fatimah Az Zahra Firstarida Aghata (2512029) Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M

Batam, 3 Juli 2026 – Universitas Internasional Batam (UIB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UIB) kembali menyelenggarakan Webinar Kewarganegaraan Series #2 UIB sebagai bagian dari pelaksanaan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Microsoft Teams pada Kamis, 2 Juli 2026 pukul 18.00 WIB ini menghadirkan Dedi Jaya, S.H., M.H. sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Identitas Nasional dan Kebhinekaan.”
Webinar diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang mengambil Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Kegiatan ini menjadi lanjutan dari seri sebelumnya yang membahas hakikat Pendidikan Kewarganegaraan, dengan fokus memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai identitas nasional sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Webinar Kewarganegaraan Series #2 UIB Bahas Identitas Nasional
Dalam pemaparannya, Dedi Jaya menjelaskan bahwa identitas nasional merupakan jati diri bangsa yang membedakan Indonesia dari bangsa lain. Identitas tersebut tidak hanya tercermin melalui simbol-simbol kenegaraan, tetapi juga terbentuk dari sejarah perjuangan, budaya, bahasa, nilai luhur, cita-cita bangsa, hingga kesepakatan bersama yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mahasiswa diajak memahami bahwa identitas nasional merupakan hasil perjalanan panjang bangsa Indonesia yang lahir dari keberagaman masyarakat Nusantara hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Identitas nasional bukanlah fosil masa lalu untuk dikagumi, melainkan kekuatan dinamis yang harus kita perjuangkan di setiap lini kehidupan digital kita demi menjaga kehormatan bangsa.”
— Dedi Jaya, S.H., M.H.

Gambar 1. Dedi Jaya, S.H., M.H. menjelaskan konsep dasar Identitas Nasional sebagai jati diri bangsa Indonesia.
Selain menjelaskan konsep dasar identitas nasional, narasumber juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air, menghargai jasa para pendiri bangsa, serta menjaga persatuan melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda diharapkan mampu mempertahankan identitas nasional melalui sikap yang menghormati hukum, menjunjung persatuan, dan berkontribusi positif di tengah perkembangan zaman.
Kebhinekaan Menjadi Kekuatan Bangsa Indonesia
Materi kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai kebhinekaan sebagai karakter utama bangsa Indonesia. Indonesia memiliki keberagaman suku, agama, ras, bahasa, adat istiadat, dan budaya yang dipersatukan melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan tersebut bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dedi Jaya mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan sikap toleransi, saling menghormati, dan menghargai keberagaman sebagai implementasi nyata nilai-nilai kebangsaan.

Gambar 2. Pembahasan mengenai kebhinekaan sebagai perekat persatuan bangsa Indonesia.
Bahasa Indonesia dan Sang Merah Putih sebagai Simbol Identitas Nasional
Pada sesi berikutnya, narasumber membahas Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang lahir melalui Sumpah Pemuda Tahun 1928. Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi simbol pemersatu bangsa yang mampu menyatukan ratusan kelompok etnis dengan latar belakang bahasa daerah yang beragam.
Selain itu, peserta juga mempelajari makna Sang Merah Putih sebagai simbol negara yang merepresentasikan keberanian, kesucian, semangat perjuangan, dan persatuan bangsa Indonesia. Kedua simbol tersebut merupakan bagian penting dari identitas nasional yang harus dipahami, dijaga, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar 3. Materi mengenai Bahasa Indonesia dan Sang Merah Putih sebagai simbol identitas nasional.
Mahasiswa Antusias Berdiskusi Mengenai Tantangan Identitas Nasional di Era Digital
Webinar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi, peran media sosial dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan, pengaruh budaya asing terhadap karakter generasi muda, hingga implementasi nilai kebhinekaan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Diskusi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan berbagai fenomena yang terjadi di era digital.
Melalui Webinar Kewarganegaraan Series #2 UIB, LPPM Universitas Internasional Batam berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya identitas nasional, kebhinekaan, persatuan, toleransi, serta penghormatan terhadap simbol-simbol negara. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UIB dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membentuk lulusan yang berintegritas, berkarakter kebangsaan, dan siap menjadi warga negara yang bertanggung jawab dalam menjaga keutuhan Indonesia.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Internasional Batam


