“Titip Absen, Menyontek, Plagiasi AI: Sila Mana yang Sedang Dikhianati? LPPM UIB Bedah Revolusi Karakter Bangsa”

Penulis: Fatimah Az Zahra Firstarida Aghata (2512029) | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M

Batam, 8 Juli 2026Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Internasional Batam (UIB) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang berkarakter melalui Webinar Series Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan 03 bertema “Revolusi Karakter Bangsa”. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Microsoft Teams pada Selasa (7/7/2026) ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang mengambil mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.

Menghadirkan Dedi Jaya, S.H., M.H. sebagai narasumber, webinar mengajak peserta memahami pentingnya membangun karakter bangsa melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.

(Slide Pembuka: Pertanyaan Pemantik Refleksi Moral)

Refleksi Integritas Akademik sebagai Fondasi Karakter Bangsa

Webinar dibuka dengan pertanyaan reflektif yang langsung mengajak mahasiswa melakukan evaluasi diri, yaitu “Ketika seseorang titip absen, menyontek, atau menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan plagiasi demi memperoleh IPK tinggi, sila Pancasila manakah yang sebenarnya sedang dikhianati?”

Pertanyaan tersebut menjadi titik awal diskusi mengenai pentingnya integritas akademik sebagai bagian dari revolusi karakter bangsa. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak menyadari bahwa berbagai pelanggaran akademik bukan hanya melanggar aturan kampus, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

(Pemaparan Materi: Nilai Dasar Karakter Pancasila)

Revolusi Karakter Bangsa Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila

Dalam pemaparannya, Dedi Jaya menjelaskan bahwa revolusi karakter bangsa merupakan proses transformasi pola pikir, sikap, dan tindakan secara menyeluruh, bukan sekadar perubahan perilaku yang bersifat sementara. Menurutnya, karakter bangsa merupakan “DNA moral” yang menentukan kualitas dan ketahanan suatu negara.

Materi kemudian dijelaskan berdasarkan lima sila Pancasila sebagai fondasi pembentukan karakter, yaitu:

  • Ketuhanan Yang Maha Esa membentuk kejujuran dan integritas pribadi.
  • Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menumbuhkan empati, adab, dan keadilan.
  • Persatuan Indonesia membangun rasa cinta tanah air dan patriotisme yang inklusif.
  • Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan membentuk budaya dialog dan musyawarah.
  • Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mendorong kepedulian terhadap keadilan sosial dan penolakan terhadap segala bentuk eksploitasi manusia.

(Pemaparan Materi: Tiga Pilar Implementasi Revolusi Mental)

Tiga Pilar Revolusi Mental bagi Mahasiswa

Selain membahas nilai-nilai Pancasila, narasumber juga menguraikan tiga pilar utama Revolusi Mental, yaitu:

  • Integritas, melalui penerapan kejujuran akademik, kedisiplinan, dan transparansi.
  • Etos Kerja, dengan meningkatkan produktivitas, kemandirian, serta daya saing global.
  • Gotong Royong, melalui kolaborasi intelektual dan kepedulian sosial dalam kehidupan kampus maupun masyarakat.

Ketiga pilar tersebut diharapkan mampu membentuk mentalitas mahasiswa agar berubah dari kebiasaan menyalahkan keadaan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, dari sekadar mengejar nilai menjadi fokus membangun kompetensi, serta dari sikap apatis menjadi individu yang aktif berkontribusi bagi masyarakat.

Mahasiswa sebagai Moral Force di Era Digital

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang aktif menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan pandangan mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kampus maupun di ruang digital.

Menutup sesi webinar, Dedi Jaya menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai moral force dalam menjaga karakter bangsa. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi penyaring informasi, melawan penyebaran hoaks, serta membangun narasi positif yang memperkuat persatuan Indonesia.

“Revolusi karakter bukanlah tentang seberapa besar kita mengguncang dunia, melainkan seberapa kuat kita menahan godaan untuk tidak mengkhianati nurani kita sendiri demi kemajuan bangsa,” ungkap Dedi Jaya.

(Slide Penutup: Refleksi Moral dan Kutipan Dedi Jaya, S.H., M.H.)

Komitmen LPPM UIB Membangun Mahasiswa Berkarakter

Melalui penyelenggaraan Webinar Pendidikan Kewarganegaraan ini, LPPM Universitas Internasional Batam (UIB) berharap mahasiswa tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UIB dalam mencetak lulusan yang memiliki integritas, karakter kuat, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri