Lewat Project Daya, UIB dan Lee Kong Chian School of Medicine NTU Perkuat Kerja Sama Lewat Pertukaran Akademik dan Imersi Budaya

Penulis: Duke Paopathon Pardede (2461001) | Editor: Ambarwulan, S.T.

(Sumber: International Relation Office)

Universitas Internasional Batam (UIB) menyambut delegasi dari Lee Kong Chian School of Medicine (LKCMedicine), Nanyang Technological University (NTU) Singapura, dalam kegiatan pertukaran akademik dan imersi budaya yang berlangsung pada 8 Juli 2026 di Aula Gedung B kampus UIB. Kegiatan yang digagas bersama oleh Fakultas Kedokteran UIB dan Kantor Urusan Internasional ini mempertemukan mahasiswa serta dosen dari kedua institusi dalam satu rangkaian kuliah tamu, presentasi budaya, dan kunjungan keliling kampus. Pertemuan ini menjadi pembuka dari program lima hari yang berlanjut pekan itu juga dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan masyarakat di dua kampung di pinggiran Batam, memperluas kerja sama kedua kampus dari ruang kuliah hingga ke tengah masyarakat.

(Sumber: International Relation Office)

Kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan kedokteran yang terus dikembangkan UIB melalui kemitraan dengan berbagai institusi luar negeri, sebuah langkah yang dinilai penting untuk meningkatkan mutu pengajaran, kapasitas penelitian, sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Bagi LKCMedicine, kunjungan ini menjadi bagian dari Project Daya, program pengabdian masyarakat luar negeri (Overseas Community Involvement Project) yang telah dijalankan mahasiswanya selama lebih dari sepuluh tahun, dengan kunjungan rutin ke Batam sebanyak tiga kali setahun, yakni pada Maret, Juli, dan Oktober. Hubungan kedua institusi sebenarnya sudah terjalin sejak awal tahun, ketika delegasi UIB berkunjung ke NTU pada Maret 2026, yang menjadi dasar bagi pertukaran Juli ini dan rangkaian kegiatan bersama di kampung-kampung Batam setelahnya.

(Sumber: International Relation Office)

Delegasi Project Daya yang tiba di Batam berjumlah tujuh belas orang dari LKCMedicine, terdiri atas lima belas mahasiswa dan dua dosen pendamping, yang disambut oleh sembilan belas mahasiswa serta enam dosen dari Fakultas Kedokteran UIB. Tiga staf Kantor Urusan Internasional UIB turut membantu mengoordinasikan jalannya acara. Secara keseluruhan, empat puluh lima peserta dari kedua universitas hadir dalam kegiatan ini, mencerminkan besarnya komitmen kedua pihak terhadap kunjungan tersebut. Kedatangan delegasi ini merupakan hasil persiapan matang antara panitia UIB dan tim Project Daya, yang selama bertahun-tahun bermitra dengan organisasi lokal Peduli Bangsa dalam mendukung operasional dan kebutuhan penerjemahan di lapangan.

(Sumber: International Relation Office)

Sesi akademik hari itu dibuka dengan kata sambutan dari pihak UIB, dilanjutkan dengan kuliah tamu yang mengupas segitiga epidemiologi pada penyakit menular maupun tidak menular, ditutup dengan sesi tanya jawab terbuka antara mahasiswa kedua universitas. Kuliah ini memberikan titik pijak akademik bersama bagi kedua kelompok sebelum terjun ke lapangan, memungkinkan para mahasiswa membandingkan pendekatan terhadap pola penyakit dan strategi pencegahan di konteks Indonesia dan Singapura, sebelum menerapkan pemahaman serupa dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan pada hari-hari berikutnya.

(Sumber: International Relation Office)

Setelah sesi akademik, kedua universitas saling berbagi wawasan budaya. Delegasi NTU memperkenalkan masyarakat multikultural Singapura yang dihuni sekitar 6,11 juta jiwa di area seluas 744 kilometer persegi dengan empat bahasa resmi, sebelum memaparkan profil NTU yang berdiri sejak 1991 sebagai universitas negeri berorientasi riset, serta LKCMedicine yang didirikan pada 2010 hasil kemitraan dengan Imperial College London, dikenal dengan metode pembelajaran berbasis tim dan paparan klinis sejak dini di kampus NTU maupun Novena. UIB turut membalas dengan sesi berbagi budaya, memperkenalkan kehidupan akademik dan tradisi lokal Indonesia kepada mahasiswa serta dosen LKCMedicine.

(Sumber: International Relation Office)

Rangkaian hari itu ditutup dengan kunjungan keliling kampus yang membawa delegasi tamu melihat langsung fasilitas UIB, memberi mahasiswa dan dosen NTU gambaran nyata tentang lingkungan belajar mitra mereka di Indonesia. Bagi banyak mahasiswa tamu, kunjungan ini sekaligus menjadi jembatan menuju hari-hari berikutnya, ketika kedua kelompok akan bekerja berdampingan di luar ruang kelas, menerapkan apa yang telah mereka diskusikan dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan di Kampung Air dan Kampung Punggur.

(Sumber: International Relation Office)

Di balik rangkaian acara formal, pertukaran ini mencerminkan komitmen kelembagaan yang kuat dari kedua pihak. Kegiatan dipimpin oleh Ria Karina, S.E., M.M., Ph.D selaku ketua pelaksana, didukung oleh Theodesia Lady Pratiwi, S.Pd., M.Hum yang menangani penyusunan dokumentasi serta komunikasi program, dan memperoleh persetujuan resmi dari jajaran pimpinan universitas. Keterlibatan para pejabat struktural dalam menyetujui kerja sama ini menegaskan besarnya perhatian UIB terhadap keberlanjutan kemitraan akademik internasional sebagai bagian dari rencana pengembangan jangka panjangnya.

(Sumber: International Relation Office)

Ke depan, kedua institusi berharap pertukaran Juli ini menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih luas, termasuk program dosen tamu, pembelajaran kolaboratif, pertukaran mahasiswa, hingga penelitian dan pengabdian masyarakat bersama. Dengan mahasiswa Project Daya yang kembali berkunjung ke Batam tiga kali setahun, UIB dan LKCMedicine optimistis hubungan yang terjalin melalui pertukaran ini akan terus berkembang, membuka kesempatan berkelanjutan bagi mahasiswa kedua universitas untuk saling belajar sistem kesehatan masing-masing sekaligus berkontribusi bagi masyarakat yang mereka layani bersama.

International Relation Office

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri