UIB Ajak Mahasiswa Memahami Demokrasi dan Etika Berpendapat di Era Digital

Penulis: Rendi Maulana Dly | Editor: Gilang Ananda, S.Kom., M.M

Batam, 7 Agustus 2026 – Universitas Internasional Batam (UIB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UIB) kembali menggelar Webinar Series #10 Mata Kuliah Kewarganegaraan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung secara daring melalui Microsoft Teams. Webinar ini diikuti oleh mahasiswa UIB sebagai bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Kewarganegaraan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami demokrasi, partisipasi warga negara, serta etika dalam menyampaikan pendapat di era digital.

Memahami Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat

Kegiatan diawali dengan pembahasan mengenai pentingnya memahami demokrasi. Demokrasi tidak hanya dipandang sebagai sistem politik. Lebih dari itu, demokrasi menjadi landasan dalam membangun kehidupan berbangsa yang menjunjung integritas dan tanggung jawab.

Selanjutnya, narasumber mengajak mahasiswa melakukan refleksi melalui sejumlah pertanyaan. Salah satunya berkaitan dengan kebebasan berpendapat di media sosial.

Mahasiswa juga diajak melihat batas antara demokrasi yang sehat dan kebebasan yang dapat merugikan orang lain. Karena itu, kebebasan berpendapat perlu dijalankan dengan tetap menghormati hak setiap warga negara.

Dalam materi tersebut, narasumber juga menjelaskan konsep dasar demokrasi. Secara etimologis, demokrasi berasal dari kata demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan.

Dengan demikian, demokrasi memiliki makna bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Namun, dalam negara hukum modern, demokrasi tidak berarti kebebasan tanpa batas. Pelaksanaannya tetap berlandaskan konstitusi dan bertujuan melindungi hak-hak fundamental warga negara.

Perkembangan Demokrasi dari Masa ke Masa

Selain membahas konsep dasar, materi juga mengulas perkembangan demokrasi dari masa Yunani Kuno hingga era modern.

Mahasiswa diperkenalkan dengan praktik demokrasi langsung di Athena sebagai salah satu fondasi awal demokrasi. Setelah itu, pembahasan berlanjut pada perkembangan gagasan demokrasi melalui Magna Carta dan pemikiran John Locke.

Kemudian, Revolusi Prancis turut dibahas karena memperkuat prinsip hak asasi manusia dan supremasi hukum. Rangkaian sejarah tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan gagasan demokrasi dari waktu ke waktu.

Perjalanan Demokrasi di Indonesia

Dalam konteks Indonesia, narasumber menjelaskan perjalanan demokrasi nasional dalam beberapa fase.

Fase tersebut meliputi:

  • Demokrasi Parlementer
  • Demokrasi Terpimpin
  • Demokrasi Pancasila pada masa Orde Baru
  • Demokrasi Era Reformasi

Setiap periode memiliki karakteristik, pencapaian, dan tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, setiap fase memberikan pelajaran penting mengenai keseimbangan antara kekuasaan, kebebasan, dan konstitusi dalam kehidupan bernegara.

Bentuk Partisipasi Warga Negara

Materi berikutnya membahas berbagai bentuk partisipasi warga negara. Partisipasi tersebut dapat dilakukan melalui jalur politik maupun sosial.

Dalam jalur politik formal, masyarakat dapat menggunakan hak pilih, mengawasi jalannya pemerintahan, serta menyampaikan aspirasi. Sementara itu, partisipasi sosial dapat dilakukan melalui kegiatan kemasyarakatan, organisasi sosial, aksi kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Di era digital, partisipasi juga dapat dilakukan melalui aktivitas digital yang positif. Dengan demikian, partisipasi warga negara tidak hanya bertujuan mencapai kepentingan tertentu.

Sebaliknya, partisipasi juga menjadi bagian dari pendidikan kewarganegaraan. Proses tersebut diharapkan dapat membentuk warga negara yang peduli, rasional, dan berintegritas.

Pentingnya Etika dalam Menyampaikan Pendapat

Pada bagian akhir materi, narasumber menekankan pentingnya etika ketika menyampaikan aspirasi.

Hak untuk menyampaikan pendapat memang dijamin oleh konstitusi. Namun, hak tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab. Setiap orang perlu menghormati hukum, menjaga ketertiban umum, dan tidak melanggar hak orang lain.

Karena itu, demokrasi tidak hanya diwujudkan melalui kebebasan berpendapat. Demokrasi juga membutuhkan sikap saling menghargai, kedewasaan dalam berdiskusi, serta komitmen terhadap nilai-nilai konstitusional.

Mahasiswa Aktif Berdiskusi tentang Demokrasi

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, mahasiswa mendapat kesempatan untuk mendiskusikan berbagai persoalan terkait demokrasi dan partisipasi politik.

Selain itu, mahasiswa juga membahas tantangan dalam menjaga etika ketika menyampaikan aspirasi di era digital. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu-isu kewarganegaraan yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Kegiatan Webinar Series #10 Mata Kuliah Kewarganegaraan berlangsung dengan baik. Kegiatan ini memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun budaya demokrasi yang berintegritas.

Melalui pemahaman tentang demokrasi, partisipasi warga negara, dan etika dalam menyampaikan aspirasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi warga negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan begitu, mahasiswa dapat berkontribusi secara positif dalam kehidupan demokrasi di era digital.

Saatnya Jadi Bagian dari UIB!

Ingin mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan menjadi mahasiswa yang aktif serta berintegritas? Universitas Internasional Batam (UIB) siap menjadi tempat untuk mendukung perjalanan akademik dan pengembangan diri kamu.

Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung bersama keluarga besar UIB. Daftarkan diri kamu sekarang dan mulai perjalanan menuju masa depan yang lebih baik!

Daftar sekarang melalui: pendaftaran.uib.ac.id

 

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri