Kolaborasi Internasional Dosen Manajmen UIB dan UTM Angkat Potensi Fashion Lokal Indonesia

Dosen Manajemen Universitas Internasional Batam (UIB) memublikasikan penelitian tentang influencer marketing pada industri fashion lokal Indonesia melalui jurnal Studi Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen (SAKMAN), Volume 5 Nomor 4 Tahun 2026, halaman 221–233. Penelitian ini melibatkan empat penulis dari UIB dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) untuk mengkaji faktor yang mendorong konsumen membeli kembali produk fashion lokal, khususnya tas dan dompet di Kota Batam.

Penelitian berjudul “Beyond Warmth and Competence: Influencer Marketing in Indonesia’s Local Fashion” ditulis oleh Andina Fasha, Ratih Anggraini, Lily Purwianti, dan Teh Zaharah Yaacob. Tiga penulis pertama berasal dari Universitas Internasional Batam, sedangkan Teh Zaharah Yaacob berasal dari Universiti Teknologi Malaysia, Johor Bahru, Malaysia.

Penelitian UIB Mengkaji Influencer Marketing pada Fashion Lokal

Penelitian ini berangkat dari persaingan industri fashion lokal dengan merek global dan produk impor di pasar digital. Kemudahan berbelanja melalui platform e-commerce membuat konsumen memiliki banyak pilihan. Karena itu, merek lokal perlu membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan agar mereka bersedia melakukan pembelian ulang.

Tim peneliti mengkaji dua aspek persepsi merek, yaitu brand warmth dan brand competence. Brand warmth berkaitan dengan kesan ramah, kedekatan emosional, dan kepercayaan konsumen terhadap merek. Sementara itu, brand competence menggambarkan kemampuan merek dalam menawarkan kualitas, keandalan, dan fungsi produk.

Selain kedua aspek tersebut, penelitian ini menempatkan consumer engagement sebagai variabel mediasi dan influencer marketing sebagai variabel moderasi. Peneliti menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) dan Stereotype Content Model (SCM) untuk menjelaskan hubungan antara persepsi merek, keterlibatan konsumen, dan niat pembelian ulang.

Pengumpulan data berlangsung selama tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2025. Tim menggunakan kuesioner daring melalui Google Forms dan memperoleh 446 respons valid dari konsumen di Indonesia yang pernah membeli produk tas atau dompet merek lokal. Selanjutnya, peneliti menganalisis data menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 3.

Kedekatan Emosional Mendorong Pembelian Ulang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand warmth berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang. Sebaliknya, brand competence tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap niat tersebut.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kedekatan emosional dapat menjadi faktor penting dalam mempertahankan pelanggan. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan kualitas dan fungsi produk, tetapi juga hubungan serta pengalaman mereka dengan sebuah merek.

Di sisi lain, kedua aspek persepsi merek terbukti meningkatkan keterlibatan konsumen. Brand warmth mencatat koefisien sebesar 0,423, sedangkan brand competence sebesar 0,336. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedekatan emosional memiliki pengaruh lebih kuat terhadap keterlibatan konsumen dalam penelitian ini.

Penelitian juga menemukan bahwa influencer marketing memperkuat hubungan antara persepsi merek dan keterlibatan konsumen. Pengaruh moderasi tersebut signifikan pada aspek kompetensi merek dengan nilai koefisien 0,159 dan nilai p 0,002, serta pada aspek kehangatan merek dengan koefisien 0,112 dan nilai p 0,001.

Lebih lanjut, consumer engagement berpengaruh positif terhadap niat pembelian ulang dengan koefisien 0,489. Keterlibatan konsumen juga memediasi hubungan antara persepsi merek dan niat pembelian ulang. Temuan ini memberikan gambaran bahwa interaksi yang baik dengan pelanggan dapat membantu merek lokal membangun loyalitas konsumen.

Kolaborasi Riset dan Manfaat bagi Industri Fashion Lokal

Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian pemasaran dengan mengintegrasikan TPB dan SCM untuk menjelaskan perilaku konsumen dalam pemasaran digital. Hasilnya juga memberikan masukan bagi pelaku usaha fashion lokal dalam merancang strategi komunikasi merek dan memilih pendekatan pemasaran melalui influencer.

Ketua LPPM UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, S.H., M.H., mengatakan bahwa publikasi penelitian dosen pada jurnal ilmiah menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pengembangan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, penelitian yang mengangkat isu aktual dan kebutuhan industri dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi referensi bagi pelaku usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi penelitian lintas institusi dan negara untuk memperluas perspektif akademik serta meningkatkan kualitas hasil penelitian. Kolaborasi antara Universitas Internasional Batam dan Universiti Teknologi Malaysia dalam penelitian ini menjadi salah satu bentuk kerja sama akademik yang mendukung pertukaran pengetahuan dan pengembangan riset yang relevan dengan dinamika industri. Kajian mengenai pemasaran digital dan perilaku konsumen juga menunjukkan bahwa penelitian perguruan tinggi dapat memberikan masukan praktis bagi pelaku usaha lokal dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin dinamis.

UIB berkomitmen untuk terus mendorong dosen dan peneliti menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, memperluas jejaring kolaborasi nasional maupun internasional, serta meningkatkan kontribusi penelitian bagi masyarakat. Melalui dukungan terhadap kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah, UIB berupaya menciptakan lingkungan akademik yang produktif, inovatif, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Komitmen ini juga sejalan dengan upaya universitas untuk memperkuat peran tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya memberikan kontribusi teoretis, tetapi juga memiliki relevansi bagi kebutuhan dunia usaha dan masyarakat.

Publikasi penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai strategi pemasaran merek lokal serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. Selain itu, hasilnya dapat membantu pelaku usaha memahami pentingnya membangun kedekatan emosional dengan konsumen, meningkatkan keterlibatan pelanggan, dan memanfaatkan strategi pemasaran melalui influencer secara lebih terarah.

Penulis: Amelia Asadi,S.M  || Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,,M.M

 

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri