Fakultas Kesehatan dan Sains Universitas Internasional Batam (UIB) kembali mempublikasikan penelitian mengenai status gizi balita penerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Penelitian tersebut dilakukan oleh Wahyu Aulia Hasibuan, Prananingrum Kinasih, Miftahul Jannah, dan Afifa Naura Harahap di Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Penelitian berjudul “Changes in nutritional status among children aged 11–59 months participating in a local food-based supplementary feeding program in Sebangki Subdistrict” tersebut diterbitkan pada 10 September 2026 dalam AcTion: Aceh Nutrition Journal Volume 11 Nomor 3 Tahun 2026, halaman 1014–1023. Jurnal tersebut merupakan jurnal bidang gizi yang terakreditasi SINTA 2 dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh.
Publikasi ini merupakan hasil kolaborasi nasional antara UIB dan Institut Kesehatan Helvetia. Wahyu Aulia Hasibuan, Prananingrum Kinasih, dan Miftahul Jannah berasal dari Fakultas Kesehatan dan Sains UIB, Kepulauan Riau, sedangkan Afifa Naura Harahap berafiliasi dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan.
Penelitian Status Gizi Balita Penerima PMT
Penelitian ini berangkat dari persoalan gizi yang masih dihadapi balita di Indonesia, termasuk di Kabupaten Landak, khususnya Kecamatan Sebangki. Data mengenai perubahan status gizi balita penerima PMT berbasis pangan lokal di wilayah tersebut masih terbatas. Oleh karena itu, tim peneliti melakukan evaluasi untuk menggambarkan perubahan status gizi setelah peserta mengikuti program PMT.
Program PMT berbasis pangan lokal memberikan makanan tambahan kepada anak yang membutuhkan dukungan gizi dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat. Penggunaan bahan pangan lokal dinilai memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan, keterjangkauan, serta kesesuaian dengan kebiasaan makan masyarakat.
Tim menggunakan desain evaluasi retrospektif berbasis data sekunder dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian berasal dari catatan program PMT tahun 2023 di wilayah kerja Puskesmas Sebangki. Pengumpulan data dilakukan pada Desember 2023 hingga Maret 2024.
Sebanyak 91 anak berusia 11–59 bulan dengan data antropometri lengkap menjadi peserta penelitian melalui metode total sampling. Status gizi dinilai menggunakan indikator berat badan menurut umur (BB/U atau WAZ) dan berat badan menurut tinggi atau panjang badan (BB/TB atau WHZ). Pengukuran dilakukan oleh tenaga kesehatan menggunakan alat yang telah dikalibrasi, kemudian data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.

Hasil Menunjukkan Perubahan Status Gizi
Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan status gizi peserta berdasarkan indikator BB/U. Jumlah anak dengan kategori severely underweight menurun dari 11 anak atau 12,1% menjadi 4 anak atau 4,4%. Sementara itu, kategori underweight menurun dari 80 anak atau 87,9% menjadi 58 anak atau 63,7%.
Setelah program, sebanyak 29 anak atau 31,9% berada pada kategori berat badan normal berdasarkan indikator tersebut.
Perubahan juga terlihat berdasarkan indikator BB/TB. Jumlah anak dengan kondisi wasting menurun dari 27 anak atau 29,7% menjadi 13 anak atau 14,3%. Pada saat yang sama, jumlah anak dengan status gizi normal meningkat dari 64 anak atau 70,3% menjadi 78 anak atau 85,7%.
Temuan tersebut menunjukkan adanya perubahan status gizi pada peserta selama periode evaluasi. Namun, tim peneliti memberikan catatan bahwa penelitian tidak memiliki kelompok pembanding. Penelitian juga tidak menilai asupan makanan, kepatuhan terhadap intervensi, morbiditas, dan faktor perancu lainnya.
Dengan demikian, hasil penelitian menggambarkan perubahan kondisi sebelum dan sesudah program, tetapi tidak dapat digunakan sebagai bukti bahwa PMT secara langsung menyebabkan perubahan status gizi tersebut.

Penelitian Berkontribusi pada Penguatan Intervensi Gizi
Penelitian ini memperoleh dukungan melalui Pendanaan Penelitian Internal UIB. Pelaksanaan penelitian juga mendapat dukungan dari Kepala Puskesmas Sebangki, tenaga gizi, kader Posyandu, serta staf pelaksana program PMT.
Bagi UIB, publikasi tersebut memperkuat kontribusi sivitas akademika dalam penelitian kesehatan masyarakat. Data penelitian memberikan gambaran mengenai kondisi balita penerima PMT di Kecamatan Sebangki sekaligus menjadi informasi yang dapat digunakan dalam pengembangan intervensi gizi berbasis pangan lokal.
Tim peneliti merekomendasikan penguatan pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi bagi pengasuh, serta peningkatan keterlibatan masyarakat. Penelitian lanjutan juga diperlukan dengan pemantauan antropometri yang lebih kuat dan mempertimbangkan faktor seperti asupan makanan, kepatuhan terhadap PMT, serta kondisi kesehatan peserta.
Apresiasi LPPM UIB terhadap Publikasi Penelitian
Kepala LPPM UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Wahyu Aulia Hasibuan beserta tim atas publikasi penelitian mengenai status gizi balita penerima PMT berbasis pangan lokal.
Publikasi tersebut turut memperkuat rekam jejak akademik UIB melalui penelitian yang mengangkat isu kesehatan masyarakat dan menghasilkan gambaran berbasis data mengenai perubahan status gizi balita di Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak.
Kolaborasi dengan peneliti dari Institut Kesehatan Helvetia juga memperluas jejaring akademik UIB dalam bidang kesehatan masyarakat. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya UIB untuk mendorong sivitas akademika menghasilkan penelitian yang relevan, memperluas kolaborasi antarinstitusi, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Ingin Mengembangkan Kompetensi Bersama UIB?
Bergabunglah dengan Universitas Internasional Batam (UIB) dan kembangkan kompetensi melalui pembelajaran, kolaborasi, serta berbagai kegiatan pengembangan diri. Informasi penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui pendaftaran Universitas Internasional Batam. Daftar sekarang dan mulai perjalananmu menjadi bagian dari generasi global bersama UIB!
Penulis: Leonardo, S.Ars. & Remina Gestin Duha (2542226) | Editor: Annisa Muasrani, S.I.Kom, M.I.Kom

