Penulis: Ariel Hutapea | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M

Pada hari Selasa, 30 Juni 2026, mahasiswa Arsitektur angkatan 2024 dan 2025 Universitas Internasional Batam (UIB) beserta dua dosen pendamping melanjutkan rangkaian kegiatan Architecture Study Tour to Malaysia 2026 dengan mengunjungi Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Selangor, Kampus Puncak Alam. Kunjungan ini dikemas dalam kegiatan International Synergy Summit: The UIB x UiTM Collaboration Research Design Exchange 2026, yang menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman akademik, serta mempererat hubungan kerja sama antara kedua institusi.

(Paparan Materi dari Stivani Ayuning Suwarlan, S.T., M.T., Ph.D)
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dilanjutkan dengan Guest Lecture Series yang menghadirkan dosen dari Universitas Internasional Batam dan Universiti Teknologi MARA sebagai narasumber. Pada sesi ini, Ibu Stivani Ayuning Suwarlan, S.T., M.T., Ph.D. memaparkan materi berjudul “DPSIR Framework for Climate Resilience in Coastal Settlement”, yang membahas penerapan kerangka Driver-Pressure-State-Impact-Response (DPSIR) sebagai pendekatan dalam meningkatkan ketahanan kawasan permukiman pesisir terhadap perubahan iklim.

(Paparan Materi dari Lathifa Nursyamsu, S.Ars., M.Ars)
Selanjutnya, Ibu Lathifa Nursyamsu, S.Ars., M.Ars. menyampaikan materi berjudul “Historic Urban Landscape of Tanjung Pinang: Dynamics of Cultural Heritage Preservation in Pulau Penyengat through Municipal and Community Engagement“, yang mengulas dinamika pelestarian kawasan cagar budaya Pulau Penyengat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

(Paparan Materi dari Dosen UiTM Dr. Mohamed Ikhwan Nasir Mohamed Anuar)
Sementara itu, dosen dari UiTM, Dr. Mohamed Ikhwan Nasir Mohamed Anuar, turut memberikan pemaparan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang pendidikan dan desain, sekaligus memperkenalkan berbagai peluang penerapan teknologi tersebut dalam pengembangan ilmu arsitektur.

(Sesi Tanya Jawab Para Peserta)
Setelah seluruh pemateri menyampaikan presentasinya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung secara interaktif. Pada sesi ini, peserta dari kedua universitas aktif bertukar pandangan serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait materi yang telah dipaparkan, mulai dari isu ketahanan kawasan pesisir, pelestarian kawasan bersejarah, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang arsitektur dan pendidikan. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif lima orang penanya, yang terdiri atas dua dosen UiTM, dua mahasiswa Universitas Internasional Batam (UIB), dan satu mahasiswa UiTM.

(Tanggapan pertanyaan dari para Narasumber)
Setelah seluruh pertanyaan disampaikan, masing-masing narasumber memberikan tanggapan dan jawaban secara komprehensif sesuai dengan bidang keahlian dan materi yang telah dipaparkan. Setiap pertanyaan dijawab dengan penjelasan yang mendalam disertai contoh implementasi dan pengalaman praktis, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas terhadap isu-isu yang dibahas. Sesi ini berlangsung dalam suasana yang komunikatif dan kondusif, di mana terjadi interaksi dua arah antara narasumber dan peserta. Melalui diskusi tersebut, baik dosen maupun mahasiswa dari kedua universitas memperoleh kesempatan untuk saling bertukar perspektif, memperdalam wawasan akademik, serta membangun jejaring keilmuan yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi kolaborasi akademik di masa mendatang.

(Tour Kampus UiTM)
Setelah sesi kuliah tamu berakhir, peserta diajak mengikuti campus tour untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik serta fasilitas pembelajaran yang dimiliki oleh UiTM. Pada kesempatan ini, mahasiswa Arsitektur UIB mengunjungi studio Arsitektur Lanskap, melihat fasilitas studio, ruang kerja mahasiswa, serta berbagai hasil karya yang dipamerkan sebagai bagian dari proses pembelajaran di UiTM.

(Student Colloquium)
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Student Colloquium, yaitu sesi presentasi hasil karya dan penelitian mahasiswa dari kedua universitas. Presentasi diawali oleh mahasiswa UiTM yang memaparkan hasil proyek dan penelitian mereka. Selanjutnya, mahasiswa UIB Ariel Hutapea dan Merlisa mempresentasikan karya mereka di hadapan dosen dan mahasiswa dari kedua institusi. Presentasi berikutnya disampaikan oleh Salsabilla Mutiara Yusni dan Fauziah Eriza, yang memaparkan hasil kajian dan desain yang telah mereka kerjakan. Sesi presentasi kemudian ditutup oleh mahasiswa UiTM, sehingga tercipta forum diskusi yang interaktif dan memberikan kesempatan bagi seluruh peserta untuk saling bertukar ide, memperoleh masukan, serta memperluas wawasan akademik.

(Foto Bersama dengan Dosen dan Mahasiswa UiTM x UIB)
Sebagai penutup kegiatan, seluruh dosen dan mahasiswa dari Universitas Internasional Batam serta Universiti Teknologi MARA melaksanakan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol terjalinnya hubungan baik antara kedua institusi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi internasional, baik melalui pertukaran akademik, penelitian bersama, maupun berbagai program kerja sama lainnya di masa mendatang.
Program Sarjana Arsitektur
Universitas Internasional Batam


