UIB dan NTU Singapura Perluas Jangkauan Layanan Kesehatan Masyarakat Melalui Program Health Screening Internasional di Kampung Punggur

Penulis: Duke Paopathon Pardede (2461001) | Editor: Ambarwulan, S.T.

(Sumber: International Relation Office)

Universitas Internasional Batam (UIB) melalui International Relations Office (IRO) bersama Fakultas Kedokteran UIB melanjutkan kolaborasi internasional dengan Lee Kong Chian School of Medicine, Nanyang Technological University (NTU) Singapura, melalui penyelenggaraan Community Health Screening Program di Kampung Punggur, Batam, sebagai bagian dari rangkaian Academic Exchange, Cultural Immersion, and Community Health Screening Program 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 dan 12 Juli 2026 ini merupakan lanjutan dari pelaksanaan program di Kampung Air dan menjadi bagian dari Project DAYA, sebuah Overseas Community Involvement Project (OCIP) yang berfokus pada pelayanan kesehatan preventif, pengabdian kepada masyarakat, serta pembelajaran internasional berbasis pengalaman. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar sekaligus memberikan pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa kedokteran dari kedua universitas melalui interaksi dengan masyarakat. Kegiatan melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kesehatan, serta warga Kampung Punggur dalam suasana kolaboratif yang penuh semangat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan memperoleh antusiasme yang tinggi dari masyarakat setempat.

(Sumber: International Relation Office)

Pelaksanaan kegiatan diawali pada Jumat, 10 Juli 2026, melalui Children’s Health Screening yang diselenggarakan di RT 01 Kampung Punggur. Sejak pagi hari, masyarakat datang bersama anak-anak mereka untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan yang disediakan secara gratis. Sekitar 60 hingga 70 anak mengikuti kegiatan ini dan memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif. Mahasiswa kedokteran dari NTU Singapura bekerja sama dengan mahasiswa serta dosen Fakultas Kedokteran Universitas Internasional Batam dalam memberikan pelayanan secara profesional dengan pendekatan yang ramah terhadap anak. Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, penilaian status gizi, pemeriksaan penglihatan, pemeriksaan kesehatan gigi, serta evaluasi kesehatan umum yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta.

(Sumber: International Relation Office)

Tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga mengedepankan edukasi kesehatan preventif sebagai bagian penting dari Project DAYA. Anak-anak diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Edukasi disampaikan melalui permainan interaktif, aktivitas kelompok, dan penyampaian materi yang menarik sehingga anak-anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan. Selain memperoleh pemeriksaan kesehatan, setiap peserta juga menerima makanan ringan sehat serta materi edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif sekaligus membangun kesadaran kesehatan bagi generasi muda.

(Sumber: International Relation Office)

Program ini juga memberikan pengalaman pembelajaran internasional yang sangat berharga bagi mahasiswa dari kedua institusi. Mahasiswa kedokteran dari Indonesia dan Singapura bekerja bersama dalam berbagai pos pelayanan kesehatan sehingga dapat saling bertukar pengetahuan, pengalaman klinis, serta memahami perbedaan pendekatan pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat. Interaksi langsung dengan warga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, empati, kerja sama lintas budaya, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan. Seluruh proses kegiatan berlangsung di bawah bimbingan dosen dan tenaga medis dari kedua universitas sehingga standar pelayanan tetap terjaga dengan baik. Pengalaman tersebut menjadi implementasi nyata dari konsep experiential learning yang semakin penting dalam pendidikan kedokteran modern.

(Sumber: International Relation Office)

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada Minggu, 12 Juli 2026, melalui pelaksanaan Adult Health Screening di lokasi yang sama. Sebanyak 30 warga dewasa mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dirancang untuk mendeteksi berbagai faktor risiko penyakit tidak menular secara dini. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, indeks massa tubuh (BMI), lingkar pinggang, pemeriksaan penglihatan, konsultasi dokter, serta edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti beberapa pos pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan kesehatannya sehingga memperoleh gambaran kondisi kesehatan secara menyeluruh. Sistem pelayanan yang terstruktur membuat seluruh proses pemeriksaan berlangsung efektif dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

(Sumber: International Relation Office)

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi peserta dewasa menunjukkan pentingnya program skrining kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit tidak menular. Beberapa peserta diketahui memiliki faktor risiko seperti hipertensi, kadar gula darah yang tinggi, obesitas, gangguan penglihatan, maupun kondisi kesehatan lainnya yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Setelah pemeriksaan selesai, setiap peserta memperoleh konsultasi langsung mengenai pola hidup sehat, pengaturan nutrisi, aktivitas fisik, serta rekomendasi tindak lanjut apabila diperlukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan. Peserta yang memerlukan penanganan lebih lanjut juga diarahkan untuk memanfaatkan layanan puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Pendekatan yang komprehensif ini memastikan bahwa kegiatan tidak berhenti pada proses skrining, tetapi juga memberikan solusi serta edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.

(Sumber: International Relation Office)

Selain pelayanan medis, kegiatan ini turut memperkuat literasi kesehatan masyarakat melalui berbagai sesi edukasi mengenai pencegahan penyakit kronis, pentingnya aktivitas fisik, pola makan sehat, serta pemanfaatan layanan BPJS Kesehatan. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi secara langsung mengenai kondisi kesehatan mereka dan memperoleh penjelasan mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi yang terjalin antara tenaga kesehatan dan masyarakat berlangsung secara aktif dan komunikatif sehingga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan. Kombinasi antara skrining kesehatan, konsultasi medis, edukasi, dan rujukan menjadi kekuatan utama dari pendekatan Project DAYA dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan mandiri. Program ini juga menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan yang efektif harus disertai dengan upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan.

(Sumber: International Relation Office)

Dari perspektif kelembagaan, keberhasilan pelaksanaan Community Health Screening Program di Kampung Punggur semakin memperkuat hubungan kerja sama antara Universitas Internasional Batam dan Nanyang Technological University Singapura. Melalui perpaduan kegiatan pertukaran akademik, service-learning, serta pengabdian kepada masyarakat, kedua institusi berhasil menunjukkan bahwa kolaborasi internasional mampu memberikan manfaat yang luas, baik bagi pengembangan kompetensi mahasiswa maupun bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam memberikan pelayanan kesehatan juga menjadi pengalaman profesional yang memperkaya proses pembelajaran mereka di luar ruang kelas. Program ini sekaligus membuka peluang bagi pengembangan berbagai bentuk kerja sama lanjutan di bidang pendidikan kedokteran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat pada masa mendatang.

(Sumber: International Relation Office)

Secara keseluruhan, Community Health Screening Program di Kampung Punggur berhasil memberikan manfaat kepada sekitar 90 hingga 100 warga, yang terdiri atas sekitar 60–70 anak-anak dan 30 peserta dewasa selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya antusiasme warga terhadap layanan kesehatan preventif yang dihadirkan melalui kolaborasi internasional antara UIB dan NTU Singapura. Lebih dari sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan, program ini menjadi bukti bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Melalui Project DAYA, Universitas Internasional Batam terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan bertaraf internasional yang berpadu dengan pengabdian kepada masyarakat, pembelajaran berbasis pengalaman, serta kolaborasi global yang berkelanjutan demi menciptakan lulusan yang kompeten, berempati, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat dunia.

International Relation Office

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri