BATAM – Universitas Internasional Batam (UIB) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Negeri Sembilan, Kampus Kuala Pilah, Malaysia, memperkuat kolaborasi internasional melalui Projek Bakau Lestari. Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 ini berfokus pada edukasi biodiversitas dan konservasi mangrove di Kota Batam.
Program tersebut melibatkan mahasiswa Persatuan Ijazah Sarjana Muda Biologi (BIOSMARTEAM) UiTM Kuala Pilah. Sementara itu, UIB melibatkan Program Studi Biologi dan Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan dan Sains.
Kolaborasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa Indonesia dan Malaysia untuk belajar langsung mengenai lingkungan. Selain itu, peserta juga mendapat kesempatan untuk bertukar pengetahuan serta memperluas jejaring internasional.

Aksi tanam mangrove di Bakau Serip (Sumber: Fakultas Kesehatan Dan Sains UIB)
Edukasi Biodiversitas di Kebun Raya Batam
Rangkaian Projek Bakau Lestari diawali dengan kunjungan ke Kebun Raya Batam. Di lokasi tersebut, mahasiswa mempelajari keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Setelah itu, kegiatan berlanjut menuju kawasan Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Batam. Para peserta melakukan aksi penanaman mangrove sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap konservasi kawasan pesisir.
Mangrove memiliki peran penting bagi lingkungan pesisir. Ekosistem ini membantu mengurangi risiko abrasi, menjaga kualitas kawasan pesisir, serta menyediakan habitat bagi berbagai biota laut.
Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman akademik. Mahasiswa juga diajak memahami bagaimana tindakan konservasi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Kunjungan UiTM dan UIB ke Kebun Raya Batam (Sumber: Fakultas Kesehatan Dan Sains UIB)
Perkuat Perspektif One Health Tropis
Bagi Program Studi Biologi UIB, kegiatan ini sejalan dengan visi keilmuan One Health Tropis. Pendekatan tersebut melihat kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan sebagai bagian yang saling berhubungan.
Sementara itu, Program Studi Gizi UIB memperkuat kegiatan melalui perspektif hubungan antara kelestarian lingkungan, ketersediaan pangan, dan kualitas hidup masyarakat pesisir. Dengan demikian, kolaborasi ini menghadirkan pembelajaran lintas disiplin yang lebih komprehensif.
Perwakilan BIOSMARTEAM UiTM Kuala Pilah, Muhammad Akmal Fitri Bin Rozaidin, menjelaskan bahwa mangrove dipilih karena memiliki peran penting bagi ekosistem pesisir Batam.
Ia berharap mangrove yang ditanam dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus mempererat hubungan mahasiswa Indonesia dan Malaysia.

Kegiatan di Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu Bakau (Sumber: Fakultas Kesehatan Dan Sains UIB)
Kolaborasi Internasional yang Berdampak
Dekan Fakultas Kesehatan dan Sains UIB, Khoirul Anwar, S.Si., M.Si., mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan komitmen UIB dalam mengintegrasikan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Projek Bakau Lestari juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, program ini berkaitan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan.
Selain melakukan penanaman, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung di lapangan. Mereka dapat mengamati biodiversitas, memahami tantangan ekologis pesisir, serta berdiskusi mengenai hubungan antara lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Ke depan, UIB dan UiTM Kuala Pilah berharap kolaborasi akademik serta sosial dapat terus dikembangkan. Program serupa juga diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk semakin aktif menjaga ekosistem dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ingin merasakan pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga membuka kesempatan berkolaborasi secara internasional? Bergabunglah bersama Universitas Internasional Batam dan jadilah bagian dari generasi yang memberi dampak. Daftar sekarang melalui pendaftaran.uib.ac.id.


